Bulatan Times – Mantan pelatih Manchester United, Erik ten Hag, memperingatkan bahwa mantan klubnya bisa terdegradasi dari Liga Inggris apabila terus terjebak dalam rentetan hasil buruk.
Pernyataan Ten Hag muncul setelah Manchester United kalah 0-2 dari Chelsea di Stamford Bridge, Sabtu (31/10/2026). Kekalahan tersebut membuat tim asuhan Michael Carrick belum meraih kemenangan dalam sembilan pertandingan terakhir di seluruh kompetisi.
Manchester United kini menempati posisi ke-17 klasemen Premier League dengan tujuh poin dari sembilan pertandingan. Setan Merah hanya unggul selisih gol atas Crystal Palace yang berada di peringkat ke-18 atau zona degradasi.
Ten Hag Ingatkan Persaingan Ketat Liga Inggris
Ten Hag menilai nama besar Manchester United tidak menjamin klub tersebut aman dari ancaman degradasi.
Mantan pelatih asal Belanda itu menyoroti kekuatan seluruh peserta Premier League. Menurutnya, setiap klub memiliki skuad berkualitas dan pelatih yang mampu menghadirkan persaingan ketat.
“Di Liga Inggris, itu tentu mungkin karena semua tim kuat,” kata Ten Hag, dikutip dari Reuters, Senin (2/11/2026).
Ten Hag menjelaskan bahwa rangkaian hasil buruk dapat membuat sebuah tim memasuki situasi yang semakin sulit. Ketika kepercayaan diri dan hasil pertandingan terus menurun, usaha keluar dari tekanan juga menjadi lebih berat.
Penilaian tersebut disampaikan ketika ia ditanya mengenai kemungkinan Manchester United kembali turun ke kasta kedua sepak bola Inggris.
Terakhir kali Manchester United terdegradasi dari kasta tertinggi sepak bola Inggris adalah pada akhir musim 1973/1974, ketika kompetisi masih bernama First Division.
MU Terpuruk setelah Kalah dari Chelsea
Tekanan terhadap Manchester United meningkat setelah tim gagal meraih kemenangan dalam tiga pertandingan terakhir melawan Como 1907, Bournemouth, dan Chelsea.
MU kalah 1-4 dari Como di Liga Champions, kemudian takluk 0-3 saat menjamu Bournemouth sebelum kembali kehilangan poin di Stamford Bridge.
Kekalahan dari Chelsea terjadi setelah Manchester United gagal memaksimalkan beberapa peluang pada babak pertama. Morgan Rogers kemudian membawa tuan rumah unggul, sedangkan penalti Cole Palmer memastikan kemenangan Chelsea.
Lisandro Martinez juga menerima kartu merah sehingga Manchester United harus menyelesaikan pertandingan dengan sepuluh pemain.
Baca Juga: Hasil Chelsea vs MU 2-0: Martinez Kartu Merah, Carrick Makin Tertekan
Carrick masih memimpin persiapan Manchester United menghadapi AS Roma di Liga Champions pada Selasa (3/11/2026) waktu Inggris. Posisinya terus mendapat sorotan seiring buruknya hasil pertandingan.
Ten Hag Bandingkan dengan Masa Kepelatihannya di MU
Selain membahas ancaman degradasi, Ten Hag turut menanggapi penilaian terhadap masa kepelatihannya di Manchester United.
Ia menilai timnya telah mencatatkan pencapaian yang cukup baik, terutama ketika klub berhasil memenangkan dua trofi domestik dan finis ketiga di Premier League.
Ten Hag mulai melatih Manchester United pada 2022. Ia membawa klub memenangkan Piala Liga Inggris musim 2022/2023 dan Piala FA musim 2023/2024 sebelum diberhentikan pada Oktober 2024.
Menurut Ten Hag, pencapaian tersebut perlu dilihat bersama tantangan yang dihadapi tim saat itu. Ia juga mengingatkan bahwa sebelum kedatangannya, Manchester United sempat menjalani enam tahun tanpa trofi.
Saat ini, Ten Hag menjabat direktur teknik FC Twente di Belanda.
Manchester United Akan Menghadapi Roma dan Aston Villa
Manchester United dijadwalkan menjamu AS Roma di Old Trafford pada Rabu (4/11/2026) pukul 03.00 WIB dalam lanjutan Liga Champions.
Carrick sebelumnya menyatakan ingin memusatkan perhatian pada persiapan tim menghadapi pertandingan tersebut setelah kekalahan dari Chelsea.
Baca Juga: Michael Carrick Berharap Tetap Melatih MU Lawan Roma setelah Kalah dari Chelsea
Setelah menghadapi Roma, Manchester United akan menjamu Aston Villa pada Minggu (8/11/2026) dalam lanjutan Premier League.





