Bulatan Times – Pembalap Indonesia, Veda Ega Pratama, membawa misi kebangkitan menuju Grand Prix Austria 2026 setelah melalui akhir pekan yang tidak mudah pada seri sebelumnya di San Marino.
Putaran ke-15 Kejuaraan Dunia Moto3 2026 di Red Bull Ring menjadi kesempatan penting bagi Veda untuk kembali meraih poin. Balapan ini sekaligus menjadi seri terakhir sebelum kompetisi memasuki rangkaian flyaway, termasuk sejumlah balapan di kawasan Asia.
Veda datang ke Austria dengan bekal hasil kurang memuaskan dari Sirkuit Misano. Pembalap Honda Team Asia tersebut mengawali akhir pekan dengan menjanjikan setelah menembus Q2, tetapi harus memulai balapan dari posisi ke-16.
Dalam balapan utama Moto3 San Marino, Veda kesulitan memperbaiki posisi dan akhirnya menyelesaikan lomba di urutan ke-18. Hasil itu membuatnya pulang tanpa tambahan poin.
Baca Juga: Veda Ega Pratama Finis P18 di Moto3 San Marino 2026, Kembali Gagal Raih Poin
Veda Ega Pratama Ingin Tampil Lebih Baik
Alih-alih berlarut-larut dalam kekecewaan, pembalap berusia 17 tahun itu memilih menjadikan hasil di Misano sebagai bahan evaluasi.
“Saya harus lebih baik,” kata Veda, dikutip dari KompasTV, menjelang tantangan berikutnya di Austria.
Target tersebut menuntut Veda dan Honda Team Asia menemukan setelan yang tepat sejak sesi latihan. Posisi start juga akan menjadi salah satu faktor penting karena persaingan Moto3 kerap berlangsung rapat hingga putaran terakhir.
Veda sebenarnya telah menunjukkan bahwa dirinya mampu beradaptasi dengan cepat pada musim debutnya. Ia mengawali musim dengan finis kelima di Thailand, kemudian mencetak sejarah saat meraih podium ketiga pada Grand Prix Brasil.
Hasil di Brasil membuat Veda menjadi pembalap Indonesia pertama yang berdiri di podium balapan Grand Prix. Catatan itu memperlihatkan potensi besarnya di tengah persaingan ketat para pembalap muda Moto3.
Baca Juga: Veda Ega Pratama Start ke-16 di Moto3 San Marino 2026
Red Bull Ring Bukan Lintasan Asing
Red Bull Ring bukan sirkuit yang sepenuhnya asing bagi Veda. Saat masih tampil di Red Bull MotoGP Rookies Cup, ia pernah meraih podium ketiga di lintasan Austria tersebut pada musim 2024.
Pengalaman itu dapat menjadi modal tambahan ketika Veda kembali menghadapi trek dengan karakter pengereman keras dan akselerasi kuat. Namun, persaingan di Kejuaraan Dunia Moto3 tentu menuntut tingkat konsistensi yang lebih tinggi.
Veda perlu membangun ritme sejak latihan bebas pertama agar tidak kembali terjebak di barisan belakang. Keberhasilan mendapatkan posisi start yang kompetitif akan memperbesar peluangnya bertahan bersama rombongan depan.
Selain kecepatan, pengelolaan ban dan ketenangan saat menghadapi duel berkelompok bakal menentukan hasil balapan. Karakter Moto3 yang memungkinkan perubahan posisi dalam waktu singkat membuat setiap kesalahan kecil bisa berdampak besar.
Baca Juga: Veda Ega Pratama Tembus Q2 Moto3 San Marino 2026
Seri Terakhir sebelum Rangkaian Asia
Grand Prix Austria menjadi putaran ke-15 dalam kalender musim 2026. Setelah balapan di Red Bull Ring, kejuaraan akan meninggalkan Eropa untuk memasuki rangkaian flyaway.
Fase tersebut penting bagi Veda karena sejumlah balapan berikutnya berlangsung di Asia. Dukungan penggemar Indonesia diperkirakan semakin besar ketika kompetisi mendekati Grand Prix Indonesia di Mandalika.
Sebelum memikirkan rangkaian tersebut, fokus terdekat Veda adalah mengembalikan momentum di Austria. Hasil positif di Red Bull Ring dapat menjadi bekal berharga untuk menghadapi fase penutup musim debutnya.
Aksi Moto3 di Austria dimulai dengan latihan pada Jumat. Kualifikasi dijadwalkan berlangsung Sabtu, sedangkan balapan utama sebanyak 20 lap digelar Minggu pukul 11.00 waktu setempat atau 16.00 WIB.
Bagi Veda, akhir pekan di Spielberg bukan hanya kesempatan menambah poin. Balapan tersebut juga menjadi ujian untuk menunjukkan responsnya setelah hasil sulit di Misano dan membangun kembali kepercayaan diri sebelum tampil di Asia.









