15 °c
Ashburn
14 ° Rab
14 ° Kam
Selasa, September 22, 2026
  • Login
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
    • MOTOGP
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
    • MOTOGP
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
Home SPORT MOTOGP

Marc Marquez Ungkap Senjata Utama dalam Perebutan Gelar MotoGP 2026

Marc Marquez menyebut motor Ducati dan timnya sebagai modal terbesar menghadapi tujuh seri terakhir dalam perebutan gelar MotoGP 2026.

Redaksi Bulatan Times by Redaksi Bulatan Times
1 menit ago
in MOTOGP
0
Marc Marquez dalam perebutan gelar MotoGP 2026

Marc Marquez dalam persaingan gelar MotoGP 2026. (Foto: Ducati Media House)

0
SHARES
3
VIEWS

Bulatan Times – Marc Marquez memasuki fase penentuan perebutan gelar MotoGP 2026 dengan persaingan yang kembali ketat. Setelah sempat mengambil alih puncak klasemen di Misano, pembalap Ducati Lenovo itu meninggalkan Austria dalam posisi kedua.

Meski situasi berubah hanya dalam satu akhir pekan, Marquez tetap melihat dua faktor sebagai modal terbesarnya menghadapi tujuh seri terakhir musim ini: motor Ducati dan tim yang bekerja bersamanya.

Ketika ditanya mengenai kekuatan utamanya dalam perburuan gelar, Marquez memberikan jawaban singkat.

“My bike and my team,” kata Marquez, dikutip dari Crash, Senin (21/9/2026).

Pernyataan tersebut muncul setelah musim yang memperlihatkan perubahan besar dalam posisi Marquez di klasemen. Ia pernah tertinggal 102 poin, kemudian memangkas seluruh jarak itu hingga mengambil alih posisi teratas.

Baca Juga: Rem Bermasalah, Marc Marquez Nyaris Gagal Finis di MotoGP Austria 2026

Marquez sempat mengejar defisit 102 poin

Perjalanan Marquez menuju persaingan gelar musim ini tidak berjalan lurus.

Tujuh putaran sebelum kemenangan di Misano, ia masih tertinggal 102 poin dari pemimpin klasemen. Rangkaian hasil berikutnya kemudian membuat selisih tersebut terus mengecil.

Momentum mencapai titik penting pada GP San Marino. Marquez meraih kemenangan di Misano dan menyamai perolehan poin Jorge Martin di puncak klasemen, dengan jumlah kemenangan yang menempatkannya di depan.

Misano juga menjadi akhir pekan kuat bagi Marquez. Ia memenangi Sprint sebelum kembali meraih hasil maksimal pada Grand Prix.

Namun, situasi berubah ketika kejuaraan berlanjut ke Red Bull Ring.

Baca Juga: Marc Marquez Balikkan Defisit 102 Poin, Peluang Juara MotoGP 2026 Terbuka

Austria menghentikan momentum Marquez

Marquez dan Martin tiba di Austria dengan jumlah poin sama. Red Bull Ring kemudian memberikan tantangan berbeda bagi Ducati.

Pada Sprint, Marquez finis kedua di belakang Martin. Hasil tersebut membuat pembalap Aprilia kembali mengambil alih puncak klasemen.

Situasinya menjadi lebih sulit pada balapan utama.

Marquez hanya mampu finis kelima setelah mengalami masalah pada sistem pengereman Ducati. Ia memilih membawa pulang poin daripada memaksakan diri mengejar hasil yang berisiko lebih besar.

Hasil akhir pekan tersebut membuat Marquez kini tertinggal 12 poin dari Martin.

Ban khusus Austria juga menjadi kendala

Kesulitan Ducati di Red Bull Ring sudah terlihat sebelum Grand Prix berlangsung.

Marquez menilai karakter ban belakang Michelin yang digunakan di Austria menjadi salah satu penyebab dirinya kehilangan performa dibandingkan Aprilia dan KTM.

Setelah meraih kemenangan beruntun di Aragon dan Misano, Ducati tidak mampu menunjukkan keunggulan yang sama di Spielberg. Marquez mengatakan masalah utamanya berkaitan dengan casing ban belakang khusus yang digunakan pada sirkuit tersebut.

Kondisi tersebut menjadi pengingat bahwa persaingan gelar tidak hanya bergantung pada kecepatan pembalap.

Karakter sirkuit, ban, performa motor, serta kemampuan tim mencari solusi sepanjang akhir pekan dapat mengubah posisi klasemen dalam waktu singkat.

Dalam konteks itulah jawaban Marquez mengenai motor dan tim menjadi relevan.

Ducati tetap menjadi modal Marquez

Hasil Austria memang tidak ideal, tetapi satu akhir pekan sulit tidak serta-merta mengubah penilaian Marquez terhadap paket yang dimilikinya.

Ducati memberinya motor yang memungkinkan mengejar defisit lebih dari 100 poin sepanjang musim.

Marquez juga mempunyai dukungan tim pabrikan yang dapat bekerja langsung dalam pengembangan dan penyesuaian motor selama akhir pekan Grand Prix.

Pada fase akhir kejuaraan, konsistensi paket tersebut dapat menjadi sama pentingnya dengan kemenangan.

Ketika kondisi tidak memungkinkan untuk menang, kemampuan mengamankan poin menjadi bagian dari strategi perebutan gelar. Sikap itu terlihat di Austria ketika Marquez menerima posisi kelima setelah menghadapi masalah pada motornya.

Jorge Martin kembali menjadi pembalap yang harus dikejar

Jorge Martin menjadi rival terdekat Marquez setelah Austria.

Pembalap Aprilia menunjukkan kemampuan membalik situasi pada Sprint Red Bull Ring. Martin sempat turun hingga posisi kedelapan pada lap pertama sebelum bangkit dan memenangkan balapan.

Pada Grand Prix, Martin kembali memperoleh hasil yang memperkuat posisinya di klasemen.

Dengan tujuh seri tersisa, jarak 12 poin membuat persaingan Marquez dan Martin masih terbuka.

Namun, keduanya bukan satu-satunya pembalap yang masih mempunyai peluang matematis.

Marquez juga mewaspadai Acosta

Pedro Acosta kembali masuk dalam pembicaraan setelah meraih kemenangan MotoGP pertamanya di Austria.

Pembalap KTM tersebut kini berada 72 poin di belakang Martin dengan 259 poin yang masih tersedia dalam tujuh putaran tersisa, dengan catatan jumlah poin tersebut masih bergantung pada perkembangan kalender Qatar.

Marquez sendiri tidak mencoret Acosta dari persaingan.

Ia mengingat bagaimana dirinya pernah berada 102 poin di belakang hanya beberapa seri sebelumnya. Karena itu, selisih besar pada tahap ini belum dianggap cukup untuk menyingkirkan pembalap lain dari perhitungan.

Performa KTM juga menunjukkan peningkatan. Setelah masalah mesin pada pertengahan musim, Acosta kembali mampu memanfaatkan kekuatan pengereman dan performa RC16 untuk bersaing di depan.

Kemenangan Austria membuat ancamannya semakin nyata menjelang rangkaian balapan Asia.

Motegi menjadi ujian berikutnya

MotoGP selanjutnya menuju Jepang pada 2–4 Oktober 2026.

Motegi memiliki karakter pengereman berat yang berpotensi kembali memberi peluang kepada Acosta. Marquez bahkan menilai pembalap KTM tersebut sebagai salah satu kandidat kuat untuk menang di Jepang setelah performanya di Austria.

Bagi Marquez, seri Jepang juga menjadi kesempatan untuk merespons kehilangan poin di Red Bull Ring.

Setelah Motegi, kejuaraan berlanjut menuju Mandalika. Rangkaian flyaway akan membuat perebutan gelar memasuki fase ketika satu kesalahan dapat memberikan dampak besar terhadap klasemen.

Motor dan tim menjadi fondasi tujuh seri terakhir

Marquez sudah menunjukkan bahwa defisit besar dapat dibalik dalam waktu relatif singkat.

Sebaliknya, Austria memperlihatkan bahwa posisi puncak juga dapat hilang hanya dalam satu akhir pekan.

Itulah sebabnya tujuh seri terakhir tidak hanya akan ditentukan oleh siapa yang paling cepat pada satu lintasan. Kemampuan pembalap dan tim beradaptasi terhadap karakter sirkuit, ban, kondisi motor, dan tekanan perebutan gelar akan menjadi bagian penting.

Bagi Marquez, jawaban mengenai modal utamanya sudah jelas: motor yang kompetitif dan tim yang ia percaya.

Dengan selisih 12 poin dari Martin, dua faktor tersebut kini akan diuji sepanjang rangkaian penutup MotoGP 2026.

Source: Crash
Tags: DucatiMarc MarquezMotoGP 2026

Related Posts

Motor MotoGP 850cc menjalani pengujian untuk musim 2027
MOTOGP

Tes MotoGP 850cc di Austria, Catatan Waktu Mulai Dekati Motor 1000cc

September 22, 2026
Joan Mir absen di MotoGP Jepang dan Indonesia 2026
MOTOGP

Joan Mir Absen di MotoGP Jepang dan Indonesia 2026

September 22, 2026
Ilustrasi resmi MotoGP Austria 2026 di Red Bull Ring
MOTOGP

Klasemen MotoGP 2026 Usai Austria: Martin Pimpin, Acosta Naik ke P4

September 21, 2026
  • Trending
  • Comments
  • Latest
Cesc Fabregas pelatih Como 1907

Como Tumbang 0-2 dari Frosinone, Fabregas: Dalam Kondisi Normal Kami Bisa Menang 4-1

September 21, 2026
Aparat kepolisian melakukan penggeledahan di kompleks Kantor dan Rumah Jabatan Bupati Gowa

Polisi Geledah Kantor dan Rujab Bupati Gowa, Dalami Dugaan Pungli PBG dan Gratifikasi

September 22, 2026
Ilustrasi penggunaan berbagai layanan AI dengan aman untuk pemula

Cara Menggunakan AI dengan Aman: Kenali Fungsi ChatGPT, Gemini, Claude hingga Canva AI

September 21, 2026
Pelatih Barcelona Hansi Flick memberikan instruksi dari pinggir lapangan

Hansi Flick Ubah Wajah Barcelona: Rotasi Lebih Berani, Tak Ada Lagi Starter yang Aman

September 21, 2026
Marc Marquez dalam perebutan gelar MotoGP 2026

Marc Marquez Ungkap Senjata Utama dalam Perebutan Gelar MotoGP 2026

Ilustrasi operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8

Pencarian Korban KM Virgo Transport 8, Arus Laut Jadi Tantangan Penyelam Basarnas

Ilustrasi build Dyrroth tersakit 2026 Mobile Legends

Build Dyrroth Tersakit 2026, Item, Emblem dan Combo

Ilustrasi cara menyembunyikan pesan WhatsApp dengan kode rahasia

Cara Menyembunyikan Pesan WhatsApp dengan Kode Rahasia

Marc Marquez dalam perebutan gelar MotoGP 2026

Marc Marquez Ungkap Senjata Utama dalam Perebutan Gelar MotoGP 2026

September 22, 2026
Ilustrasi operasi pencarian korban KM Virgo Transport 8

Pencarian Korban KM Virgo Transport 8, Arus Laut Jadi Tantangan Penyelam Basarnas

September 22, 2026
Ilustrasi build Dyrroth tersakit 2026 Mobile Legends

Build Dyrroth Tersakit 2026, Item, Emblem dan Combo

September 22, 2026
Ilustrasi cara menyembunyikan pesan WhatsApp dengan kode rahasia

Cara Menyembunyikan Pesan WhatsApp dengan Kode Rahasia

September 22, 2026

Tentang Kami

BulatanTimes.com

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang.

Halaman

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber

Newsletter

© 2026 BulatanTimes.com

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Always active
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Manage options
  • Manage services
  • Manage {vendor_count} vendors
  • Read more about these purposes
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
    • MOTOGP
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • ENTERTAINMENT
  • KULINER
  • GAME
  • OTOMOTIF

© 2026 Bulatan Times