22 °c
Banjar Triwangsakeliki
25 ° Jum
25 ° Sab
Kamis, Oktober 29, 2026
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
  • SPORT
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
Home NASIONAL

Hotspot Karhutla Turun 1.019 Titik, Pemerintah Tetap Waspada karena Sumsel Naik

Hotspot nasional turun menjadi 317 titik pada 24 Oktober. Sumatera Selatan justru meningkat dan operasi karhutla tetap berlangsung.

Redaksi Bulatan Times by Redaksi Bulatan Times
25 Oktober 2026, 19.48 WIB
in NASIONAL
Ilustrasi petugas memadamkan sisa api di lahan terbakar sementara helikopter melakukan penyiraman dari udara

Petugas melakukan pemadaman dan pendinginan lahan terbakar dengan dukungan helikopter. (Ilustrasi AI/Bulatan Times)

JAKARTA, BULATAN TIMES – Jumlah titik panas atau hotspot kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Indonesia turun tajam dalam pemantauan terbaru. Meski demikian, pemerintah tetap melanjutkan pemadaman karena sejumlah wilayah masih menghadapi kebakaran dan peningkatan titik panas.

Kementerian Kehutanan mencatat 317 hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi pada Sabtu, 24 Oktober 2026, pukul 21.00 WIB. Jumlah tersebut berkurang 1.019 titik dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 1.336 hotspot.

Penurunan terbesar di antara enam provinsi prioritas terjadi di Kalimantan Tengah, dari 785 menjadi 60 titik. Kalimantan Barat juga turun dari 184 menjadi 55 titik, sedangkan Jambi berkurang dari 46 menjadi sembilan titik.

Kalimantan Selatan tidak mencatat hotspot dengan tingkat kepercayaan tinggi setelah sehari sebelumnya terdeteksi 30 titik. Riau juga tetap nihil dalam pemantauan tersebut.

Baca Juga: Karhutla Kalimantan: Warga Samarinda Tewas, 200 Brimob Dikirim ke Kalteng

Sumatera Selatan Justru Mengalami Kenaikan

Berbeda dengan sejumlah provinsi lainnya, Sumatera Selatan mencatat peningkatan hotspot dari 58 menjadi 102 titik dalam sehari.

Perkembangan ini membuat wilayah tersebut tetap menjadi salah satu prioritas penanganan karhutla. Pemadaman, patroli, dan pendinginan lahan masih diperlukan untuk menangani lokasi yang berpotensi menyimpan api.

Hotspot merupakan indikasi panas yang terdeteksi satelit. Satu titik panas tidak selalu berarti satu kejadian kebakaran, sehingga petugas perlu memastikan kondisi sebenarnya melalui pemeriksaan langsung di lapangan.

Kementerian Kehutanan menegaskan bahwa penurunan jumlah hotspot tidak serta-merta menunjukkan seluruh kebakaran sudah padam. Bara api di bawah permukaan lahan, terutama pada kawasan gambut, masih memerlukan pembasahan dan pendinginan.

Pemadaman Darat dan Udara Tetap Berlangsung

Pemerintah menyiagakan 49 unit armada udara untuk mendukung penanganan karhutla. Sebanyak 32 unit digunakan untuk pemadaman melalui udara atau water bombing, sementara 17 unit lainnya mendukung patroli dan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).

Operasi tersebut melibatkan Manggala Agni, TNI, Polri, BNPB, BMKG, pemerintah daerah, Masyarakat Peduli Api, serta pihak lainnya.

Di Kalimantan Barat, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni memimpin rapat koordinasi penanganan karhutla di Ketapang pada Jumat (23/10/2026). Kementerian Kehutanan menyiapkan tambahan 104 personel untuk memperkuat operasi di sejumlah lokasi prioritas.

Baca Juga: Prabowo Prioritaskan Pemadaman Karhutla Tanjung Puting, Asap Hambat Helikopter

Penanganan juga berlangsung di Sumatera Selatan. BMKG bersama instansi terkait menjalankan modifikasi cuaca menggunakan es kering atau dry ice dan natrium klorida (NaCl).

Hingga 22 Oktober, sebanyak 18 penerbangan penyemaian telah dilakukan di wilayah tersebut. Operasi menggunakan dry ice ditujukan untuk membantu mengurai lapisan udara yang menahan asap, sedangkan penyemaian NaCl diarahkan pada awan yang berpotensi menghasilkan hujan.

BMKG menyatakan pelaksanaan operasi di Sumatera Selatan yang semula direncanakan berakhir pada 25 Oktober diperpanjang hingga 5 November 2026.

Kementerian Kehutanan kembali mengingatkan masyarakat dan pelaku usaha agar tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Warga yang menemukan asap, titik api, atau aktivitas pembakaran dapat melapor melalui Posko Karhutla di nomor 021-5704618 atau WhatsApp 08131-00-35000.

Source: Kementerian Kehutanan, BMKG
Tags: BMKGBNPBKalimantan TengahKarhutlaSumatera Selatan

Related Posts

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan di Bandung
NASIONAL

Gubernur Jabar ingatkan ancaman bencana buntut alih fungsi kebun teh

Oktober 29, 2026
Direktur Jenderal Imigrasi berbicara di podium pada sebuah acara resmi dengan bendera Indonesia di belakangnya
NASIONAL

254 Lokasi Layanan Imigrasi Kini Bernama Beranda Imigrasi, Begini Cara Mencarinya

Oktober 29, 2026
Kanwil Kemenkum Banten Harmonisasi Tiga Raperwal Kota Tangerang
NASIONAL

Kanwil Kemenkum Banten Harmonisasi Tiga Raperwal Kota Tangerang

Oktober 29, 2026

Highlights

Cara Cek Sertifikat Tanah Lewat HP Pakai Sentuh Tanahku, Ini Langkahnya

100 Sekolah Rakyat Dibangun di 32 Provinsi, Libatkan 97 Ribu Pekerja Lokal

MagangHub Batch 3 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftar hingga 4 November

IHSG Variatif, Investor Tunggu The Fed dan Kinerja Bank

Hotspot Karhutla Menurun, tetapi Ancaman Kebakaran Berulang dan Kerusakan Hutan Masih Mengintai

Karhutla Way Kambas Masih Sisakan 40 Hektare, BNPB Lakukan Water Bombing dan Modifikasi Cuaca

Terpopuler

Hotspot Karhutla Menurun, tetapi Ancaman Kebakaran Berulang dan Kerusakan Hutan Masih Mengintai

Cara Daftar dan Mendapatkan Uang dari Bilibili

Epoxy Lantai untuk Bangunan Modern, Apa Kelebihan dan Hal yang Perlu Diperhatikan?

Geotermal Lampung Barat, Perluasan Kapital, dan Konflik Agraria BRN

Asal Usul Hanabi di Mobile Legends

Bulatan Times

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang. Ikuti kabar nasional, ekonomi, teknologi, olahraga, kesehatan, dan perjalanan dalam satu tempat.

Informasi & Kebijakan

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan

Terhubung dengan Kami

Kirim pertanyaan, saran, koreksi, dan kerja sama ke [email protected]. Akses Bulatan Times juga melalui aplikasi Android.

Bulatan Times Play Store

© 2026 BulatanTimes.com

Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Selalu aktif
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Kelola pilihan
  • Kelola layanan
  • Kelola {vendor_count} vendor
  • Baca selengkapnya tentang tujuan ini
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME

© 2026 Bulatan Times