Bulatan Times – Minggu, 5 Oktober 2026, menandai 15 tahun sejak Steve Jobs wafat. Sosok yang ikut mendirikan Apple itu meninggalkan jejak yang tidak hanya terlihat pada iPhone atau Mac, tetapi juga pada perjalanan perusahaan yang tahun ini genap berusia 50 tahun.
Steve Jobs berada di Apple sejak masa awal ketika komputer pribadi masih menjadi produk untuk kalangan terbatas. Ia kemudian keluar dari perusahaan yang dibangunnya sendiri, mendirikan NeXT, terlibat dalam pertumbuhan Pixar, lalu kembali ke Apple ketika perusahaan sedang menghadapi masa sulit.
Periode keduanya di Apple justru melahirkan deretan produk yang kemudian menjadi fondasi bisnis perusahaan selama bertahun-tahun, mulai dari iMac, iPod, iPhone hingga iPad.
Baca Juga: Apple Resmi Rilis iPhone Duo, iPhone Lipat Pertama
Apple bermula dari Apple I pada 1976
Apple berdiri pada 1 April 1976. Steve Jobs membangun perusahaan itu bersama Steve Wozniak dan Ronald Wayne.
Produk pertamanya adalah Apple I, komputer papan tunggal yang dirancang Wozniak. Jobs melihat peluang untuk menjadikannya produk yang bisa dijual, bukan hanya proyek untuk komunitas penghobi komputer.
Apple I masih jauh dari bentuk komputer yang dikenal sekarang. Perangkat tersebut pada dasarnya berupa papan komputer yang membutuhkan komponen tambahan agar dapat digunakan sebagai sistem lengkap.
Setahun kemudian hadir Apple II. Komputer itu menjadi produk yang jauh lebih siap digunakan konsumen dan membantu Apple berkembang dari bisnis kecil menjadi perusahaan komputer yang dikenal luas.
Ronald Wayne tidak lama bertahan di perusahaan. Setelah masa awal tersebut, Jobs dan Wozniak menjadi dua figur yang paling identik dengan pertumbuhan Apple.
Macintosh membawa pendekatan baru ke komputer pribadi
Perjalanan Apple memasuki babak lain pada dekade 1980-an.
Macintosh diperkenalkan pada 1984 dengan antarmuka grafis dan penggunaan mouse sebagai bagian penting dari cara pengguna berinteraksi dengan komputer.
Jobs mendorong gagasan bahwa komputer tidak cukup hanya memiliki kemampuan teknis tinggi. Bentuk produk, perangkat lunak, tampilan, dan cara pengguna mengoperasikannya harus dirancang sebagai satu pengalaman.
Namun, perkembangan bisnis Apple juga memunculkan konflik di dalam perusahaan.
Pada 1985, setelah perselisihan mengenai arah perusahaan dan kewenangan manajemen, Jobs meninggalkan Apple.
Keluar dari Apple, mendirikan NeXT dan membesarkan Pixar
Kepergian tersebut tidak membuat Jobs meninggalkan industri teknologi.
Ia mendirikan NeXT, perusahaan komputer yang mengembangkan perangkat keras dan sistem operasi untuk pasar pendidikan serta profesional.
NeXT tidak pernah menjadi pemain besar dari sisi penjualan komputer. Namun, teknologi perangkat lunaknya kemudian justru menjadi penting bagi masa depan Apple.
Pada periode yang sama, Jobs membeli divisi grafis komputer milik Lucasfilm yang kemudian berkembang menjadi Pixar.
Pixar selanjutnya menjadi salah satu studio animasi komputer paling penting di industri film. Toy Story, yang dirilis pada 1995, menjadi film panjang animasi komputer pertama perusahaan dan membuka periode pertumbuhan baru bagi studio tersebut.
Apple membeli NeXT dan membawa Jobs kembali
Hubungan Jobs dengan Apple kembali tersambung ketika Apple memutuskan membeli NeXT pada akhir 1996.
Akuisisi itu membawa teknologi NeXT sekaligus Steve Jobs kembali ke perusahaan yang pernah ia tinggalkan.
Jobs kemudian mengambil peran kepemimpinan yang semakin besar dan menjadi CEO interim. Teknologi dari NeXT menjadi dasar penting bagi pengembangan sistem operasi generasi baru Apple yang kemudian berkembang menjadi Mac OS X.
Kembalinya Jobs terjadi ketika Apple sedang menghadapi tekanan besar. Lini produknya terlalu banyak, bisnisnya melemah, dan perusahaan membutuhkan perubahan arah.
Apple kemudian memangkas banyak produk dan kembali memusatkan pengembangan pada sejumlah perangkat utama.
Salah satu hasil awal dari strategi tersebut adalah iMac pada 1998, komputer dengan desain yang sangat berbeda dari kebanyakan PC pada masa itu.
Baca Juga: Daftar iPhone yang Bisa Pakai Apple Intelligence di iOS 27
Dari iPod hingga iPhone
Apple mulai memperluas bisnisnya di luar komputer pribadi pada awal 2000-an.
Pada Oktober 2001, perusahaan memperkenalkan iPod. Pemutar musik digital tersebut membawa penyimpanan hingga sekitar 1.000 lagu dalam perangkat yang cukup kecil untuk dibawa di saku.
iPod kemudian menjadi bagian penting dari ekspansi Apple ke bisnis musik digital bersama iTunes.
Langkah yang jauh lebih besar datang pada 9 Januari 2007 ketika Jobs memperkenalkan iPhone.
Perangkat itu menggabungkan telepon seluler, pemutar musik, dan akses internet dalam sebuah perangkat dengan layar sentuh besar. Antarmukanya menggunakan sentuhan jari sebagai metode utama navigasi, bukan papan tombol fisik yang saat itu masih umum pada ponsel pintar.
iPhone mulai dijual di Amerika Serikat pada 29 Juni 2007. Apple menjual satu juta unit pertama hanya dalam 74 hari.
Tiga tahun kemudian, Apple masuk lebih jauh ke perangkat layar sentuh dengan iPad. Produk tersebut mulai dijual pada 2010 dan mencapai penjualan tiga juta unit dalam 80 hari pertama.
Mundur sebagai CEO beberapa pekan sebelum wafat
Masalah kesehatan membuat Jobs semakin sering menyerahkan sebagian tanggung jawab operasional kepada Tim Cook.
Pada 24 Agustus 2011, Jobs secara resmi mengundurkan diri sebagai CEO Apple. Tim Cook ditunjuk menggantikannya, sementara Jobs beralih menjadi chairman perusahaan.
Dalam surat pengunduran dirinya, Jobs menyatakan dirinya tidak lagi mampu memenuhi tugas dan harapan sebagai CEO.
Apple kemudian mengumumkan Steve Jobs wafat pada 5 Oktober 2011. Ia berusia 56 tahun.
Pada tahun yang sama dengan peringatan 15 tahun wafatnya Jobs, Apple juga merayakan usia perusahaan yang ke-50. Apple menetapkan 1 April 1976 sebagai tanggal berdirinya perusahaan dan pada 2026 kembali menyoroti perjalanan produk dari Apple II dan Macintosh hingga iPhone, iPad, Apple Watch, dan perangkat generasi berikutnya.











