Bulatan Times – Tim SAR gabungan memanfaatkan robot bawah air atau remotely operated vehicle (ROV) untuk memetakan kondisi bagian dalam bangkai KM Virgo Transport 8 di Laut Jawa.
Teknologi tersebut membantu tim melihat lorong dan bagian kapal yang sulit diperiksa langsung. Hasil pemantauan kemudian menjadi acuan penyelam saat menentukan area pencarian korban di dalam bangkai kapal.
Penggunaan ROV menjadi penting karena penyelaman di lokasi kecelakaan menghadapi sejumlah kendala, mulai dari arus laut kuat, jarak pandang terbatas hingga struktur kapal yang menyulitkan pergerakan penyelam.
Baca Juga: KM Virgo Transport 8 Dimodifikasi Sebelum Beroperasi, Bagaimana Kelayakannya?
ROV Telusuri Lorong di Dalam Kapal
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Banjarmasin sekaligus SAR Mission Coordinator, I Putu Sudayana, menjelaskan tim mengoperasikan ROV untuk memperoleh gambaran bagian dalam kapal.
Robot bawah air itu bergerak menelusuri lorong sebelum penyelam masuk ke area yang telah dipetakan.
“Tadi setelah pantauan menggunakan ROV, kemudian penyelam bekerja sesuai hasil ROV. ROV menelusuri lorong-lorong di kapal,” dikutip dari ANTARA, kata I Putu.
Dengan pola tersebut, penyelam tidak harus memasuki bangkai kapal tanpa informasi awal mengenai kondisi di dalamnya.
ROV membawa kamera dan dikendalikan operator dari permukaan. Teknologi semacam ini memungkinkan tim SAR mengamati area bawah air tanpa terlebih dahulu menempatkan penyelam pada lokasi yang belum dipetakan.
Arus Kuat Sempat Hambat ROV
Pengoperasian ROV bukan tanpa kendala.
I Putu menjelaskan arus bawah laut sebelumnya terlalu kuat sehingga penggunaan robot belum dapat berjalan maksimal. Tim bahkan sempat menarik kembali perangkat ketika kondisi tidak memungkinkan.
Kondisi laut juga menjadi persoalan sejak awal operasi. Arus kuat dan cuaca buruk beberapa kali menghambat pengerahan penyelam sehingga tim harus menyesuaikan operasi demi keselamatan personel.
ROV kemudian menjadi salah satu perangkat yang digunakan untuk mengurangi ketidakpastian sebelum penyelam masuk.
Penyelam Tetap Dibutuhkan untuk Evakuasi
Meski ROV mampu memberikan gambar dari dalam bangkai kapal, teknologi tersebut tidak menggantikan peran penyelam.
Robot digunakan terutama untuk melakukan pengamatan dan menentukan area yang perlu diperiksa. Setelah mendapatkan gambaran lokasi, tim penyelam tetap masuk untuk melakukan pencarian lebih rinci dan mengevakuasi korban.
Pola tersebut sudah menghasilkan perkembangan dalam operasi pencarian. Basarnas Special Group (BSG) pada Senin menemukan dua korban laki-laki dalam kondisi meninggal dunia dari dalam bangkai kapal.
Temuan itu menunjukkan pencarian kini semakin diarahkan ke bagian dalam kapal, selain penyisiran permukaan laut dan area lain yang diperkirakan menjadi lokasi korban.
Baca Juga: 69 Korban Virgo Transport 8 Dievakuasi ke Banjarmasin, 6 Jenazah Ditangani Terpisah
123 Orang Masih Dicari
KM Virgo Transport 8 mengalami kecelakaan ketika berlayar dari Surabaya menuju Banjarmasin pada Minggu (13/9/2026).
Kapal membawa 243 orang berdasarkan manifes.
Hingga operasi SAR hari kesembilan pada Senin (21/9), Basarnas mencatat 108 orang selamat. Setelah dua korban kembali ditemukan di dalam kapal, 123 orang masih dalam pencarian.
Besarnya jumlah korban yang belum ditemukan membuat Basarnas memperpanjang operasi SAR selama tujuh hari.
Pencarian Difokuskan ke Bangkai Kapal
Penggunaan ROV memberi tim SAR informasi yang lebih rinci untuk menentukan jalur penyelaman berikutnya.
Pemetaan bagian dalam menjadi krusial karena struktur kapal memiliki banyak ruang dan lorong. Penyelam juga harus memperhitungkan kondisi bangkai sebelum bergerak lebih jauh untuk mengurangi risiko terjebak atau kehilangan orientasi.
Di saat bersamaan, tim tetap harus menyesuaikan operasi dengan arus, gelombang dan jarak pandang bawah air.
Dengan masih banyak korban dalam pencarian, ROV kini menjadi salah satu perangkat utama untuk membantu penyelam memeriksa bagian dalam Virgo Transport 8 secara lebih terarah.
Operasi pencarian akan terus berlangsung, sementara penyebab kecelakaan kapal tetap menunggu hasil investigasi otoritas terkait.











