Bulatan Times – Sejumlah pembalap MotoGP mengeluhkan kondisi aspal Sirkuit Internasional Sepang setelah permukaannya mulai mengelupas selama sesi latihan GP Malaysia 2026, Jumat (30/10/2026).
Kerusakan di beberapa bagian lintasan membuat serpihan aspal terlontar ketika motor melaju. Material tersebut mengenai tubuh sejumlah pembalap, bahkan menyebabkan kerusakan pada salah satu motor Honda.
Kondisi ini menjadi perhatian menjelang Sprint dan balapan utama karena pembalap yang mengikuti motor lain berisiko terkena serpihan yang terangkat dari permukaan lintasan.
Serpihan Aspal Sampai Merusak Motor Luca Marini
Luca Marini menjadi salah satu pembalap yang mengeluhkan kondisi Sepang. Pembalap Honda HRC Castrol itu menilai kualitas permukaan lintasan sudah memburuk, terutama pada beberapa tikungan.
Marini menyebut Tikungan 2 dan 14 sudah bermasalah sejak musim sebelumnya. Kini, ia menemukan kerusakan pada lebih banyak bagian lintasan.
Masalah tersebut berdampak langsung pada motornya. Sebuah batu yang terlontar dari permukaan lintasan mengenai radiator Honda RC213V milik Marini menjelang akhir Practice.
Kerusakan itu memaksanya menghentikan upaya terakhir untuk memperbaiki catatan waktu. Marini akhirnya menyelesaikan Practice di posisi ke-17 dengan waktu 1 menit 58,462 detik.
Rekan setimnya, Joan Mir, turut menyoroti banyaknya material yang terangkat dari permukaan aspal. Menurut Mir, pembalap perlu lebih berhati-hati ketika berada di belakang motor lain.
Baca Juga: Hasil Practice MotoGP Malaysia 2026: Marc Marquez Tercepat, Bagnaia Harus Lewat Q1
Di Giannantonio Bandingkan Sepang dengan Trek Motocross
Keluhan serupa disampaikan Fabio Di Giannantonio dari Pertamina Enduro VR46 Racing Team.
Mengutip laman Autosport, pembalap Italia itu membandingkan kondisi lintasan Sepang dengan trek motocross karena banyaknya serpihan batu yang terlontar saat motor melaju.
Di Giannantonio mengaku terkena beberapa serpihan ketika menjalani latihan start di belakang pembalap lain. Ia bahkan menyinggung perlunya pelindung dada untuk menghadapi material yang beterbangan.
Pedro Acosta dari KTM juga menilai permukaan Sepang terus mengalami penurunan kualitas. Menurutnya, persoalan bukan hanya berupa gundukan, tetapi juga bagian aspal yang mulai terlepas ketika dilalui motor.
Augusto Fernandez turut merasakan berkurangnya daya cengkeram ban dibandingkan dengan kondisi saat tes pramusim. Ia menilai pembalap harus lebih berhati-hati mengatur penggunaan ban agar performanya tidak cepat menurun.
Pengaspalan Ulang Sepang Belum Terlaksana
Sirkuit Sepang sebenarnya dijadwalkan menjalani pengaspalan ulang sebelum penyelenggaraan MotoGP Malaysia 2026.
Namun, pekerjaan tersebut mengalami penundaan sehingga para pembalap kembali menggunakan lintasan dengan permukaan lama.
Kondisi aspal juga mendapat perhatian setelah Sepang digunakan untuk balapan Formula 1 pada Oktober. Meski demikian, belum ada kepastian mengenai besarnya kontribusi kegiatan tersebut terhadap kerusakan yang dikeluhkan pembalap.
Permukaan lintasan yang rusak dapat memengaruhi kemampuan ban mempertahankan daya cengkeram, terutama saat motor berakselerasi atau memasuki tikungan.
Masalah ini menambah tantangan bagi tim karena Michelin membawa tiga pilihan ban belakang untuk GP Malaysia, yakni Soft, Medium baru, dan Hard. Setiap pilihan memiliki karakter berbeda untuk menghadapi suhu serta keausan ban.
Baca Juga: MotoGP Malaysia 2026 Punya Tiga Pilihan Ban Belakang, Apa Bedanya?
Marquez Nilai Kondisi Lintasan Tidak Jauh Berbeda
Tidak seluruh pembalap memberikan penilaian yang sama mengenai tingkat kerusakan Sepang.
Alex Marquez menganggap kondisi lintasan tidak jauh berbeda dibandingkan musim sebelumnya. Namun, pembalap Gresini Racing itu mengakui terdapat beberapa bagian yang sudah mendekati batas aman untuk dilalui.
Marc Marquez juga tidak merasakan perubahan besar dibandingkan kondisi saat tes pramusim. Meski demikian, pembalap Ducati Lenovo Team itu menilai Sepang sudah membutuhkan pengaspalan ulang.
Perbedaan pandangan tersebut tidak menghilangkan persoalan serpihan aspal yang dialami sejumlah pembalap sepanjang latihan Jumat.
Sprint MotoGP Malaysia dijadwalkan berlangsung Sabtu (31/10/2026) pukul 14.00 WIB, sedangkan balapan utama digelar Minggu (1/11/2026) pada jam yang sama.
Baca Juga: Jadwal Lengkap MotoGP Malaysia 2026: Sprint Sabtu, Balapan Minggu
Para pembalap masih harus menghadapi kondisi permukaan tersebut selama rangkaian balapan, sementara belum ada pengumuman resmi mengenai perubahan jadwal akibat kerusakan aspal.





