MEDAN, BULATAN TIMES – Berastagi menjadi salah satu tujuan wisata di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, yang dapat dijangkau melalui perjalanan darat dari Kota Medan. Jaraknya sekitar 65-70 kilometer dengan waktu tempuh normal 2-3 jam, tergantung kondisi lalu lintas.
Berada di kawasan dataran tinggi, Berastagi dikenal dengan udara sejuk, pemandangan Gunung Sibayak dan Gunung Sinabung, serta hasil pertanian seperti jeruk dan markisa.
Wisatawan dapat mengunjungi Bukit Gundaling, pasar buah, taman kota, hingga tempat wisata di sekitar Berastagi seperti Taman Alam Lumbini dan pemandian air panas Sidebuk-debuk.
Jarak dan Rute dari Medan ke Berastagi
Perjalanan menuju Berastagi umumnya melewati Jalan Jamin Ginting, jalur utama yang menghubungkan Medan dengan kawasan dataran tinggi Karo.
Rute yang dapat dilalui adalah:
Medan – Pancur Batu – Sembahe – Sibolangit – Berastagi.
Pengendara akan melewati kawasan permukiman, perbukitan, serta jalan menanjak dan berkelok sebelum memasuki Berastagi.
Pada kondisi lalu lintas normal, perjalanan biasanya membutuhkan sekitar 2-3 jam. Namun, kepadatan kendaraan di kawasan Pancur Batu hingga Sibolangit dapat membuat perjalanan lebih lama, terutama pada akhir pekan dan hari libur.
Bagi wisatawan yang membawa mobil pribadi, kondisi rem, ban, dan bahan bakar perlu diperhatikan sebelum melewati jalur pegunungan.
Sementara itu, wisatawan yang tidak membawa kendaraan dapat menggunakan bus atau angkutan antarkota menuju Berastagi maupun Kabanjahe.
Salah satu kawasan keberangkatan angkutan menuju Tanah Karo berada di sekitar Simpang Pos, Jalan Jamin Ginting, Medan.
Penumpang perlu memastikan bahwa kendaraan melewati pusat Berastagi serta menanyakan lokasi turun sebelum berangkat.
Baca Juga: 5 Tempat Wisata di Kota Medan dan Alamatnya
6 Tempat Wisata di Berastagi dan Sekitarnya
1. Bukit Gundaling
Bukit Gundaling merupakan salah satu tempat wisata yang paling dikenal di Berastagi.
Daya tarik utamanya adalah pemandangan dataran tinggi Karo dari atas bukit. Saat cuaca cerah, pengunjung dapat melihat Gunung Sibayak dan Gunung Sinabung dari sejumlah titik pandang.
Bukit ini juga memiliki area untuk berjalan santai dan menikmati udara pegunungan. Di sekitar kawasan wisata terdapat pedagang makanan, minuman, serta berbagai suvenir.
Pengunjung yang ingin menikmati pemandangan tanpa melakukan pendakian panjang dapat memilih Bukit Gundaling karena aksesnya relatif mudah dari pusat Berastagi.
Lokasi: Gundaling I, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
2. Pasar Buah Berastagi
Pasar Buah Berastagi menjadi tempat yang menarik bagi wisatawan yang ingin melihat hasil pertanian khas dataran tinggi Karo.
Berbagai buah dapat ditemukan di kawasan ini, termasuk jeruk, markisa, dan buah musiman lainnya. Selain buah segar, pedagang juga menawarkan makanan ringan, tanaman hias, serta suvenir.
Pengunjung dapat membeli buah untuk dinikmati selama perjalanan atau dibawa pulang sebagai oleh-oleh.
Pasar Buah berada tidak jauh dari kawasan wisata Bukit Gundaling, sehingga keduanya dapat dikunjungi dalam satu perjalanan.
Alamat: Jalan Gundaling, Tambak Lau Mulgap I, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
3. Taman Mejuah-Juah
Taman Mejuah-Juah merupakan ruang terbuka di pusat Berastagi yang digunakan untuk kegiatan masyarakat dan pertunjukan budaya.
Kawasan ini memiliki area untuk berjalan santai, beristirahat, dan menikmati udara sejuk.
Taman Mejuah-Juah juga menjadi lokasi penyelenggaraan berbagai acara daerah. Salah satunya adalah Festival Bunga dan Buah Kabupaten Karo yang berlangsung pada 30 Juli hingga 1 Agustus 2026.
Festival tersebut menampilkan hasil pertanian, parade kendaraan hias, seni budaya, serta produk usaha masyarakat Karo.
Di luar kegiatan festival, taman ini tetap menjadi salah satu ruang terbuka yang dapat dikunjungi wisatawan.
Lokasi: Gundaling I, Kecamatan Berastagi, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
Baca Juga: Wisata Danau Toba dan Cara ke Sana Lewat Darat dari Medan
4. Taman Alam Lumbini
Taman Alam Lumbini menjadi pilihan wisata religi dan arsitektur di kawasan sekitar Berastagi.
Tempat ini dikenal melalui bangunan pagoda berwarna emas yang menyerupai Pagoda Shwedagon di Myanmar.
Bangunan pagoda memiliki ornamen khas Buddha, sementara kawasan sekitarnya dilengkapi taman dan area terbuka dengan suasana dataran tinggi.
Selain menjadi tempat wisata, Taman Alam Lumbini juga digunakan untuk kegiatan keagamaan. Pengunjung perlu menjaga ketenangan, mengenakan pakaian sopan, dan mengikuti ketentuan pengelola.
Lokasinya berada di wilayah Dolat Rayat, tidak jauh dari pusat Berastagi.
Alamat: Jalan Barusjahe, kawasan Tongkoh, Kecamatan Dolat Rayat, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
5. Pemandian Air Panas Sidebuk-debuk
Pemandian air panas Sidebuk-debuk menawarkan pengalaman berendam di kawasan pegunungan dekat Gunung Sibayak.
Air panas di wilayah ini berkaitan dengan aktivitas panas bumi Gunung Sibayak. Sejumlah tempat pemandian menyediakan kolam yang dapat digunakan pengunjung untuk berendam.
Udara dataran tinggi yang sejuk menjadi salah satu daya tarik kawasan tersebut.
Sidebuk-debuk dapat menjadi pilihan bagi wisatawan yang ingin beristirahat setelah berkeliling Berastagi atau melakukan aktivitas di kawasan Gunung Sibayak.
Terdapat beberapa pengelola kolam air panas di wilayah ini. Fasilitas dan biaya masuk dapat berbeda pada setiap tempat.
Lokasi: Kawasan Lau Sidebuk-debuk, Desa Semangat Gunung, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, Sumatera Utara.
6. Gunung Sibayak
Gunung Sibayak menjadi pilihan bagi wisatawan yang menyukai pendakian dan pemandangan alam pegunungan.
Gunung dengan ketinggian sekitar 2.212 meter di atas permukaan laut ini memiliki jalur pendakian menuju kawasan kawah yang masih menunjukkan aktivitas panas bumi.
Dari beberapa titik di jalur pendakian, pengunjung dapat menikmati pemandangan dataran tinggi Karo. Gunung Sibayak juga dikenal sebagai salah satu tempat untuk menyaksikan matahari terbit.
Pendakian menuju kawasan puncak umumnya membutuhkan sekitar 2-3 jam, bergantung pada jalur yang digunakan, cuaca, dan kemampuan fisik pendaki.
Wisatawan perlu membawa perlengkapan yang sesuai, termasuk sepatu dengan daya cengkeram baik, jaket, air minum, dan penerangan apabila berangkat sebelum matahari terbit.
Kawasan kawah memiliki lubang yang mengeluarkan uap serta gas panas. Pengunjung tidak boleh mendekati sumber gas atau memasuki area yang ditutup petugas.
Pendaki yang belum mengenal jalur sebaiknya menggunakan jasa pemandu lokal dan memastikan kondisi cuaca serta akses pendakian sebelum berangkat.
Lokasi: Kawasan Gunung Sibayak, Kabupaten Karo, Sumatera Utara. Salah satu akses menuju kaki gunung berada di kawasan Jaranguda, Kecamatan Merdeka.





