Bulatan Times – Michelin membawa kembali konstruksi ban belakang keras yang pernah menjadi tantangan bagi Ducati di Austria untuk MotoGP Jepang 2026 di Mobility Resort Motegi. Namun, ban tersebut hanya satu dari tiga pilihan belakang yang tersedia sehingga belum tentu menjadi opsi utama untuk Sprint maupun balapan.
Perubahan alokasi dilakukan setelah lintasan Motegi mendapat permukaan aspal baru. Michelin tidak memiliki data pengujian MotoGP di permukaan tersebut sehingga menyiapkan pilihan ban lebih luas berdasarkan simulasi serta informasi dari penyelenggaraan sebelumnya.
Situasi itu menjadi perhatian bagi Marc Marquez dan Ducati setelah Desmosedici kesulitan menghasilkan grip belakang ketika menggunakan konstruksi ban yang lebih kaku di Red Bull Ring pada seri Austria. Marquez sendiri finis kedua pada Sprint, kemudian menyelesaikan Grand Prix di posisi kelima.
Baca Juga: Marc Marquez Kembali ke Motegi, Kini Tertinggal 12 Poin dari Jorge Martin
Michelin Siapkan Tiga Pilihan Ban Depan dan Belakang
Untuk Motegi, Michelin menyediakan ban depan Soft, Medium, dan Hard. Ketiganya menggunakan kompon simetris, tetapi spesifikasi Hard mendapat konstruksi yang diperkuat.
Di bagian belakang, Michelin juga membawa tiga pilihan. Soft dan Medium memakai casing standar, sedangkan Hard menggunakan casing reinforced yang sebelumnya tersedia di Austria.
“Soft dan Medium menggunakan casing standar kami, sedangkan Hard memakai casing reinforced yang sudah kami tawarkan di Austria,” kata Piero Taramasso dari Michelin Motorsport, dikutip dari Crash.
Michelin meningkatkan tingkat kekakuan pilihan ban belakang dibandingkan MotoGP Jepang 2025 sebagai langkah antisipasi terhadap karakter permukaan baru. Kondisi grip, tingkat abrasi, dan kemampuan aspal menghasilkan temperatur ban baru akan terlihat setelah motor MotoGP mulai turun ke lintasan pada Jumat.
Hasil Marquez di Austria Tidak Hanya Dipengaruhi Ban
Konstruksi tersebut relevan bagi Ducati karena Marquez mengakui timnya kesulitan mendapatkan grip belakang dengan ban yang lebih kaku di Austria. Masalah serupa juga pernah muncul pada kondisi tertentu sebelumnya.
Namun, posisi kelima Marquez pada Grand Prix Austria tidak bisa dikaitkan hanya dengan ban. Pembalap Ducati Lenovo itu juga mengalami masalah rem pada fase awal balapan dan harus memulihkan posisi setelah kehilangan waktu. Pedro Acosta akhirnya menang, Jorge Martin finis kedua, sementara Marquez menjadi pembalap Ducati terbaik di posisi kelima.
Baca Juga: Rem Bermasalah, Marc Marquez Nyaris Gagal Finis di MotoGP Austria 2026
Hasil Austria membuat Martin menuju Jepang dengan keunggulan 12 poin atas Marquez di klasemen. MotoGP secara resmi juga mencatat bahwa hanya 42 poin yang memisahkan tiga pembalap teratas menjelang Motegi.
Baca Juga: Klasemen MotoGP 2026 Jelang Motegi: Martin Unggul 12 Poin atas Marc Marquez
Ban Hard Belum Tentu Menjadi Pilihan Balapan
Kembalinya casing reinforced tidak otomatis berarti Ducati akan menghadapi masalah yang sama seperti di Austria. Soft dan Medium belakang tetap menggunakan casing standar, sementara pilihan yang paling efektif baru dapat ditentukan setelah karakter aspal baru Motegi diketahui.
Ducati juga memiliki rekam jejak kuat di sirkuit Jepang tersebut. Pabrikan asal Italia itu mencatat sembilan kemenangan Grand Prix di Motegi, termasuk kemenangan Francesco Bagnaia pada dua edisi terakhir, 2024 dan 2025. Ducati juga mengunci gelar pembalap di Motegi bersama Casey Stoner pada 2007 dan Marc Marquez pada 2025.
Marquez mengatakan dalam preview resmi Ducati bahwa ia menyukai Motegi dan ingin kembali tampil kompetitif. Berbeda dengan setahun sebelumnya ketika ia memastikan gelar dunia di Jepang, kali ini pembalap nomor 93 tersebut datang sebagai pengejar Martin.
Data pertama mengenai respons ban terhadap permukaan baru akan diperoleh pada sesi Jumat, 2 Oktober. MotoGP Jepang berlangsung hingga Minggu, 4 Oktober 2026.










