Bulatan Times – Penanganan jenazah korban KM Virgo Transport 8 yang dievakuasi melalui jalur udara diperketat setibanya di Lanud Syamsudin Noor, Kalimantan Selatan. Kantong jenazah dan petugas yang terlibat dalam proses evakuasi harus melewati proses disinfeksi sebelum korban dibawa menggunakan ambulans.
Prosedur tersebut dilakukan Balai Karantina Kesehatan (BKK) Banjarmasin untuk mengurangi risiko kesehatan setelah jenazah dievakuasi dari bangkai kapal yang tenggelam di Laut Jawa.
Koordinator Wilayah Kerja Bandara Syamsudin Noor BKK Banjarmasin, Hendy Nugraha, menjelaskan protokol diperketat untuk mencegah kemungkinan penyebaran penyakit dari jenazah. BKK menjalankan prosedur itu bersama unsur kepolisian dan Basarnas.
Jenazah yang tiba melalui jalur udara dibawa dalam kantong khusus. Sebelum masuk ambulans untuk diteruskan ke fasilitas penanganan berikutnya, petugas melakukan penyemprotan disinfektan.
Prosedur juga berlaku bagi personel yang bersentuhan dengan proses evakuasi.
Baca Juga: Basarnas Hadapi Arus Kuat dalam Pencarian KMP Virgo, 99 Orang Masih Dicari
Kondisi Jenazah Menjadi Pertimbangan
Penanganan lebih ketat berkaitan dengan kondisi korban yang ditemukan setelah berada cukup lama di dalam air dan bangkai kapal.
BKK mengambil langkah pencegahan untuk melindungi petugas yang melakukan kontak selama proses pemindahan. Disinfeksi menjadi salah satu tahapan sebelum jenazah diteruskan untuk pemeriksaan dan identifikasi.
Setelah tiba di Banjarmasin, penanganan korban berlanjut melalui Tim Disaster Victim Identification (DVI).
Proses identifikasi tidak selalu dapat dilakukan dengan cepat karena kondisi fisik sebagian korban sudah sulit dikenali. Tim DVI menggunakan data ante mortem dan post mortem, termasuk pemeriksaan medis, gigi, properti, hingga DNA sesuai kebutuhan.
Polda Kalimantan Selatan menyiapkan dua kontainer pendingin untuk menampung jenazah yang masih menunggu proses identifikasi. Kapasitas maksimal yang disiapkan mencapai 200 orang.
Kontainer bersuhu rendah digunakan untuk memperlambat proses pembusukan sehingga kondisi jenazah dapat dipertahankan selama pemeriksaan. Hingga Kamis malam, 22 korban masih belum teridentifikasi dan berada di RS Bhayangkara Banjarmasin.
14 Korban Dievakuasi dari Bangkai Kapal
Protokol tersebut semakin relevan setelah tim SAR menemukan lebih banyak korban di dalam KM Virgo Transport 8.
Pada operasi hari ke-12, Kamis (24/9), tim penyelam gabungan berhasil mengevakuasi 14 jenazah dari badan kapal. Penyelaman melibatkan Basarnas Special Group, TNI AL, dan unsur Potensi SAR.
Seluruh korban terlebih dahulu diangkat ke KN SAR Pacitan untuk penanganan awal. Jenazah kemudian diterbangkan menuju Banjarmasin menggunakan helikopter Basarnas dan Panther TNI AL sebelum diserahkan kepada Tim DVI dan pihak berwenang.
Penemuan tersebut menaikkan jumlah korban meninggal yang berhasil dievakuasi menjadi 42 orang.
Data Basarnas hingga Kamis mencatat 150 dari 243 orang dalam manifes telah ditemukan. Rinciannya 108 orang selamat dan 42 meninggal dunia, sedangkan 93 lainnya masih dalam pencarian.
Angka tersebut memperbarui perkembangan sebelumnya ketika jumlah orang yang masih dicari tercatat 99.
Baca Juga: KM Virgo Transport 8: Kronologi Kecelakaan hingga Evakuasi Korban dari Bangkai Kapal
Identifikasi Berlanjut di RS Bhayangkara
Pekerjaan belum selesai setelah jenazah berhasil dibawa ke daratan.
Tim DVI harus memastikan identitas setiap korban sebelum diserahkan kepada keluarga. Hingga Kamis malam, enam korban tambahan berhasil diidentifikasi melalui ciri medis, pemeriksaan gigi, dan properti yang ditemukan bersama korban.
Dengan tambahan tersebut, 20 dari 42 korban meninggal yang diterima telah teridentifikasi. Sebanyak 22 lainnya masih menjalani proses identifikasi.
Untuk kasus yang tidak dapat dipastikan melalui pemeriksaan awal, sampel DNA dikirim ke Laboratorium DNA Pusdokkes Polri di Jakarta.
Korban yang identitasnya sudah dipastikan kemudian diserahkan kepada keluarga. Kepolisian juga memberikan pengawalan dalam proses pemulangan dari RS Bhayangkara menuju rumah duka.
Operasi pencarian di lokasi tenggelamnya KM Virgo Transport 8 masih berjalan karena 93 orang dalam manifes belum ditemukan.











