21 °c
Ashburn
15 ° Rab
18 ° Kam
Rabu, November 4, 2026
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
  • SPORT
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
Home GAME

Asal Usul Obsidia di Mobile Legends

Obsidia mendirikan kerajaan Abyss, kehilangan kekuasaannya setelah melawan God of Darkness, lalu bangkit untuk memburu para iblis.

Redaksi Bulatan Times by Redaksi Bulatan Times
4 November 2026, 02.17 WIB
in GAME
Ilustrasi perempuan berambut putih mengenakan zirah hitam sambil membidik panah berenergi ungu di medan pertempuran fantasi

Ilustrasi Obsidia dengan senjata berenergi ungu di medan pertempuran fantasi. (Ilustrasi AI/Bulatan Times)

BULATAN TIMES – Obsidia merupakan hero Marksman dalam Mobile Legends: Bang Bang yang dikenal sebagai Sovereign of Dark’s End. Ia adalah penguasa pertama Abyss yang bangkit kembali setelah mengalami kematian dalam pertempuran melawan kekuatan dewa.

Di balik kemampuan mengendalikan Bone Shard, Obsidia memiliki kisah tentang perjuangan mempertahankan bangsanya, kekuasaan yang membawa kehancuran, dan pengkhianatan God of Darkness.

Obsidia diperkenalkan oleh MOONTON Games pada 17 September 2025 melalui pembaruan Project NEXT. Dalam cerita Land of Dawn, kemunculannya membawa ancaman baru bagi makhluk-makhluk yang selama ini menguasai Abyss.

Obsidia Mendirikan Kerajaan Abyss

Jauh sebelum dikenal sebagai penguasa Abyss, Obsidia hidup di tengah bangsa yang terdesak dan kesulitan mempertahankan kehidupannya.

Pada masa itu, bangsa Elf menguasai dataran luas di bagian tengah, sementara bangsa Orc menempati padang rumput di wilayah barat.

Kelompok-kelompok lain yang lebih lemah terpaksa bertahan di kawasan bawah tanah bagian selatan. Wilayah tersebut memiliki sumber daya terbatas, sehingga persaingan untuk memperoleh tempat hidup berlangsung sangat keras.

Obsidia merupakan bagian dari masyarakat yang menghadapi ancaman tersebut.

Ketika bangsanya hampir mengalami kepunahan, God of Darkness menawarkan kekuatan yang dapat digunakan Obsidia untuk membangun sebuah kerajaan.

Obsidia menerima tawaran itu. Kekuatan gelap kemudian mengubah tubuh dan pikirannya, memberinya kemampuan serta pengetahuan yang jauh melampaui kekuatan sebelumnya.

Dengan kekuatan tersebut, Obsidia berhasil mengalahkan kelompok yang selama ini menindas bangsanya.

Ia menyatukan wilayah bawah tanah dan memaksa kelompok-kelompok yang menentangnya untuk tunduk. Mereka yang menerima kekuasaannya memperoleh perlindungan dan kekuatan, sedangkan para pemberontak menghadapi hukuman berat.

Obsidia kemudian menamai kerajaannya Abyss dan menempatkan dirinya sebagai satu-satunya penguasa.

God of Darkness Mengkhianati Obsidia

Kekuasaan Obsidia tidak berlangsung seperti yang dijanjikan God of Darkness.

Dewa yang memberinya kekuatan ternyata menggunakan Abyss sebagai sumber pasukan dalam peperangan antara kekuatan cahaya dan kegelapan.

Penduduk Abyss dipaksa bertempur dalam konflik yang tidak berakhir. Sebagian besar kehilangan nyawa, sementara mereka yang masih hidup harus menghadapi perubahan mengerikan.

Makhluk-makhluk yang menerima kekuatan gelap mulai kehilangan akal, kehendak, dan kemampuan menentukan nasibnya sendiri.

Mereka berubah menjadi pasukan yang bergerak mengikuti keinginan God of Darkness. Bahkan Obsidia merasakan pengaruh kekuatan tersebut mulai mengganggu pikirannya.

Rakyat yang dahulu ingin diselamatkannya justru menjadi korban dari kekuatan yang telah membangun kerajaannya.

Obsidia pun menyadari bahwa dirinya tidak lagi memiliki kendali penuh atas Abyss.

God of Darkness telah mengubah wilayah tersebut menjadi tempat untuk menciptakan dan mengirimkan pasukan dalam peperangan para dewa.

Obsidia Melawan God of Darkness hingga Terluka Parah

Obsidia akhirnya memilih menentang God of Darkness meskipun kekuatannya sendiri berasal dari dewa tersebut.

Ketika God of Darkness sedang berperang melawan God of Light, Obsidia melancarkan serangan besar yang berhasil melukainya.

Namun, Obsidia juga mengalami luka yang mengancam nyawanya.

Keadaan tersebut dimanfaatkan oleh para makhluk Abyss yang sebelumnya tunduk kepada kekuasaannya. Mereka bangkit memberontak dan menyerbu kawasan istana.

Obsidia tidak lagi mampu mempertahankan takhtanya seperti dahulu.

Dalam keadaan menjelang kematian, ia membiarkan makhluk-makhluk Abyss mengambil darah serta sebagian kekuatannya.

Darah penguasa pertama tersebut kemudian menyatu dengan para iblis dan menjadi bagian dari kekuatan yang diwariskan di Abyss.

Obsidia akhirnya memasuki tidur panjang setelah kematiannya. Sisa-sisa tubuhnya disegel di kawasan istana, sementara makhluk-makhluk Abyss melanjutkan perebutan kekuasaan tanpa kehadiran sang penguasa pertama.

Baca Juga: Build Obsidia Tersakit 2026, Item dan Emblem

Kebangkitan Obsidia dan Hubungannya dengan Selena

Obsidia tidak pernah menyangka dirinya akan kembali hidup.

Namun, sisa kekuatan God of Darkness yang masih berada di sekitar istana tempat tubuhnya disegel perlahan membangkitkannya dari tidur panjang.

Ketika kembali, Obsidia menemukan bahwa Abyss telah mengalami perubahan. Keturunan makhluk yang memperoleh darah dan kekuatannya terus bersaing untuk mendapatkan kekuasaan.

Obsidia juga mengetahui keberadaan Selena, seorang Dark Elf yang telah menjadi bagian dari rencana God of Darkness.

Melihat Selena, Obsidia teringat pada dirinya sendiri ketika masih muda. Keduanya pernah berada dalam keadaan ketika tawaran kekuatan besar dapat membawa seseorang kehilangan kebebasannya.

Namun, cerita Obsidia tidak menggambarkan keduanya sebagai sahabat atau sekutu yang telah membentuk kerja sama.

Selain Selena, Abyss dihuni tokoh lain seperti Alice, Thamuz, dan Dyrroth. Ketiganya berkaitan dengan perebutan kekuatan di wilayah tersebut dan turut diperkenalkan dengan penampilan baru ketika Obsidia hadir dalam Project NEXT 2025.

Mengapa Obsidia Memburu Spawns of Decay?

Salah satu ancaman yang dihadapi Obsidia setelah kebangkitannya adalah Spawns of Decay.

Makhluk-makhluk tersebut berasal dari pengaruh kekuatan gelap yang memanfaatkan darah Obsidia sebagai sumber kekuatan.

God of Darkness menggunakan darah yang dahulu dirampas dari Obsidia untuk memperkuat para iblis. Namun, proses tersebut merusak tubuh serta menghilangkan kehendak mereka.

Spawns of Decay tidak lagi mampu menentukan tindakan sendiri. Mereka berubah menjadi makhluk yang bergerak mengikuti dorongan kekuatan gelap.

Obsidia memburu makhluk-makhluk tersebut di kedalaman Abyss. Dalam perburuan itu, ia menggunakan senjata yang terbentuk dari tulang dan pecahan tajam yang mengikuti setiap serangannya.

Kekuatan tersebut berkaitan dengan kemampuan Bone Shard miliknya dalam permainan Mobile Legends, yang membuat serangan dasarnya semakin berbahaya ketika pecahan tulang telah terkumpul.

Baca Juga: Asal Usul Vexana di Mobile Legends

Obsidia menyadari bahwa mengalahkan para iblis saja tidak cukup untuk mengakhiri pengaruh God of Darkness di Abyss.

Ia bertekad memburu seluruh Spawns of Decay dan mempersiapkan jebakan untuk menghadapi dewa yang dahulu memberinya kekuatan. Target utamanya adalah membunuh God of Darkness dan merebut kembali kendali atas Abyss.

Source: MOONTON Games; Liquipedia
Tags: AbyssGame MobileMarksmanMobile LegendsObsidia

Related Posts

Ilustrasi perempuan berambut putih mengenakan zirah hitam sambil membidik panah berenergi ungu di medan pertempuran fantasi
GAME

Build Obsidia Tersakit 2026, Item dan Emblem

November 4, 2026
Poster playoff MPL ID Season 18 menampilkan enam pemain esports, tanggal 4 sampai 8 November 2026, dan lokasi Jatim Expo Surabaya
GAME

Playoff MPL ID S18 Dimulai 4 November, Alter Ego vs ONIC dan Bigetron vs EVOS

November 3, 2026
Poster Starlight November 2026 menampilkan Kalea Tideborn Sailor, variasi painted skin, Sacred Statue, dan Trail Effect
GAME

Skin Baru Mobile Legends November 2026: Kagura, Kalea, dan Bruno

November 1, 2026

Highlights

Mantan Kapolri Listyo Sigit Jadi Tersangka Kasus Dugaan Penyadapan Presiden Prabowo

Praktisi Hukum Desak Kejari Lampung Barat Segera Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi DPRD

Playoff MPL ID S18 Dimulai 4 November, Alter Ego vs ONIC dan Bigetron vs EVOS

Menhub Dudy Siapkan Antisipasi Cuaca Ekstrem

Road to FBPI 2026, Kanwil Kemenkum Banten Dorong Komersialisasi Paten

Kimi Antonelli Juara Dunia F1 2026, Jadi Juara Termuda dalam Sejarah

Terpopuler

AKBP Netty Rosdiana Ajukan Mundur dari Polri Lewat Instagram

Cara Daftar dan Mendapatkan Uang dari Bilibili

Praktisi Hukum Desak Kejari Lampung Barat Segera Tetapkan Tersangka Kasus Dugaan Korupsi DPRD

A2M Rental Mobil Aceh Tawarkan Sewa Mobil Harian dan Bulanan di Banda Aceh

MagangHub Batch 3 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftar hingga 4 November

Bulatan Times

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang. Ikuti kabar nasional, ekonomi, teknologi, olahraga, kesehatan, dan perjalanan dalam satu tempat.

Informasi & Kebijakan

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan

Terhubung dengan Kami

Kirim pertanyaan, saran, koreksi, dan kerja sama ke [email protected]. Akses Bulatan Times juga melalui aplikasi Android.

Bulatan Times Play Store

© 2026 BulatanTimes.com

Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Selalu aktif
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Kelola pilihan
  • Kelola layanan
  • Kelola {vendor_count} vendor
  • Baca selengkapnya tentang tujuan ini
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME

© 2026 Bulatan Times