Bulatan Times – Como menelan kekalahan pertamanya di Serie A 2026/2027 setelah takluk 0-2 di markas Frosinone, Stadio Benito Stirpe, Minggu (20/9/2026).
Dua gol tuan rumah lahir pada babak pertama. Giacomo Calò membuka keunggulan pada menit ke-13, sebelum Giorgi Kvernadze menggandakannya pada masa tambahan waktu menjelang turun minum.
Hasil itu menghentikan catatan tak terkalahkan Como pada awal musim. Tim asuhan Cesc Fabregas juga gagal memanfaatkan kesempatan untuk mendekati kelompok teratas klasemen.
Namun, Fabregas melihat pertandingan tersebut tidak sesederhana skor akhirnya. Pelatih asal Spanyol itu menilai Como sebenarnya menciptakan cukup banyak peluang untuk mendapatkan hasil berbeda.
Baca Juga: Zidane Umumkan Skuad Pertama Prancis, Kapten Como Dipanggil Perdana
Palmisani Jadi Tembok bagi Como
Como sebenarnya mendapatkan peluang untuk mencetak gol, tetapi berkali-kali digagalkan kiper Frosinone, Lorenzo Palmisani.
Penampilan Palmisani menjadi salah satu pembeda terbesar dalam pertandingan. Como bahkan dua kali membentur tiang, sementara sang penjaga gawang melakukan sejumlah penyelamatan penting.
Fabregas mengakui timnya tidak menjalani pertandingan terbaik. Namun, banyaknya peluang yang tercipta membuatnya merasa skor bisa berubah drastis apabila Como lebih efektif.
“Dalam situasi normal, kami bisa menang 4-1 karena Palmisani melakukan banyak penyelamatan,” dikutip dari Football Italia, kata Fabregas.
Baca Juga: Como 1907 Hajar RB Leipzig 4-1 pada Debut Liga Champions
Fabregas Akui Frosinone Tampil Lebih Baik
Meski menyoroti peluang yang gagal dimanfaatkan, Fabregas tidak menjadikan ketidakberuntungan sebagai satu-satunya alasan kekalahan.
Ia justru memberikan kredit besar kepada Frosinone. Menurutnya, tim asuhan Massimiliano Alvini berhasil menjalankan pertandingan sesuai dengan karakter permainan yang mereka inginkan.
Como juga dinilai kurang baik ketika menguasai bola dan kesulitan mengantisipasi serangan balik lawan.
“Hari ini merupakan pertandingan buruk pertama kami dalam lima bulan. Frosinone tampil luar biasa. Sangat jelas apa yang ingin mereka lakukan,” dikutip dari Football Italia, ujar Fabregas.
Kekalahan sebelumnya yang dimaksud Fabregas terjadi pada semifinal Coppa Italia melawan Inter pada April.
Fabregas juga mengakui Frosinone memainkan pertandingan yang sebelumnya sudah ia perkirakan, tetapi pesan tersebut kemungkinan belum berhasil diterjemahkan dengan baik oleh para pemain Como di lapangan.
Como Kehilangan Kesempatan Mendekati Puncak
Kekalahan ini membuat Como tetap mengoleksi 10 poin setelah lima pertandingan.
Sebaliknya, kemenangan membawa Frosinone menyamai koleksi 10 poin Como. Frosinone naik ke posisi keenam setelah hasil tersebut, sedangkan Como turun ke urutan kedelapan pada klasemen setelah pertandingan Minggu.
Fabregas memilih tidak terlalu mempersoalkan posisi klasemen karena kompetisi baru berjalan lima pertandingan.
Bagi Como, hasil di Frosinone menjadi pengingat setelah start musim yang menjanjikan. Mereka sebelumnya belum terkalahkan di Serie A, tetapi efektivitas tuan rumah dan penampilan Palmisani membuat rentetan tersebut berhenti di Benito Stirpe.
Frosinone sendiri melanjutkan awal musim yang impresif setelah kembali ke Serie A. Tim tuan rumah bukan hanya mampu bertahan dari tekanan Como, tetapi juga memanfaatkan peluang pada babak pertama untuk memastikan tiga poin.









