JAKARTA, BULATAN TIMES – Bisnis stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) Shell di Indonesia resmi beralih kepemilikan kepada SEFAS Group sejak Jumat (30/10/2026). Meski pengelolanya berubah, nama Shell tetap digunakan dan produk bahan bakar minyak (BBM) dengan merek tersebut tetap dipertahankan.
Pengalihan itu mencakup sekitar 200 SPBU Shell di Indonesia. Jaringan tersebut kini beroperasi melalui PT Isla Energy Indonesia, perusahaan yang dimiliki SEFAS Group.
Shell memastikan penggunaan mereknya akan berlanjut melalui perjanjian lisensi. Namun, ketersediaan sejumlah produk bensin Shell masih menjadi perhatian karena belum seluruh jenis BBM dapat dibeli di SPBU pada awal November 2026.
Nama dan Logo Shell Tetap Digunakan
Pergantian pemilik bisnis SPBU tidak membuat jaringan tersebut langsung menggunakan nama SEFAS Group atau Isla Energy.
Shell memberikan izin penggunaan merek kepada operator baru melalui perjanjian lisensi. Dengan pengaturan tersebut, jaringan SPBU tetap menggunakan identitas Shell meskipun bisnis ritelnya sudah tidak dimiliki langsung oleh Shell Indonesia.
Perubahan terutama terjadi pada perusahaan yang memiliki dan mengelola kegiatan usaha SPBU.
PT Isla Energy Indonesia kini bertanggung jawab atas operasional jaringan tersebut di bawah kepemilikan SEFAS Group.
SEFAS merupakan perusahaan Indonesia yang telah lama menjadi mitra Shell, terutama dalam distribusi produk pelumas.
Produk BBM Shell Tetap Dipertahankan, tetapi Stok Bensin Belum Pulih
Shell menyatakan pelanggan akan tetap memperoleh akses terhadap produk BBM bermerek Shell setelah transaksi selesai.
Produk yang tercantum dalam portofolio bahan bakar Shell Indonesia meliputi Shell Super, Shell V-Power, Shell V-Power Nitro+, dan Shell V-Power Diesel.
Meski nama produk tersebut tetap dipertahankan, ketersediaannya belum kembali normal.
Pada 1 November 2026, Shell Super, Shell V-Power, dan Shell V-Power Nitro+ masih tercatat belum tersedia. Sementara itu, Shell V-Power Diesel dipasarkan dengan harga Rp. 25.420 per liter.
Harga Shell V-Power Diesel tersebut tidak mengalami perubahan dibandingkan September 2026.
Ketersediaan diesel juga belum merata di seluruh jaringan. Produk tersebut tercatat tersedia di sejumlah SPBU yang berada di Jakarta, Banten, Jawa Barat, dan Jawa Timur.
Kondisi stok bensin tidak dapat langsung dikaitkan dengan pergantian pemilik karena gangguan pasokan telah berlangsung sebelum transaksi selesai.
Pergantian operator juga bukan berarti harga seluruh BBM otomatis berubah. Konsumen tetap perlu memperhatikan harga yang berlaku serta jenis produk yang tersedia di masing-masing SPBU.
Baca Juga: Harga BBM Pertamina 1 November 2026 Tidak Naik, Ini Daftar Terbarunya
Bagaimana dengan Shell GO+ dan Layanan SPBU?
Peralihan kepemilikan turut membawa perubahan pada pengelolaan program loyalitas pelanggan Shell GO+.
Keanggotaan program tersebut dialihkan pengelolaannya kepada PT Isla Energy Indonesia sesuai ketentuan yang berlaku. Pelanggan juga diarahkan menggunakan aplikasi Shell GO+ Indonesia sebagai pengganti aplikasi Shell Asia.
Program Shell GO+ tetap menyediakan mekanisme pengumpulan dan penukaran poin untuk transaksi yang memenuhi persyaratan.
Pelanggan perlu memperhatikan saldo, masa berlaku poin, serta ketentuan penukaran hadiah pada aplikasi yang digunakan.
Selain layanan BBM, Shell masih mencantumkan Shell Select, deli2go, bengkel SPBU Shell, dan Shell Recharge sebagai bagian dari layanan yang tersedia di jaringannya.
Ketersediaan fasilitas dan program pelanggan dapat berbeda menurut lokasi SPBU serta ketentuan operasional masing-masing.
Baca Juga: Harga BBM Oktober 2026 Bakal Naik? Ini Faktor yang Perlu Dicermati
Pengalihan Mencakup Sekitar 200 SPBU dan Terminal Gresik
Transaksi antara Shell dan SEFAS Group tidak terbatas pada perubahan perusahaan pengelola SPBU.
Shell menyatakan pengalihan tersebut mencakup sekitar 200 SPBU di Indonesia, dengan lebih dari 160 lokasi merupakan SPBU milik perusahaan.
Kegiatan pasokan dan distribusi BBM yang berkaitan dengan jaringan tersebut juga termasuk dalam transaksi, bersama terminal BBM di Gresik, Jawa Timur.
Rencana pengalihan bisnis pertama kali diumumkan pada Mei 2025 dengan skema yang melibatkan Citadel Pacific Limited dan SEFAS Group.
Pada Agustus 2026, SEFAS kemudian mengumumkan kesepakatan pengambilalihan seluruh bisnis SPBU Shell. Transaksi diselesaikan pada 30 Oktober berdasarkan perjanjian yang telah direvisi.
Bisnis Pelumas Shell Tidak Ikut Dialihkan
Meskipun bisnis SPBU beralih kepada SEFAS Group, Shell tetap mempertahankan kegiatan usaha pelumas di Indonesia.
Pengalihan tersebut tidak mencakup bisnis pelumas yang memiliki fasilitas produksi di kawasan Marunda, Bekasi.
Shell juga telah memulai produksi di pabrik manufaktur gemuk pada September 2026. Fasilitas tersebut mempunyai kapasitas produksi hingga 12 kiloton per tahun dan melengkapi pabrik pelumas dengan kapasitas 300 juta liter per tahun.
Pelanggan yang hendak mengisi BBM di jaringan SPBU Shell dapat memeriksa daftar ketersediaan produk berdasarkan lokasi melalui informasi resmi Shell Indonesia. Daftar tersebut diperbarui secara berkala mengikuti perubahan pasokan di setiap wilayah.





