22 °c
Banjar Triwangsakeliki
25 ° Jum
25 ° Sab
Kamis, Oktober 29, 2026
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
  • SPORT
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
Home HEADLINE

Komdigi Bantah Minta Konten Karhutla Dihapus, Meutya Soroti Algoritma Medsos

Meutya Hafid membantah Komdigi meminta konten karhutla dihapus. Pengguna yang mengalami pembatasan diminta mengajukan banding.

Tita by Tita
21 Oktober 2026, 21.21 WIB
in HEADLINE, NASIONAL
Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid berbicara di podium dengan beberapa mikrofon media di depannya

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid. (Foto: Komdigi)

JAKARTA, BULATAN TIMES – Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid membantah Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) meminta platform media sosial menghapus atau membatasi unggahan tentang kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Bantahan tersebut disampaikan pada Rabu (21/10/2026), menyusul keluhan sejumlah pengguna yang menduga jangkauan unggahan mereka menurun setelah membagikan informasi dan kritik mengenai karhutla.

“Tidak ada penurunan konten maupun permintaan penurunan konten dari Kemkomdigi untuk membatasi informasi terkait kebakaran hutan dan lahan atau karhutla,” kata Meutya, dikutip dari keterangan pers Komdigi, Rabu (21/10/2026).

Meutya menyatakan informasi yang dibagikan masyarakat justru dibutuhkan pemerintah sebagai masukan dalam penanganan kebakaran.

Dugaan Shadowban Muncul Setelah Jangkauan Konten Menurun

Dugaan pembatasan konten karhutla menjadi perbincangan setelah sejumlah pengguna media sosial mengeluhkan penurunan jumlah penonton dan jangkauan unggahan mereka.

Sebagian pengguna menduga konten yang membahas kebakaran di Kalimantan dan wilayah lainnya mengalami shadowban.

Istilah shadowban digunakan untuk menggambarkan kondisi ketika unggahan masih tersedia, tetapi penyebarannya kepada pengguna lain diduga dibatasi tanpa pemberitahuan yang jelas.

Kondisi tersebut berbeda dari penghapusan konten atau takedown, ketika unggahan tidak lagi tersedia di platform.

Meski ada keluhan penurunan jangkauan, penyebabnya belum dapat dipastikan hanya dari perubahan jumlah penonton.

Pada Selasa (20/10/2026), Direktur Pengendalian Ruang Digital Komdigi Safriansyah Yanwar Rosyadi juga telah membantah adanya instruksi pemerintah kepada platform untuk membatasi konten karhutla.

Safriansyah menjelaskan bahwa setiap platform memiliki pedoman komunitas dan sistem moderasi masing-masing. Karena itu, penyebab berkurangnya jangkauan atau hilangnya unggahan perlu dikonfirmasi kepada pengelola platform.

Direktur Eksekutif Southeast Asia Freedom of Expression Network (SAFEnet), Nenden Sekar Arum, menilai dugaan shadowban tidak bisa dipastikan tanpa akses terhadap data dan proses pengambilan keputusan platform.

SAFEnet juga menekankan pentingnya moderasi konten yang transparan dan menyediakan mekanisme keberatan bagi pengguna.

Baca Juga: Karhutla Arjuno-Welirang: 110 Pendaki Selamat, Kebakaran Meluas ke 11 Lokasi

Meutya Hafid Minta Platform Terbuka soal Algoritma

Meutya meminta perusahaan teknologi meningkatkan transparansi dalam menentukan konten yang dapat dilihat pengguna.

Menurutnya, algoritma media sosial dan penerapan pedoman komunitas perlu dijalankan secara akuntabel agar masyarakat memahami alasan suatu unggahan ditampilkan atau dibatasi.

Komdigi menilai pengguna seharusnya memiliki kesempatan untuk memilih informasi yang ingin mereka akses, bukan sepenuhnya bergantung pada keputusan sepihak platform.

Meutya juga menyatakan pemerintah menggunakan media sosial untuk menyampaikan perkembangan penanganan karhutla kepada masyarakat.

Informasi dari masyarakat dinilai penting, terutama laporan mengenai kondisi kebakaran di lapangan. Pemerintah menyatakan terbuka terhadap masukan yang faktual, kredibel, dan dapat dipertanggungjawabkan.

Baca Juga: Singapura Surati 7 Perusahaan di Indonesia soal Karhutla, Ini Daftar dan Tuntutannya

Pengguna yang Merasa Dibatasi Diminta Mengajukan Banding

Meutya meminta masyarakat yang merasa unggahannya mengenai karhutla mengalami gangguan layanan, pembatasan jangkauan, atau penghapusan untuk mengajukan pengaduan kepada platform terkait.

Pengguna Meta, TikTok, maupun platform lainnya dapat memanfaatkan mekanisme keberatan atau banding yang disediakan masing-masing layanan.

Selain menghubungi platform, masyarakat juga diminta menyampaikan laporan kepada Komdigi agar persoalan tersebut dapat ditindaklanjuti.

Penjelasan dari pengelola platform menjadi penting untuk mengetahui apakah perubahan jangkauan unggahan berkaitan dengan kebijakan moderasi, cara kerja algoritma, atau faktor lainnya.

Tags: KarhutlaKomdigiMedia SosialMeutya Hafid

Related Posts

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan di Bandung
NASIONAL

Gubernur Jabar ingatkan ancaman bencana buntut alih fungsi kebun teh

Oktober 29, 2026
Direktur Jenderal Imigrasi berbicara di podium pada sebuah acara resmi dengan bendera Indonesia di belakangnya
NASIONAL

254 Lokasi Layanan Imigrasi Kini Bernama Beranda Imigrasi, Begini Cara Mencarinya

Oktober 29, 2026
Kanwil Kemenkum Banten Harmonisasi Tiga Raperwal Kota Tangerang
NASIONAL

Kanwil Kemenkum Banten Harmonisasi Tiga Raperwal Kota Tangerang

Oktober 29, 2026

Highlights

Cara Cek Sertifikat Tanah Lewat HP Pakai Sentuh Tanahku, Ini Langkahnya

100 Sekolah Rakyat Dibangun di 32 Provinsi, Libatkan 97 Ribu Pekerja Lokal

MagangHub Batch 3 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftar hingga 4 November

IHSG Variatif, Investor Tunggu The Fed dan Kinerja Bank

Hotspot Karhutla Menurun, tetapi Ancaman Kebakaran Berulang dan Kerusakan Hutan Masih Mengintai

Karhutla Way Kambas Masih Sisakan 40 Hektare, BNPB Lakukan Water Bombing dan Modifikasi Cuaca

Terpopuler

Hotspot Karhutla Menurun, tetapi Ancaman Kebakaran Berulang dan Kerusakan Hutan Masih Mengintai

Cara Daftar dan Mendapatkan Uang dari Bilibili

Epoxy Lantai untuk Bangunan Modern, Apa Kelebihan dan Hal yang Perlu Diperhatikan?

Geotermal Lampung Barat, Perluasan Kapital, dan Konflik Agraria BRN

Asal Usul Hanabi di Mobile Legends

Bulatan Times

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang. Ikuti kabar nasional, ekonomi, teknologi, olahraga, kesehatan, dan perjalanan dalam satu tempat.

Informasi & Kebijakan

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan

Terhubung dengan Kami

Kirim pertanyaan, saran, koreksi, dan kerja sama ke [email protected]. Akses Bulatan Times juga melalui aplikasi Android.

Bulatan Times Play Store

© 2026 BulatanTimes.com

Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Selalu aktif
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Kelola pilihan
  • Kelola layanan
  • Kelola {vendor_count} vendor
  • Baca selengkapnya tentang tujuan ini
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME

© 2026 Bulatan Times