Bulatan Times – Kota Mataram menyiapkan sekitar 3.000 hingga 4.000 kamar hotel untuk menampung penonton MotoGP Mandalika 2026 yang akan berlangsung pada 9–11 Oktober mendatang.
Ketersediaan kamar mencakup berbagai kelas akomodasi, mulai dari hotel berbintang hingga hotel melati. Jumlahnya masih berpeluang bertambah karena terdapat akomodasi baru yang mulai beroperasi di Kota Mataram.
Kepala Dinas Pariwisata Kota Mataram Cahya Samudra mengatakan pemerintah daerah berupaya memaksimalkan kapasitas penginapan menjelang meningkatnya kedatangan wisatawan dan penonton MotoGP.
Persiapan akomodasi tidak hanya menyangkut jumlah kamar. Pemerintah daerah juga mulai memberi perhatian pada tarif hotel agar lonjakan permintaan selama MotoGP tidak diikuti kenaikan harga yang tidak wajar.
Baca Juga: MotoGP Mandalika 2026 Jadi Peluang Besar untuk Pariwisata NTB
Dispar Kumpulkan Pengelola Hotel
Dispar Kota Mataram telah berkoordinasi dengan pelaku usaha akomodasi, termasuk Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) serta Asosiasi Hotel Mataram.
Salah satu pembahasannya adalah tarif batas atas yang dinilai rasional selama penyelenggaraan MotoGP. Pemerintah meminta pengelola akomodasi tetap memperhatikan kepatutan ketika menentukan harga kamar.
Perhatian terhadap tarif juga berkaitan dengan keberadaan perantara atau broker akomodasi. Wisatawan diminta membandingkan harga sebelum memesan dan menggunakan saluran resmi untuk mengurangi risiko mendapat harga yang jauh di atas kewajaran.
Persiapan kamar di Mataram menjadi bagian dari kebutuhan akomodasi yang lebih luas di Lombok. Permintaan kamar mulai terlihat di kawasan lain. Sejumlah hotel di Senggigi dilaporkan telah mencatat tingkat pemesanan sekitar 80–90 persen pada pertengahan September.
Baca Juga: Harga Tiket Pesawat Jelang MotoGP Mandalika 2026 Berpotensi Naik, Ini Penyebabnya
MotoGP Mandalika Digelar 9–11 Oktober
Kalender resmi menempatkan Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 pada 9–11 Oktober di Pertamina Mandalika International Circuit, Lombok Tengah.
Persiapan di sirkuit juga telah berjalan. MGPA pada September melakukan sejumlah pekerjaan menjelang balapan, termasuk pemeliharaan lintasan dan pembaruan sistem kamera CCTV. Penyelenggara juga merekrut tenaga sukarelawan untuk mendukung operasional Grand Prix.
Sirkuit Mandalika memiliki kapasitas grandstand 48.768 penonton berdasarkan informasi fasilitas yang dipublikasikan MGPA.
Kedatangan penonton dalam jumlah besar membuat kebutuhan akomodasi tidak terkonsentrasi di sekitar sirkuit. Mataram dan Senggigi menjadi alternatif bagi penonton yang tidak memperoleh kamar di kawasan Mandalika atau memilih menginap lebih jauh dari lintasan.
Parade Pembalap Kembali Digelar di Mataram
Kota Mataram juga masuk dalam rangkaian kegiatan menjelang Grand Prix.
Parade pembalap MotoGP 2026 direncanakan berlangsung pada 7 Oktober 2026, dua hari sebelum rangkaian balapan dimulai. Jika terlaksana sesuai jadwal, ini menjadi kali keempat Mataram menjadi lokasi parade MotoGP Mandalika.
Kegiatan tersebut diharapkan membawa penonton MotoGP lebih dekat ke pusat kota. Sektor yang berpotensi menerima peningkatan aktivitas bukan hanya hotel, tetapi juga restoran, rumah makan, transportasi, pedagang, dan UMKM.
Bagi penonton yang berencana datang ke Lombok, pemesanan akomodasi lebih awal menjadi relevan melihat tingkat hunian yang mulai meningkat. Harga dan ketersediaan kamar tetap perlu diperiksa melalui hotel atau kanal pemesanan resmi karena situasinya dapat berubah menjelang 9 Oktober.











