25 °c
Banjar Triwangsakeliki
25 ° Rab
25 ° Kam
Selasa, Oktober 20, 2026
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
Home NEWS EKONOMI

Apa Itu Saham HSC? BEI Akan Keluarkan 80 Saham dari Hitungan IHSG

BEI akan mengecualikan sekitar 80 saham HSC dari IHSG. Saham tetap diperdagangkan, sementara tanggal penerapan belum ditetapkan.

Redaksi Bulatan Times by Redaksi Bulatan Times
20 Oktober 2026, 11.19 WIB
in EKONOMI
0
Ilustrasi layar IDX Composite dengan grafik harga saham merah dan suasana lantai perdagangan bursa

Gambar ilustrasi. (Ilustrasi AI/Bulatan Times)

JAKARTA, BULATAN TIMES – Bursa Efek Indonesia (BEI) berencana mengeluarkan sekitar 80 saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) dari perhitungan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Kebijakan tersebut disiapkan untuk meningkatkan kredibilitas indeks di tengah perhatian investor terhadap transparansi pasar saham Indonesia.

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengumumkan rencana itu pada Senin (19/10/2026), setelah melakukan pertemuan dengan penyedia indeks global MSCI.

Sekitar 80 saham yang masuk kelompok HSC memiliki bobot gabungan kurang lebih 18 persen terhadap IHSG. Meski nantinya tidak lagi diperhitungkan dalam indeks, saham-saham tersebut tetap tercatat di bursa dan bisa diperjualbelikan seperti biasa.

BEI belum menetapkan tanggal resmi penerapan kebijakan tersebut. Pelaksanaannya masih menunggu kesiapan sistem dan pengumuman lanjutan.

Apa Itu Saham HSC dan Mengapa Berisiko?

HSC merupakan kategori saham dengan tingkat konsentrasi kepemilikan tinggi pada sejumlah pihak tertentu.

Dalam kondisi tersebut, sebagian besar saham perusahaan dapat dikuasai pemegang saham pengendali, kelompok usaha, atau pihak yang memiliki hubungan kepemilikan.

Akibatnya, jumlah saham yang benar-benar tersedia untuk diperdagangkan masyarakat bisa menjadi terbatas. Bagian saham yang tersedia bagi publik ini dikenal sebagai free float.

Ketika saham yang aktif diperdagangkan relatif sedikit, transaksi dalam jumlah tertentu dapat menimbulkan perubahan harga yang lebih besar. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan volatilitas, yakni besarnya perubahan harga saham dalam suatu periode.

Untuk mengidentifikasi saham HSC, BEI menelaah struktur kepemilikan saham dan menggunakan sejumlah indikator perdagangan.

Salah satunya adalah price impact ratio, indikator yang mengukur perubahan harga saham dibandingkan tingkat aktivitas perdagangannya.

Pada Oktober 2026, BEI bersama Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) memperluas cakupan penilaian menggunakan indikator tersebut. Batas kapitalisasi pasar saham yang ditelaah diturunkan dari di atas Rp. 10 triliun menjadi di atas Rp. 5 triliun.

Meski demikian, masuknya saham ke daftar HSC tidak otomatis menunjukkan adanya manipulasi harga atau pelanggaran peraturan pasar modal. Status tersebut menjadi informasi tambahan mengenai karakteristik kepemilikan dan perdagangan saham.

Mengapa 80 Saham HSC Dikeluarkan dari IHSG?

IHSG digunakan sebagai salah satu indikator utama untuk menggambarkan pergerakan harga saham di pasar modal Indonesia.

Perhitungan indeks mempertimbangkan saham-saham yang memenuhi ketentuan serta bobot masing-masing emiten.

Masalah dapat muncul apabila saham dengan pengaruh besar terhadap indeks memiliki konsentrasi kepemilikan tinggi dan jumlah saham yang aktif diperdagangkan relatif terbatas.

Dalam kondisi tersebut, perubahan harga sejumlah saham berpotensi memengaruhi pergerakan IHSG secara signifikan, meskipun tidak selalu mencerminkan kondisi perdagangan yang lebih luas.

BEI menilai pengeluaran saham HSC akan membantu membuat pergerakan indeks lebih mencerminkan aktivitas pasar secara wajar.

Sebelumnya, saham dalam kelompok HSC telah dikecualikan dari sejumlah indeks unggulan, seperti IDX30, LQ45, dan IDX80. Kebijakan baru akan memperluas pengecualian tersebut ke penghitungan IHSG.

Contoh Saham yang Masuk Daftar HSC

Daftar 80 saham HSC yang menjadi perhatian BEI mencakup emiten dari berbagai sektor usaha.

Beberapa contoh saham yang tercantum dalam daftar tersebut antara lain:

  • BREN – PT Barito Renewables Energy Tbk
  • DSSA – PT Dian Swastatika Sentosa Tbk
  • DCII – PT DCI Indonesia Tbk
  • BYAN – PT Bayan Resources Tbk
  • TBIG – PT Tower Bersama Infrastructure Tbk
  • MTEL – PT Dayamitra Telekomunikasi Tbk

Daftar HSC dapat berubah mengikuti hasil penilaian dan pembaruan data kepemilikan saham.

Emiten yang tidak lagi memenuhi kriteria HSC dapat dikeluarkan dari daftar tersebut dan berpeluang kembali menjadi bagian dari IHSG sesuai ketentuan yang berlaku.

Status HSC juga tidak dapat digunakan sendirian untuk menyimpulkan kondisi keuangan, kualitas bisnis, atau adanya pelanggaran oleh perusahaan.

Apa Dampaknya bagi Pemilik Saham dan IHSG?

Perubahan kebijakan BEI akan memberikan dampak berbeda antara penghitungan indeks dan aktivitas perdagangan saham.

Bagi pemilik saham, pengeluaran dari penghitungan IHSG tidak membuat kepemilikan saham hilang. Investor tetap memiliki saham yang tercatat dalam rekening efeknya.

Saham HSC juga tetap dapat dibeli atau dijual selama tidak terdapat pembatasan perdagangan lain yang berlaku atas saham tersebut.

Namun, investor masih menghadapi risiko perubahan harga, termasuk kemungkinan kesulitan menjual dalam jumlah besar apabila likuiditas saham rendah.

Bagi IHSG, pergerakan harga saham HSC tidak lagi diperhitungkan setelah kebijakan diterapkan. Hal ini akan mengubah komposisi dan bobot saham yang membentuk indeks.

Meski total bobot saham HSC saat ini sekitar 18 persen, angka tersebut tidak berarti IHSG otomatis naik atau turun sebesar 18 persen ketika saham-saham itu dikeluarkan.

Perubahan indeks bergantung pada metode penghitungan baru, penyesuaian bobot, harga saham, dan kondisi perdagangan saat kebijakan berlaku.

Sementara itu, pengelola produk investasi yang menggunakan IHSG sebagai acuan mungkin perlu meninjau komposisi portofolionya. Penyesuaian tersebut bergantung pada strategi dan ketentuan masing-masing produk investasi.

Baca Juga: IHSG Jatuh Lagi ke Bawah 5.000, BEI Siapkan Dua Langkah Usai Temui MSCI

Apa Hubungannya dengan Evaluasi MSCI?

Perhatian terhadap saham HSC meningkat setelah MSCI menyuarakan kekhawatiran mengenai transparansi kepemilikan saham dan kemungkinan praktik perdagangan terkoordinasi di pasar modal Indonesia.

Pada 15 Oktober 2026, MSCI membuka konsultasi mengenai usulan perubahan klasifikasi pasar saham Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

Usulan tersebut belum menjadi keputusan final. MSCI masih menerima masukan dari pelaku pasar hingga 30 April 2027 dan menjadwalkan keputusan paling lambat akhir Juni 2027.

Di tengah proses tersebut, BEI mengumumkan dua langkah tambahan setelah bertemu MSCI pada 19 Oktober.

Selain menyiapkan pengeluaran saham HSC dari IHSG, BEI akan menambahkan informasi hubungan afiliasi dalam publikasi daftar pemegang saham dengan kepemilikan minimal 1 persen.

Informasi afiliasi diharapkan membantu investor memahami apakah beberapa pemegang saham memiliki hubungan dengan pengendali atau pihak lain dalam struktur kepemilikan perusahaan.

Kedua langkah tersebut menjadi bagian dari upaya memperbaiki transparansi pasar modal. Namun, penerapannya belum menjamin MSCI akan membatalkan usulan perubahan klasifikasi Indonesia.

Baca Juga: MSCI Usulkan Pasar Saham Indonesia Jadi Standalone Market, BEI Minta Klarifikasi

Investor dapat memeriksa status HSC suatu emiten melalui laman resmi Bursa Efek Indonesia pada bagian data perusahaan tercatat.

Selain status HSC, informasi yang perlu diperhatikan mencakup jumlah saham publik, aktivitas perdagangan, laporan keuangan, serta keterbukaan informasi emiten. Data tersebut dapat membantu investor memahami risiko yang tidak selalu terlihat hanya dari pergerakan harga saham.

Source: BEI
Tags: Bursa Efek IndonesiaFree FloatIHSGMSCISaham HSC

Related Posts

Ilustrasi seseorang memegang kemasan emas batangan berlabel Antam di depan etalase berisi beberapa ukuran emas
EKONOMI

Harga Emas Hari Ini 20 Oktober 2026: Antam Turun Rp. 10.000 ke Rp. 2.564.000

Oktober 20, 2026
Papan elektronik menampilkan angka harga saham berwarna merah dan hijau di area perdagangan
EKONOMI

IHSG Anjlok 11,57 Persen ke 5.185,11, Bursa Sempat Hentikan Perdagangan

Oktober 16, 2026
Ilustrasi dua perempuan memegang dan mengamati emas batangan di etalase butik emas
EKONOMI

Harga Emas Hari Ini 16 Oktober 2026: Antam Naik Rp. 4.000, Buyback Menguat

Oktober 16, 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Ilustrasi papan perdagangan IDX menampilkan IHSG 4.996,61, penurunan 3,64 persen atau 188,50 poin, dengan grafik saham merah

IHSG Jatuh Lagi ke Bawah 5.000, BEI Siapkan Dua Langkah Usai Temui MSCI

Oktober 20, 2026
Para pemain Como 1907 mengenakan seragam biru di lapangan sepak bola.

Hasil Fiorentina vs Como 1-3, Tim Fabregas Menang di Firenze

Oktober 18, 2026
Respons Isu Peredaran Narkoba, Lapas Cilegon Gandeng BNNK dan Aparat Gabungan Gelar Sidak dan Tes Urine

Respons Isu Peredaran Narkoba, Lapas Cilegon Gandeng BNNK dan Aparat Gabungan Gelar Sidak dan Tes Urine

Oktober 20, 2026
Marc Marquez mengenakan kemeja Ducati merah berjabat tangan dengan Jorge Martin berbaju tim Aprilia hitam, dengan helm di antara mereka

Marc Marquez Puji Gaya Balap Jorge Martin setelah Melihat Data Ducati

Oktober 20, 2026
Ilustrasi layar IDX Composite dengan grafik harga saham merah dan suasana lantai perdagangan bursa

Apa Itu Saham HSC? BEI Akan Keluarkan 80 Saham dari Hitungan IHSG

Ilustrasi seseorang memegang kemasan emas batangan berlabel Antam di depan etalase berisi beberapa ukuran emas

Harga Emas Hari Ini 20 Oktober 2026: Antam Turun Rp. 10.000 ke Rp. 2.564.000

Ilustrasi digital kompleks pusat data dengan lampu hijau, logo Nvidia, dan latar kawasan pesisir serta pelabuhan

Nvidia Jajaki Investasi Rp. 81 Triliun di Batam, Pemerintah Sebut Belum Final

Respons Isu Peredaran Narkoba, Lapas Cilegon Gandeng BNNK dan Aparat Gabungan Gelar Sidak dan Tes Urine

Respons Isu Peredaran Narkoba, Lapas Cilegon Gandeng BNNK dan Aparat Gabungan Gelar Sidak dan Tes Urine

Ilustrasi layar IDX Composite dengan grafik harga saham merah dan suasana lantai perdagangan bursa

Apa Itu Saham HSC? BEI Akan Keluarkan 80 Saham dari Hitungan IHSG

Oktober 20, 2026
Ilustrasi seseorang memegang kemasan emas batangan berlabel Antam di depan etalase berisi beberapa ukuran emas

Harga Emas Hari Ini 20 Oktober 2026: Antam Turun Rp. 10.000 ke Rp. 2.564.000

Oktober 20, 2026
Ilustrasi digital kompleks pusat data dengan lampu hijau, logo Nvidia, dan latar kawasan pesisir serta pelabuhan

Nvidia Jajaki Investasi Rp. 81 Triliun di Batam, Pemerintah Sebut Belum Final

Oktober 20, 2026
Respons Isu Peredaran Narkoba, Lapas Cilegon Gandeng BNNK dan Aparat Gabungan Gelar Sidak dan Tes Urine

Respons Isu Peredaran Narkoba, Lapas Cilegon Gandeng BNNK dan Aparat Gabungan Gelar Sidak dan Tes Urine

Oktober 20, 2026

Tentang Kami

BulatanTimes.com

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang.

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber
Bulatan Times Play Store

© 2026 BulatanTimes.com

Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Selalu aktif
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Kelola pilihan
  • Kelola layanan
  • Kelola {vendor_count} vendor
  • Baca selengkapnya tentang tujuan ini
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF

© 2026 Bulatan Times