Bulatan Times – Kuota pertama tiket khusus warga Nusa Tenggara Barat untuk MotoGP Mandalika 2026 habis terjual. Penyelenggara kini membuka kuota kedua agar masyarakat lokal masih bisa mendapatkan tiket dengan skema harga khusus.
Chairman Pertamina Grand Prix of Indonesia 2026 sekaligus Direktur Operasi ITDC, Troy Reza Warokka, mengatakan penyerapan tiket dari pemegang KTP NTB menjadi salah satu yang paling tinggi menjelang balapan.
Program tiket lokal sebelumnya memberikan potongan harga 50 persen untuk sejumlah kategori grandstand. Antusiasme itu membuat kuota pertama habis sebelum rangkaian MotoGP 2026 di Mandalika dimulai pada 9–11 Oktober.
Pembukaan kuota kedua dilakukan ketika persiapan penyelenggaraan sudah memasuki tahap akhir. Dalam pembaruan resmi MGPA pada 24 September, penjualan tiket secara keseluruhan tercatat sekitar 59 persen, sementara pembelian terbesar datang dari masyarakat NTB.
Baca Juga: Harga Tiket MotoGP Mandalika 2026 Mulai Rp200.000, Cek Daftar Lengkapnya
Kuota Lokal Jadi Salah Satu Penjualan Terkuat
Tiket khusus KTP NTB memang disiapkan sebagai bagian dari upaya melibatkan masyarakat tuan rumah lebih besar dalam penyelenggaraan MotoGP.
Sejak program tersebut dibuka, warga NTB mendapat harga lebih rendah dibanding tarif normal. Regular Grandstand tertentu dijual mulai Rp200.000, sementara sejumlah kategori Premium Grandstand juga mendapat potongan 50 persen.
Respons lokal terlihat sejak pertengahan September. Saat itu, penjualan untuk pemegang KTP NTB sudah mencapai lebih dari 90 persen sebelum akhirnya kuota pertama dinyatakan habis.
Penyelenggara kemudian memutuskan menambah alokasi. Kuota lanjutan diharapkan menampung calon penonton yang belum kebagian pada penjualan awal.
Baca Juga: Tiket MotoGP Mandalika 2026 Tersisa 47 Persen, Penjualan Tembus 53 Persen
Target Penonton dan Persiapan Terus Dikejar
MotoGP Mandalika 2026 dijadwalkan berlangsung pada 9–11 Oktober di Pertamina Mandalika International Circuit.
Penyelenggara menargetkan sekitar 145.000 penonton selama rangkaian acara. Selain penjualan tiket, dukungan transportasi dan akomodasi juga terus ditambah menjelang akhir pekan balapan.
Sejumlah maskapai mengajukan puluhan penerbangan tambahan menuju Lombok untuk periode 8–12 Oktober. Hotel dan penginapan di kawasan Mandalika, Mataram, hingga Senggigi juga mulai menerima peningkatan permintaan.
Persiapan di sirkuit telah memasuki tahap akhir. Pemeliharaan lintasan, sistem keselamatan, fasilitas publik, shuttle, parkir, hingga pengamanan kawasan terus dirapikan menjelang kedatangan penonton.
Mario Aji, Veda Ega, dan Moto4 Tambah Daya Tarik
Penyelenggara juga melihat kehadiran pembalap Indonesia sebagai salah satu faktor yang mendorong minat penonton tahun ini.
Mario Suryo Aji dan Veda Ega Pratama masuk dalam rangkaian balap yang digelar di Mandalika. Selain itu, penyelenggara menghadirkan Moto4 sebagai bagian dari akhir pekan Grand Prix.
Kelas tersebut memberi ruang lebih besar bagi pembalap muda Asia untuk tampil dalam rangkaian balap internasional di Mandalika.
Rangkaian kegiatan sebelum balapan juga sudah disiapkan. Riders Parade dijadwalkan pada 7 Oktober, disusul Riders Go To School pada 8 Oktober, sebelum sesi lintasan dimulai pada 9 Oktober.











