Bulatan Times – Pecco Bagnaia punya usulan terkait perubahan format kualifikasi MotoGP pada 2027. Rider Ducati itu ingin lap tercepat yang dicatat saat Sprint dipakai untuk menentukan posisi start race utama.
Bagnaia lebih memilih cara tersebut daripada menambah sesi kualifikasi baru. Saat ini, hasil Q1 dan Q2 pada Sabtu menentukan posisi start Sprint sekaligus balapan utama.
Baca Juga: MotoGP Pertimbangkan Kualifikasi Terpisah untuk Sprint Mulai 2027
Bagnaia Ingin Format Seperti WorldSSP
Bagnaia menilai lap tercepat saat Sprint bisa dipakai untuk menentukan grid balapan utama nantinya. Dengan format itu, pembalap masih punya kesempatan memperbaiki posisi start setelah menjalani kualifikasi yang buruk.
Mengutip laman Crash, Bagnaia mengatakan, “Menurut saya, pilihan terbaik adalah catatan waktu Sprint dipakai untuk grid balapan Minggu.”
Konsep tersebut mirip dengan sistem yang digunakan WorldSSP. Catatan lap tercepat dari Race 1 dipakai untuk menentukan sembilan posisi terdepan pada grid Race 2.
Bagnaia juga melihat Sprint sebagai kesempatan bagi pembalap dan tim untuk mengetahui kondisi motor sebelum menjalani balapan utama.
Jadwal Akhir Pekan Semakin Padat
Bagnaia menilai jadwal MotoGP pada Sabtu sudah sangat padat. Dalam satu hari, pembalap harus menjalani Free Practice 2, Q1, Q2, dan Sprint.
Ia juga kurang setuju jika Practice pada Jumat sore dijadikan penentu grid Sprint. Menurut Bagnaia, perubahan format kualifikasi sebaiknya tidak menambah beban pembalap sepanjang akhir pekan balapan.
Baca Juga: Di Giannantonio Soroti Risiko Cedera jika MotoGP Tambah Kualifikasi pada 2027
MotoGP masih belum menetapkan format kualifikasi untuk 2027. Bagnaia mengusulkan agar grid balapan utama ditentukan dari lap tercepat saat Sprint, sehingga jadwal akhir pekan tidak perlu ditambah dengan sesi kualifikasi baru.











