Bulatan Times – Masa depan Michael Carrick sebagai pelatih Manchester United menjadi pembahasan pimpinan klub setelah kekalahan 0-3 dari Bournemouth di Old Trafford, Minggu (25/10/2026). Hingga Senin (26/10/2026), MU belum mengumumkan keputusan resmi mengenai kemungkinan pemecatannya.
Kepala eksekutif Manchester United, Omar Berrada, dan direktur sepak bola Jason Wilcox mendatangi pusat latihan Carrington pada Senin untuk membicarakan kelanjutan tugas Carrick.
Pembahasan tersebut berlangsung setelah Manchester United gagal meraih kemenangan dalam delapan pertandingan beruntun di seluruh kompetisi.
Di Liga Inggris, Setan Merah menempati peringkat ke-16 dengan tujuh poin dari delapan pertandingan. Mereka hanya unggul satu poin dari zona degradasi.
Kekalahan dari Bournemouth menambah tekanan terhadap Carrick setelah timnya juga takluk 1-4 dari Como 1907 dalam pertandingan Liga Champions pada Rabu (21/10/2026).
Baca Juga: Hasil Man Utd vs Bournemouth 0-3: Susunan Pemain dan Jalannya Laga
Kontrak Carrick hingga 2028, tetapi Posisinya Kembali Dipertanyakan
Carrick sebenarnya baru mendapatkan kontrak permanen pada Mei 2026 setelah menjalani periode awal yang menjanjikan sebagai pelatih Manchester United.
Mantan gelandang Inggris itu kembali menangani MU pada Januari 2026 setelah kepergian Ruben Amorim. Ia kemudian membawa tim finis di posisi ketiga Liga Inggris 2025/2026 dan lolos ke Liga Champions.
Pencapaian tersebut membuat Manchester United memberinya kontrak dua tahun hingga 2028.
Namun, perjalanan musim berikutnya jauh berbeda. Hasil buruk sejak awal kompetisi membuat posisi Carrick kembali mendapat sorotan.
Pada September, Carrick sudah menghadapi pertanyaan mengenai kemungkinan pemecatan. Ketika itu, ia memilih berkonsentrasi pada pekerjaannya dan upaya memperbaiki performa tim.
Baca Juga: Michael Carrick Tak Mau Larut dalam Isu Pemecatan di Manchester United
Setelah kekalahan dari Bournemouth, Carrick kembali mengakui bahwa situasi Manchester United sangat sulit. Ia memahami adanya ketidakpastian mengenai pekerjaannya dan menyatakan akan tetap melakukan yang terbaik bagi klub.
Carrick juga mendapat dukungan dari sebagian suporter yang menyanyikan namanya saat ia meninggalkan lapangan Old Trafford.
Ia mengaku menghargai dukungan tersebut, tetapi menegaskan bahwa gesturnya kepada penonton bukan dimaksudkan sebagai salam perpisahan.
Bruno Fernandes Dicadangkan, Nama Calon Pengganti Mulai Muncul
Situasi Carrick semakin mendapat perhatian setelah keputusannya tidak memainkan Bruno Fernandes dalam pertandingan melawan Bournemouth.
Kapten Manchester United itu berada di bangku cadangan sepanjang pertandingan tanpa mendapatkan kesempatan bermain.
Sebelumnya, Fernandes sempat mempertanyakan pendekatan taktik tim setelah kekalahan dari Como. Carrick kemudian memberikan tanggapan dengan menekankan pentingnya intensitas dan kerja keras para pemain.
Saat ditanya mengenai tidak dimainkannya Fernandes melawan Bournemouth, Carrick menjelaskan bahwa keputusan selama pertandingan dibuat berdasarkan kebutuhan untuk mengubah jalannya permainan. Ia tidak menyebut keputusan tersebut sebagai hukuman kepada sang kapten.
Baca Juga: Carrick Balas Kritik Bruno Fernandes Usai MU Kalah 1-4 dari Como
Di tengah pembahasan masa depan Carrick, sejumlah nama mulai dikaitkan dengan kemungkinan pergantian pelatih Manchester United.
Melansir laman Sky Sports, Eddie Howe dan Julian Nagelsmann termasuk kandidat yang dipertimbangkan apabila klub memutuskan mengganti Carrick.
Howe sebelumnya menangani Newcastle United, sedangkan Nagelsmann memiliki pengalaman melatih Bayern Munchen dan tim nasional Jerman. Belum ada pengumuman Manchester United mengenai penunjukan pelatih pengganti.
Manchester United dijadwalkan menghadapi Chelsea pada Sabtu (31/10/2026) dalam lanjutan Liga Inggris. Klub belum mengumumkan apakah akan ada perubahan pelatih sebelum pertandingan tersebut.





