Bulatan Times – Aprilia Racing belum menganggap ban belakang hard sebagai jawaban pasti atas masalah blistering yang muncul pada Sprint MotoGP Jepang 2026 di Mobility Resort Motegi.
Michelin menarik ban belakang soft dari pilihan untuk balapan utama setelah sejumlah pembalap mengalami kerusakan akibat panas berlebih pada Sprint, Sabtu (3/10/2026). Ban medium tetap tersedia, sedangkan ban hard dengan konstruksi diperkuat menjadi pilihan yang direkomendasikan untuk race Minggu.
Masalah tersebut tidak hanya muncul pada pengguna ban soft. Jack Miller juga menemukan blistering pada ban medium yang digunakannya ketika Sprint, sementara ban medium Marco Bezzecchi tidak menunjukkan masalah serupa.
Michelin kemudian memperpanjang sesi warm-up MotoGP Jepang dari 10 menjadi 20 menit agar para pembalap memiliki kesempatan mencoba ban hard. Sebelum Minggu pagi, kompon dengan konstruksi tahan panas tersebut belum digunakan sepanjang akhir pekan Motegi.
Aprilia Nilai Data Warm-up Belum Cukup
Team Manager Aprilia Racing Paolo Bonora menilai tambahan waktu warm-up merupakan langkah yang tepat. Namun, pengujian singkat itu belum memberi kepastian mengenai kemampuan ban hard bertahan sepanjang balapan 24 lap.
Pembalap yang mencoba ban hard juga belum menyelesaikan jarak yang mendekati durasi penuh Grand Prix. Catatan terpanjang menggunakan kompon tersebut hanya mencapai 12 lap, atau setengah dari jarak race.
“Tidak ada yang tahu setelah sesi warm-up ini,” kata Bonora, dikutip dari Crash.net.
Bonora menyoroti karakter blistering yang dapat muncul pada bagian akhir lomba. Ketika kerusakan mulai berkembang, kondisinya bisa memburuk dengan cepat dan menjadi sulit dikendalikan.
Situasi itu membuat Aprilia tidak hanya mempertimbangkan kecepatan. Tim juga harus memastikan pilihan ban mampu membawa pembalap menyelesaikan balapan dengan aman.
Baca Juga: Marco Bezzecchi Nyaris Highside di FP1 MotoGP Jepang, Tetap Lolos Q2
Marc Marquez Tercepat dengan Ban Hard
Marc Marquez menjadi pembalap tercepat pada warm-up setelah menggunakan ban belakang hard. Ia mencatat waktu terbaik setelah sebelumnya juga mencoba medium.
Marco Bezzecchi dan Jorge Martin turut mencoba kedua pilihan ban. Namun, catatan waktu terbaik dua pembalap Aprilia tersebut justru dibuat menggunakan medium. Bezzecchi sempat memimpin sesi dengan waktu 1 menit 43,559 detik sebelum berganti kompon.
Martin menghadapi persoalan blistering pada ban soft saat Sprint. Francesco Bagnaia juga mengalami kerusakan berat pada ban belakang hingga tidak menyelesaikan lap terakhir, sedangkan Miller melaporkan blistering pada medium.
Michelin tetap mengizinkan penggunaan medium pada balapan utama, tetapi memperingatkan kompon tersebut membutuhkan pengelolaan temperatur dan wheelspin yang lebih ketat. Ban hard menjadi rekomendasi utama setelah soft dikeluarkan dari alokasi.
Baca Juga: Marc Marquez Tercepat di FP1 MotoGP Jepang 2026, Martin dan Bezzecchi Menguntit
Race MotoGP Jepang 2026 dijadwalkan berlangsung Minggu (4/10) pukul 12.00 WIB dengan jarak 24 lap.











