Bulatan Times – Veda Ega Pratama punya alasan untuk menyambut Moto3 Jepang 2026 dengan percaya diri. Setelah akhir pekan yang rumit di Austria, pembalap Honda Team Asia itu akan menuju Motegi, lintasan yang pernah memberinya dua kemenangan dalam satu akhir pekan.
Veda baru saja menyelesaikan Moto3 Austria di posisi ke-13. Hasil akhirnya memang tidak menggambarkan seluruh kecepatannya. Start dari posisi ke-19, pembalap asal Gunungkidul tersebut sempat merangsek hingga posisi keempat sebelum insiden dengan David Muñoz dan Long Lap Penalty mengubah jalannya balapan.
Baca Juga: Start P19, Veda Ega Pratama Sempat Tembus P4 sebelum Finis P13 di Moto3 Austria 2026
Kesempatan berikutnya datang di Jepang. Rangkaian balapan di Motegi dijadwalkan berlangsung 2-4 Oktober 2026. Bagi Veda, ini bukan sirkuit asing.
Dua kemenangan Veda di Motegi
Jauh sebelum menjadi pembalap reguler Kejuaraan Dunia Moto3, Veda pernah menjalani akhir pekan yang nyaris sempurna di lintasan tersebut.
Saat mengikuti Idemitsu Asia Talent Cup (IATC) 2023, ia memenangi dua balapan di Motegi. Pada race pertama, Veda memulai dari posisi keenam sebelum masuk ke kelompok depan dan akhirnya merebut kemenangan. Race kedua kembali berakhir dengan Veda sebagai pembalap pertama yang menyentuh garis finis.
Dua hasil itu ikut memperkuat musim yang kemudian mengantarnya menjadi juara IATC 2023. Ketika meninggalkan Motegi saat itu, Veda memimpin klasemen dengan 95 poin.
Baca Juga: Veda Ega Pratama Evaluasi Diri usai Finis P18 di Misano: Austria Jadi Target Bangkit
Tiga tahun berselang, tantangannya tentu berbeda. Veda sekarang bersaing di Kejuaraan Dunia Moto3 bersama Honda Team Asia dan menjalani musim debutnya di kelas tersebut.
Ia sudah mencatat podium dengan finis ketiga di Brasil, sekaligus menjadi pembalap Indonesia pertama yang naik podium dalam balapan Grand Prix. Hingga selepas seri Austria, Veda mengoleksi 100 poin dan berada di posisi kedelapan klasemen sementara Moto3 2026.
Motegi kini memberinya kesempatan untuk kembali membangun momentum. Kecepatan di Austria sudah terlihat meski hasil akhirnya hanya posisi ke-13. Kali ini, Veda datang ke lintasan yang pernah memberinya dua kemenangan, tetapi dengan level persaingan yang jauh berbeda dibanding tiga tahun lalu.












