Bulatan Times – Formula 1 tidak punya jeda panjang setelah GP Azerbaijan. Hanya beberapa hari setelah balapan di Baku, seluruh paddock bergerak ke Malaysia untuk menjalani seri berikutnya di Sepang International Circuit.
Balapan pada 2–4 Oktober 2026 tersebut tercatat sebagai Formula 1 Gulf Air Bahrain Grand Prix in Malaysia. Nama itu memang terdengar tidak biasa karena GP Bahrain tahun ini tidak digelar di Sakhir, melainkan dipindahkan ke Sepang.
Malaysia menjadi tuan rumah agar seri Bahrain tetap dapat dipertahankan dalam kalender 2026. Formula 1, FIA, Pemerintah Bahrain, dan Pemerintah Malaysia mencapai kesepakatan untuk membawa balapan tersebut ke Sepang.
Bagi penggemar F1 di Asia Tenggara, keputusan itu menghadirkan bonus besar. Sepang kembali menjadi bagian dari kalender setelah terakhir kali menggelar Grand Prix pada 2017.
Baca Juga: George Russell Menangi F1 GP Azerbaijan 2026, Verstappen Hanya Terpaut 0,196 Detik
Jadwal F1 Sepang 2026 dalam WIB
Akhir pekan di Sepang menggunakan format Grand Prix reguler tanpa Sprint. Formula 1 menjadwalkan dua sesi latihan pada Jumat, FP3 dan kualifikasi pada Sabtu, lalu balapan utama pada Minggu.
Kuala Lumpur berada satu jam di depan WIB, sehingga jadwal resmi lokal tinggal dikurangi satu jam untuk penonton Indonesia.
Jumat, 2 Oktober: FP1 pukul 11.30 WIB dan FP2 pukul 15.00 WIB.
Sabtu, 3 Oktober: FP3 pukul 11.30 WIB dan kualifikasi pukul 15.00 WIB.
Minggu, 4 Oktober: balapan utama pukul 14.00 WIB.
Race dijadwalkan berlangsung selama 56 lap. Sepang memiliki panjang lintasan 5,543 kilometer dengan jarak balapan sekitar 310,398 kilometer.
Jadwal tersebut masih dapat berubah bila ada penyesuaian operasional dari penyelenggara.
Sepang Kembali Setelah Hampir Satu Dekade
Kembalinya Formula 1 ke Sepang membawa nuansa berbeda dibanding sebagian besar seri lain musim ini.
Sirkuit Malaysia itu sudah menjadi bagian dari sejarah F1 sejak 1999. Karakternya menggabungkan lintasan lurus panjang, tikungan cepat, pengereman keras, dan kondisi cuaca yang sering sulit diprediksi.
Balapan 2026 sekaligus menjadi kesempatan pertama bagi generasi mobil dan pembalap sekarang untuk menjalani Grand Prix di Sepang. Sejumlah pembalap yang berada di grid musim ini bahkan belum pernah mengikuti balapan Formula 1 di Malaysia.
Tidak ada Sprint pada akhir pekan ini, sehingga tim mendapat tiga sesi latihan penuh untuk memahami karakter lintasan dan kondisi ban.
Baca Juga: Norris Terseret Tabrakan Dua Alpine di Baku, Rentetan Poin Berakhir
Mercedes Datang dengan Posisi Kuat
Sepang digelar hanya sepekan setelah GP Azerbaijan.
George Russell memenangi balapan di Baku dengan keunggulan hanya 0,196 detik atas Max Verstappen. Isack Hadjar melengkapi podium di posisi ketiga.
Kimi Antonelli tetap memimpin klasemen pembalap setelah Azerbaijan dengan 292 poin. Russell berada di posisi kedua dengan 211 poin, disusul Lewis Hamilton 191 poin dan Lando Norris 186 poin.
Mercedes karena itu datang ke Malaysia dengan posisi yang sangat kuat dalam perebutan gelar.
McLaren justru harus bangkit setelah akhir pekan yang sulit di Baku. Norris gagal finis setelah terseret insiden dua mobil Alpine, sementara Oscar Piastri hanya finis di posisi ke-14.
Sepang akan memberi tantangan berbeda. Trek yang lebar dan cepat memungkinkan lebih banyak variasi garis balap daripada jalan sempit Baku, sementara temperatur tinggi dapat membuat pengelolaan ban menjadi faktor penting.
Setelah Malaysia, F1 Langsung ke Singapura
GP Bahrain di Malaysia menjadi ronde ke-16 musim 2026.
Seminggu setelah Sepang, Formula 1 bergerak ke Marina Bay untuk GP Singapura pada 9–11 Oktober.
Rangkaian tersebut membuat kawasan Asia Tenggara mendapat dua akhir pekan Formula 1 secara beruntun. Sepang lebih dulu menggelar balapan pada Minggu 4 Oktober pukul 14.00 WIB, lalu Marina Bay mengambil giliran satu pekan kemudian.










