Bulatan Times – Marc Marquez mengaku pengalaman menghadapi keterbatasan fisik membuat pandangannya terhadap Dani Pedrosa berubah. Setelah sama-sama pernah menjadi rekan setim di Repsol Honda, Marquez kini menilai kemampuan Pedrosa mengendalikan motor MotoGP dalam kondisi fisik yang tidak selalu ideal sebagai sesuatu yang semakin ia hargai.
Marquez dan Pedrosa berbagi garasi Honda selama enam musim, dari 2013 hingga 2018. Dalam periode itu, Marquez melihat langsung gaya berkendara Pedrosa yang menurutnya sangat mengandalkan teknik untuk mengatasi keterbatasan fisik.
“Sekarang karena kekuatan saya berkurang, saya semakin menghargainya. Setiap kali bertemu, saya meminta nasihat darinya,” kata Marquez, dikutip dari Crash.
Marquez juga menyebut mengikuti Pedrosa di lintasan selalu menjadi pelajaran penting. Ia menilai mantan rekan setimnya memiliki teknik yang sangat tinggi, terutama karena harus mengimbangi tuntutan fisik motor MotoGP.
Baca Juga: Marc Marquez Balikkan Defisit 102 Poin, Peluang Juara MotoGP 2026 Terbuka
Cedera Mengubah Cara Marquez Melihat Pedrosa
Komentar Marquez datang setelah ia sendiri menjalani periode panjang dengan masalah fisik. Pada Agustus 2026, MotoGP melaporkan dampak tujuh operasi pada bahu kanannya masih terasa ketika ia harus memacu motor hingga batas maksimal.
Pada 2026, Marquez juga menjalani operasi pada bahu kanan bersamaan dengan operasi patah tulang metatarsal kelima di kaki kanannya. Prosedur pada bahu dilakukan untuk menangani cedera lama yang kembali menimbulkan masalah setelah kecelakaan di MotoGP Indonesia 2025.
Dokter saat itu mengangkat dua sekrup dan fragmen tulang dari operasi Latarjet 2019 yang bergeser hingga menekan saraf radial. Setelah kembali balapan, Marquez masih harus menyesuaikan cara berkendara dengan kondisi fisiknya.
Pengalaman tersebut membuat Marquez merasa lebih memahami apa yang pernah dihadapi Pedrosa. Dalam komentarnya, ia bahkan menilai kemampuan Pedrosa tidak bisa dilihat hanya dari jumlah gelar dunia kelas utama.
Baca Juga: Marc Marquez Kembali ke Motegi, Kini Tertinggal 12 Poin dari Jorge Martin
Pedrosa Menang 31 Kali meski Tak Pernah Juara Dunia MotoGP
Pedrosa mengakhiri karier penuh waktunya di MotoGP pada akhir 2018 tanpa pernah menjadi juara dunia kelas utama. Meski demikian, ia mengoleksi 31 kemenangan MotoGP, serta tiga gelar dunia dari kelas 125cc dan 250cc.
Ia juga tiga kali menjadi runner-up klasemen MotoGP, masing-masing pada 2007, 2010, dan 2012. Musim 2012 menjadi salah satu peluang terbaiknya setelah mencatat tujuh kemenangan.
Marquez menyinggung sejumlah momen ketika cedera dan nasib buruk menghambat perjalanan Pedrosa. Di Misano 2012, Pedrosa harus memulai balapan dari belakang sebelum terlibat insiden dengan Hector Barbera pada lap pertama.
Setahun kemudian di Aragon, kontak antara Marquez dan Pedrosa merusak kabel kontrol traksi motor Pedrosa. Pedrosa kemudian mengalami highside dan gagal finis ketika masih berada dalam persaingan depan.
Setelah pensiun sebagai pembalap reguler pada 2018, Pedrosa bergabung dengan KTM sebagai pembalap penguji. Ia kemudian beberapa kali kembali melalui penampilan wildcard bersama KTM.











