Bulatan Times – Manchester United kembali kehilangan poin pada awal Premier League 2026/2027. Hasil imbang 1-1 melawan Fulham di Craven Cottage, Minggu (20/9/2026), membuat tim asuhan Michael Carrick hanya mengoleksi lima poin dari lima pertandingan.
Catatan tersebut menempatkan United di posisi ke-12 klasemen sementara. Mereka baru meraih satu kemenangan sepanjang lima pekan pertama liga.
Start tersebut juga menyamai catatan terburuk Manchester United dalam 12 tahun terakhir setelah lima pertandingan Premier League. Catatan serupa terakhir terjadi pada musim 2014/2015.
Namun hasil melawan Fulham setidaknya menghindarkan Setan Merah dari kekalahan ketiga secara beruntun di semua kompetisi.
Baca Juga: Carrick Tetap Percaya VAR Jelang Fulham vs Man United meski MU Sempat Dirugikan
Cunha Selamatkan MU pada Menit Ke-89
United sebenarnya hampir pulang dari London tanpa membawa poin.
Fulham unggul pada menit ke-63 setelah Lisandro Martinez melakukan gol bunuh diri. Situasi itu membuat MU harus mengejar ketertinggalan pada sekitar setengah jam terakhir pertandingan.
Gol yang ditunggu baru datang satu menit menjelang waktu normal berakhir.
Matheus Cunha melepaskan tembakan dari luar kotak penalti. Bola mengenai David Affengruber, berubah arah dan membuat Bernd Leno gagal melakukan penyelamatan.
Skor 1-1 bertahan sampai pertandingan berakhir.
Satu poin tersebut membuat United menghindari tiga kekalahan beruntun setelah sebelumnya takluk dari Manchester City di Premier League dan Brighton & Hove Albion di Carabao Cup.
Baca Juga: Hasil dan Klasemen Liga Inggris: Man City Sapu Bersih Lima Laga, Man United Tertahan Fulham
Start MU Samai Catatan 12 Tahun Lalu
Persoalan yang lebih besar terlihat dari akumulasi hasil United sejak musim dimulai.
Dalam lima pertandingan Premier League, pasukan Carrick hanya mengumpulkan lima poin dengan satu kemenangan.
United juga sudah tertinggal 10 poin dari Manchester City yang memimpin klasemen dengan hasil sempurna dari lima pertandingan.
Perolehan lima poin dari lima laga menyamai start United pada musim 2014/2015. Ketika itu, tim yang ditangani Louis van Gaal juga hanya mengumpulkan lima angka dalam lima pertandingan pertama.
Musim tersebut dimulai dengan kekalahan dari Swansea City, dua hasil imbang menghadapi Sunderland dan Burnley, kemenangan besar atas Queens Park Rangers, kemudian kekalahan 3-5 dari Leicester City.
Artinya, setelah lebih dari satu dekade, United kembali berada pada posisi serupa dalam lima pertandingan pertama liga.
Masalah MU Bukan Sekadar Hasil
Hasil di Craven Cottage juga memperpanjang periode sulit Carrick.
United telah menelan tiga kekalahan dari tujuh pertandingan di semua kompetisi musim ini. Mereka juga sudah tersingkir dari Carabao Cup.
Meski demikian, Carrick melihat sejumlah perkembangan dalam permainan timnya ketika menghadapi Fulham. Ia membantah anggapan bahwa United tampil terlalu pasif dan menilai timnya memiliki peluang untuk mendapatkan hasil lebih baik.
United memang mampu menekan Fulham pada sejumlah fase. Namun kegagalan memaksimalkan kesempatan kembali membuat mereka kehilangan dua poin.
Bernd Leno juga melakukan sejumlah penyelamatan penting yang menghalangi United mencetak gol lebih awal.
Baca Juga: Michael Carrick Masih Ingin Tambah Pemain Manchester United
Carrick Memasuki Jeda Internasional dalam Tekanan
Posisi United membuat sorotan terhadap Carrick semakin besar menjelang jeda internasional.
Dalam lima pertandingan liga, Setan Merah hanya sekali menang dan kini tertinggal cukup jauh dari kelompok teratas.
Namun musim masih berada pada fase awal. Lima pertandingan belum menentukan perjalanan satu musim penuh, meski perolehan poin United menunjukkan mereka perlu segera memperbaiki konsistensi.
Gol Cunha di Craven Cottage setidaknya mencegah situasi menjadi lebih buruk.
United membawa pulang satu angka dari London, tetapi lima poin dari lima pertandingan menjadi pekerjaan rumah Carrick ketika Premier League kembali bergulir setelah jeda internasional.











