Bulatan Times – Bintang sepak bola Bayern Munich, Harry Kane, meraih penghargaan Ballon d’Or 2026. Kapten timnas Inggris tersebut tidak hanya menunjukkan produktivitas tinggi dalam mencetak gol, tetapi juga memberikan kontribusi besar bagi timnya. Selain itu, tim juri Ballon d’Or menilai Kane mampu mencetak gol-gol ikonik yang membedakannya dari nominator lainnya.
Harry Kane menerima trofi Ballon d’Or dari Ronaldo, legenda sepak bola asal Brasil, dalam acara yang berlangsung di London Palladium Theater, London, Inggris, pada Senin (26/10/2026) waktu setempat atau Selasa (27/10/2026) waktu Indonesia.
Keberhasilan Harry Kane menyisihkan kandidat Ballon d’Or 2026 rekan setimnya, Michael Olise yang masuk 10 nominasi penerima Ballon d’Or 2026. Nominasi lainnya, Lionel Messi (Inter Miami), Kylian Mbappe (Real Madrid), Lamine Yamal (Barcelona), Erling Haaland (Manchester City), Ousmane Bembele (Paris Saint Germain), Rodri (Machester City), Fabian Ruiz (Paris Saint Germain) dan Khvicha Kvaratskhelia (Napoli).
Baca juga: Gerard Martin Jagokan Lamine Yamal untuk Ballon d’Or 2026, Pau Cubarsi Ikut Disorot
Harry Kane membuktikan kelayakannya meraih penghargaan Ballon d’Or 2026.
Sepanjang musim Bundesliga 2025/2026 bersama Bayern Munich, Harry Kane tampil di 31 laga dengan menciptakan 36 gol dan 5 assist. Saat laga pembuka bersama Bayern Munuch melawan RB Leipzing, peraih 2 kali Sepatu Emas Eropa tersebut mampu menciptakan 3 gol untuk kemenangan Bayern Munich.
Di semua kompetisi Harry Kane total tampil di 51 laga dan menciptakan 61 gol dan 59 assist.. Sebanyak 31 di Bundesliga, 10 di Piala DFB, 14 di Champions, 1 di Piala Super Framz Beckenbauer.
Harry Kane menunjukkan performa gemilang yang membuatnya layak meraih Ballon d’Or 2026. Pada awal Bundesliga musim 2025/2026, Kane mencetak tiga hattrick, masing-masing saat Bayern Munich menghadapi RB Leipzig, Hoffenheim, dan Stuttgart. Saat melawan Stuttgart, Kane juga mencetak tiga gol ikonik melalui aksi solonya.
Sebanyak 100 jurnalis dari negara-negara berperingkat teratas FIFA menilai gaya bermain Harry Kane yang berbeda dari pemain lain. Kebiasaannya turun ke lini belakang sejak bergabung dengan Bayern Munich di Bavaria pun kerap memicu perdebatan.
Secara keseluruhan, ia berhasil mencetak sepuluh gol dari titik penalti di liga, empat di Liga Champions, dan tiga lagi saat Bayern melaju hingga final DFB-Pokal.
Kane hanya gagal mencetak gol saat Bayern Munich bertandang ke Wolfsburg dalam pertandingan liga kedua terakhir. Kiper lawan tanpa sengaja menggores titik penalti tanpa sepengetahuan Kane, sehingga memengaruhi peluangnya mencetak gol.





