Bulatan Times – Peluncuran iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max mendapat respons kuat di China. Lebih dari 7 juta reservasi atau pemesanan awal dilaporkan tercatat di kanal penjualan setelah periode pre-order dibuka.
Angka tersebut menunjukkan tingginya minat awal terhadap ponsel flagship terbaru Apple, tetapi tidak sebaiknya langsung dibaca sebagai 7 juta unit yang sudah terjual dan dibayar konsumen.
Apple sendiri belum mengumumkan angka penjualan resmi iPhone 18 Pro khusus untuk China. Laporan mengenai lebih dari 7 juta reservasi berasal dari data dan laporan kanal penjualan setempat.
Yang dapat dipastikan, Apple membuka pre-order iPhone 18 Pro dan iPhone 18 Pro Max di China pada 12 September 2026 pukul 20.00 waktu setempat. Penjualan resminya kemudian dimulai pada 18 September.
Baca Juga: Kamera iPhone 18 Pro Raih Skor 172, Masih di Bawah Huawei Pura 80 Ultra
Stok awal JD.com habis kurang dari satu menit
Besarnya minat terlihat ketika pemesanan dibuka.
Batch awal iPhone 18 Pro di JD.com dilaporkan habis dalam waktu kurang dari satu menit. Namun, jumlah perangkat yang tersedia pada batch tersebut tidak diumumkan sehingga habisnya stok tidak dapat digunakan sendirian untuk menghitung volume penjualan.
Caixin melaporkan lebih dari 7 juta reservasi prapenjualan tercatat di JD.com menjelang debut iPhone 18 Pro di China.
Laporan lain menyebut angka lebih dari 7 juta berasal dari akumulasi berbagai kanal penjualan. Karena terdapat perbedaan dalam cara sumber mendeskripsikan angka tersebut, istilah reservasi atau pemesanan awal lebih aman daripada menyebut semuanya sebagai penjualan final.
Lonjakan permintaan awal juga terlihat di platform milik Alibaba.
Pendapatan pemesanan awal melalui Tmall dilaporkan mencapai sekitar dua kali lipat dibandingkan iPhone 17 Pro dan Pro Max pada periode peluncuran tahun sebelumnya.
Pendapatan dua kali lipat belum berarti unit terjual dua kali lipat
Perbandingan pendapatan tersebut membutuhkan konteks.
Harga generasi iPhone 18 Pro di China lebih tinggi daripada pendahulunya. Karena harga per perangkat naik, pertumbuhan nilai transaksi tidak otomatis berarti jumlah unit yang dipesan juga meningkat dengan persentase yang sama.
Harga resmi iPhone 18 Pro di China dimulai dari 9.999 yuan, sedangkan iPhone 18 Pro Max mulai sekitar 10.999 yuan.
Harga tersebut sekitar 1.000 yuan lebih tinggi dibandingkan harga awal generasi Pro tahun sebelumnya.
Dengan demikian, data pendapatan Tmall lebih tepat digunakan sebagai indikator kuatnya nilai transaksi pada periode peluncuran, bukan bukti bahwa jumlah unit yang terjual meningkat dua kali lipat.
Baca Juga: iPhone 18 Pro dan iPhone Duo Makin Dekat ke Indonesia, Sudah Kantongi TKDN dan Postel
iPhone 18 Pro lebih diminati dibanding Pro Max
Ada pula perubahan menarik pada pilihan model konsumen China.
Sekitar 60 persen pemesanan awal dilaporkan memilih iPhone 18 Pro, sementara sisanya mengarah ke iPhone 18 Pro Max.
Pola tersebut menarik karena model Pro Max selama ini sering menjadi pilihan konsumen yang menginginkan konfigurasi tertinggi.
Salah satu faktor yang disebut dalam laporan pasar adalah bobot perangkat.
iPhone 18 Pro mempunyai bobot sekitar 211 gram, sedangkan Pro Max mencapai sekitar 249 gram. Perbedaan tersebut membuat model Pro menawarkan bodi lebih ringan tanpa kehilangan sebagian besar fitur utama generasi Pro.
Kedua model sama-sama menggunakan chip A20 Pro dan sistem pendinginan vapor chamber generasi baru. Apple juga membawa sistem kamera utama 48 MP dengan variable aperture ke lini tersebut.
Warna Burgundy menjadi pilihan populer
Selain model, warna baru juga mendapat perhatian.
Burgundy dilaporkan menjadi salah satu warna yang paling banyak dipilih konsumen China.
Apple menawarkan iPhone 18 Pro dalam pilihan warna black, silver, glacier, dan burgundy.
Ketertarikan terhadap Burgundy juga dikaitkan dengan penamaan warna tersebut dalam bahasa China yang terdengar mirip dengan istilah yang diasosiasikan dengan kemakmuran.
Namun, popularitas warna merupakan salah satu indikator preferensi awal dan belum menunjukkan bagaimana komposisi penjualan akan terbentuk setelah periode peluncuran berakhir.
Permintaan China berbeda dengan gambaran pasar lain
Respons awal di China juga menarik karena laporan mengenai permintaan global iPhone 18 Pro tidak sepenuhnya seragam.
Analis GF Securities Jeff Pu sebelumnya menilai waktu tunggu pre-order di sejumlah pasar menunjukkan awal yang relatif moderat. Ia kemudian menurunkan estimasi produksi iPhone 18 Pro dan Pro Max menjadi sekitar 72 juta unit.
Namun, analisis lain memberikan gambaran lebih optimistis.
Morgan Stanley mengamati waktu pengiriman dua hingga empat minggu pada beberapa konfigurasi dan menilai permintaan bisa lebih kuat daripada kekhawatiran awal pasar.
Perbedaan tersebut menunjukkan satu pasar tidak selalu mewakili kondisi global.
China dapat menunjukkan permintaan tinggi sementara pola pembelian di Amerika Serikat atau negara lain bergerak berbeda.
Diskon muncul bahkan ketika permintaan awal tinggi
Hal lain yang menarik adalah munculnya diskon dari platform e-commerce China tidak lama setelah peluncuran.
Pinduoduo menawarkan iPhone 18 Pro 256 GB sekitar 9.099 yuan, atau sekitar 900 yuan lebih rendah dari harga resmi 9.999 yuan. Diskon tersebut berasal dari kombinasi subsidi platform dan kupon.
Strategi seperti ini menunjukkan kompetisi antarketoko daring China tetap agresif meskipun produk baru mendapatkan permintaan tinggi.
Harga yang lebih rendah di platform pihak ketiga juga tidak berarti Apple secara resmi memangkas harga perangkat.
Konsumen perlu membedakan harga resmi Apple dengan promosi yang diberikan marketplace atau penjual.
China tetap pasar penting bagi Apple
Kuatnya perhatian terhadap peluncuran iPhone 18 Pro terjadi ketika Apple menghadapi persaingan ketat dari produsen smartphone lokal China.
Karena itu, respons konsumen terhadap generasi terbaru menjadi salah satu indikator penting untuk melihat kemampuan Apple mempertahankan konsumen kelas premium.
Apple sendiri memasukkan China dalam gelombang pertama peluncuran iPhone 18 Pro.
Pre-order dimulai pada 12 September, sementara perangkat mulai tersedia di toko pada 18 September bersama sejumlah pasar utama lainnya.
Apple juga menjual produknya di China melalui Apple Store, toko daring resmi, aplikasi Apple Store, serta sejumlah kanal lokal seperti Tmall dan platform digital lainnya.
Jaringan distribusi tersebut membuat angka permintaan awal dapat berasal dari beberapa platform sekaligus dan sekaligus menjelaskan mengapa angka reservasi perlu dibedakan dari angka penjualan final Apple.
Angka 7 juta masih perlu dibaca sebagai indikator awal
Lebih dari 7 juta reservasi menjadi sinyal bahwa iPhone 18 Pro menarik perhatian besar saat diluncurkan di China.
Namun, angka tersebut belum cukup untuk menyimpulkan kinerja penjualan sepanjang siklus produk.
Sebagian reservasi dapat menggunakan mekanisme berbeda antarplatform, sementara Apple belum mempublikasikan angka penjualan resmi per model untuk China.
Indikator lain seperti stok yang cepat habis, pendapatan pre-order Tmall yang meningkat, dan preferensi terhadap iPhone 18 Pro memberikan gambaran tambahan mengenai antusiasme konsumen.
Data penjualan beberapa minggu atau kuartal berikutnya akan memberikan gambaran yang lebih kuat mengenai apakah antusiasme peluncuran tersebut bertahan setelah permintaan awal terpenuhi.











