Bulatan Times – Menteri Keuangan Suahasil Nazara melantik 14 pejabat pimpinan tinggi pratama dan pejabat Sekretariat Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) di lingkungan Kementerian Keuangan, Jakarta, Senin (21/9/2026).
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari penataan pejabat di Kemenkeu sekaligus menyesuaikan struktur Sekretariat KSSK dengan organisasi kementerian yang baru.
Langkah ini dilakukan sekitar sepekan setelah Suahasil resmi dilantik Presiden Prabowo Subianto sebagai Menteri Keuangan menggantikan Purbaya Yudhi Sadewa pada 14 September 2026. Pelantikan Suahasil ditetapkan melalui Keputusan Presiden Nomor 97/P Tahun 2026.
Baca Juga: Prabowo Lantik Suahasil Nazara Jadi Menteri Keuangan, Gantikan Purbaya
Herman Saheruddin Jadi Sekretaris KSSK
Salah satu posisi yang diisi adalah Sekretaris KSSK. Herman Saheruddin dilantik sebagai pejabat ex-officio Sekretaris KSSK.
Penempatan tersebut berkaitan dengan perubahan struktur Kementerian Keuangan. Berdasarkan PMK Nomor 64 Tahun 2025, Direktur Jenderal Stabilitas dan Pengembangan Sektor Keuangan (SPSK) menjadi Sekretaris KSSK secara ex-officio.
Penataan Sekretariat KSSK juga menjadi bagian dari penyesuaian terhadap Undang-Undang Pengembangan dan Penguatan Sektor Keuangan (P2SK).
KSSK menjadi forum koordinasi yang melibatkan Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Lembaga Penjamin Simpanan dalam menjaga stabilitas sistem keuangan. Suahasil sebelumnya telah menegaskan koordinasi antarlembaga tersebut akan tetap dilanjutkan selama kepemimpinannya di Kemenkeu.
Baca Juga: Suahasil Langsung Pimpin Kemenkeu Usai Dilantik, Fokus Jaga APBN Tetap Kredibel
Pejabat Pajak dan Bea Cukai Ikut Berganti
Pelantikan tidak hanya menyentuh Sekretariat KSSK. Sejumlah posisi strategis di Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, Direktorat Jenderal Perbendaharaan, Direktorat Jenderal Kekayaan Negara hingga Pengadilan Pajak juga diisi.
Di lingkungan DJP, tiga pejabat mendapat penugasan sebagai kepala kantor wilayah.
Sekti Widihartanto dipercaya memimpin Kanwil DJP Daerah Istimewa Yogyakarta. Ihsan Priyawibawa menjadi Kepala Kanwil DJP Kalimantan Timur dan Utara, sedangkan Ani Natalia memimpin Kanwil DJP Papua, Papua Barat, dan Maluku.
Pada lingkungan Bea Cukai, Adhang Noegroho Adhi dilantik menjadi Kepala Kanwil DJBC Maluku dan Galih Elham Setiawan menjadi Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok.
Agus Amiwijaya mendapat tugas sebagai Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan dan Penerimaan Kepabeanan dan Cukai, sementara Agung Krisdiyanto menjadi Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan Perpajakan.
Daftar 14 Pejabat yang Dilantik
- Herman Saheruddin – Pejabat Ex-Officio Sekretaris KSSK
- Ayu Sukorini – Pejabat Ex-Officio Direktur Asesmen Pasar Keuangan, Sistem Pembayaran, dan Lembaga Keuangan Lainnya
- Teddy Suhartadi Permadi – Sekretaris Pengadilan Pajak
- Bismar Fahlerie – Wakil Sekretaris Pengadilan Pajak
- Panca Putra Jaya – Kepala Kanwil DJKN Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat
- Evy Mulyani – Kepala Kanwil DJPb Provinsi Sulawesi Tengah
- Agus Amiwijaya – Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan dan Penerimaan Kepabeanan dan Cukai
- Estty Purwadiani Hidayatie – Tenaga Pengkaji Bidang Pengembangan Kapasitas dan Kinerja Organisasi
- Adhang Noegroho Adhi – Kepala Kanwil DJBC Maluku
- Galih Elham Setiawan – Kepala Kantor Pelayanan Utama Bea dan Cukai Tipe A Tanjung Priok
- Agung Krisdiyanto – Tenaga Pengkaji Bidang Pelayanan Perpajakan
- Sekti Widihartanto – Kepala Kanwil DJP Daerah Istimewa Yogyakarta
- Ihsan Priyawibawa – Kepala Kanwil DJP Kalimantan Timur dan Utara
- Ani Natalia – Kepala Kanwil DJP Papua, Papua Barat, dan Maluku
Suahasil Minta Pejabat Langsung Bekerja
Dalam pelantikan tersebut, Suahasil meminta pejabat yang mendapat penugasan baru segera menjalankan tanggung jawab masing-masing.
“Saya telah meminta kepada seluruh pejabat Kementerian Keuangan untuk sekarang bekerja menuntaskan, mengerjakan seluruh tugas Kementerian Keuangan bagi Indonesia,” dikutip dari ANTARA, kata Suahasil.
Ia menyinggung pekerjaan Kemenkeu yang mencakup penerimaan, pengawasan, belanja hingga pembiayaan negara.
Pesan itu sejalan dengan arah yang disampaikan Suahasil setelah menjadi Menteri Keuangan. Kemenkeu menyebut ia mendapat tugas menjaga keuangan negara dan memastikan APBN tetap menjadi instrumen yang mendukung pertumbuhan, stabilitas ekonomi, serta memberikan manfaat kepada masyarakat.
Pelantikan 14 pejabat tersebut menjadi salah satu langkah awal penataan internal Kementerian Keuangan di bawah kepemimpinan Suahasil.











