BULATAN TIMES – Valir dikenal sebagai hero Mage pengendali api dalam Mobile Legends: Bang Bang (MLBB). Namun, di balik kekuatannya yang dapat membakar dan mendorong lawan, Valir menyimpan kisah tentang kehilangan keluarga, persahabatan yang retak, serta perselisihan dengan orang yang pernah mengajarinya sihir.
Valir berasal dari Fire Throat, sebuah wilayah di Agelta Drylands dalam dunia Land of Dawn. Ia merupakan pewaris kerajaan yang memiliki hubungan dekat dengan Vale, pengguna sihir angin dari Wind Fort.
Keduanya pernah tumbuh sebagai sahabat. Akan tetapi, tragedi yang menimpa keluarga Valir membuat hubungan tersebut berubah. Perjalanan Valir semakin rumit ketika ia mempelajari sihir di bawah bimbingan Gord dan akhirnya bertarung melawan mantan gurunya sendiri.
Siapa Valir dan dari Mana Asalnya?
Valir berasal dari Fire Throat, wilayah kerajaan yang dikenal dengan kekuatan sihir api. Tempat tersebut berada di kawasan Agelta Drylands, bagian dari Land of Dawn yang menjadi latar berbagai kisah Mobile Legends.
Dalam cerita karakter MLBB, Valir merupakan putra penguasa Fire Kingdom. Sejak muda, ia memiliki hubungan dekat dengan Vale, pewaris Wind Fort yang menguasai sihir angin.
Persahabatan mereka bermula ketika keduanya bertemu dalam sebuah acara kerajaan.
Meskipun memiliki kekuatan berbeda, Valir dan Vale menemukan kecocokan. Mereka menghabiskan masa kecil bersama, termasuk menjelajahi Fire Kingdom dan Valley of Winds.
Hubungan keduanya menjadi bagian penting dari kisah Valir karena konflik yang muncul kemudian bukan terjadi antara dua orang asing, melainkan dua sahabat yang pernah saling mempercayai.
Mengapa Valir Berpisah dengan Vale?
Persahabatan Valir dan Vale berubah setelah terjadi konflik yang melibatkan kerajaan mereka.
Ayah Valir tewas dalam peristiwa yang berkaitan dengan ayah Vale, penguasa wilayah angin. Kematian tersebut membuat Valir kehilangan keluarganya sekaligus mengubah hubungannya dengan sahabat masa kecilnya.
Valir meninggalkan tanah kelahirannya dengan membawa keinginan untuk membalas kematian sang ayah.
Sementara itu, Vale masih menganggap Valir sebagai orang yang sangat dekat dengannya. Ia tidak ingin perselisihan keluarga menghapus seluruh kenangan yang pernah mereka bangun bersama.
Dalam kisah Vale, keduanya memiliki sebuah janji untuk bertemu kembali setelah sepuluh tahun.
Bagi Vale, janji itu menyimpan harapan agar hubungan mereka dapat diperbaiki. Namun, bagi Valir, masa lalu yang belum terselesaikan membuat pertemuan tersebut tidak mudah.
Perbedaan itulah yang kemudian membayangi pertarungan mereka di Inferno of Fire.
Mengapa Valir Bertarung dengan Gurunya, Gord?
Setelah meninggalkan Fire Throat, Valir melanjutkan perjalanan dan mempelajari sihir di Magic Academy.
Di tempat tersebut, kemampuannya menarik perhatian Gord, seorang pengajar yang menguasai sihir Arcane.
Arcane merupakan kekuatan sihir yang dipelajari melalui pengendalian energi dan mantra. Valir menunjukkan bakat besar dalam mempelajarinya sehingga Gord bersedia membimbingnya.
Akan tetapi, Valir tidak puas hanya menggunakan teknik yang diajarkan di akademi.
Ia mulai menggabungkan sihir Arcane dengan mantra api dari tanah kelahirannya. Perpaduan itu menghasilkan kekuatan yang lebih agresif dibandingkan sihir yang biasa dipelajari murid lain.
Gord menilai tindakan Valir telah menyimpang dari ajarannya. Ia menganggap penggabungan tersebut merusak kemurnian kekuatan Arcane.
Perselisihan mereka memuncak ketika Gord berusaha menghilangkan kekuatan api yang telah menyatu dalam diri Valir.
Valir menolak dan melawan gurunya. Pertarungan tersebut berlangsung dengan kekuatan besar hingga merusak sebagian bangunan Magic Academy.
Dalam kisah penguasaan hero Valir, bentrokan itu digambarkan menyebabkan kerusakan pada sekitar separuh akademi.
Valir akhirnya meninggalkan tempat tersebut. Hubungannya dengan Gord tidak lagi menjadi hubungan guru dan murid, melainkan dua pengguna sihir yang memiliki pandangan bertentangan mengenai kekuatan Arcane.
Gord kemudian berusaha mencari mantan muridnya karena menganggap kekuatan tersebut terlalu berbahaya untuk dibiarkan.
Baca Juga: Asal Usul Nana di Mobile Legends dan Kisah Molina
Lima Tahun Valir Berlatih di Inferno of Fire
Setelah meninggalkan Magic Academy, Valir menuju Inferno of Fire, kawasan gunung berapi aktif di bagian barat daya Land of Dawn.
Wilayah tersebut dikenal berbahaya karena panas dan aktivitas vulkaniknya. Dalam kisah Mobile Legends, tempat itu juga menjadi lokasi ujian bagi para penyihir yang ingin meningkatkan penguasaan sihir api.
Valir menetap di sana selama lima tahun.
Ia berusaha menyatukan sihir api Arcane yang telah dikembangkannya dengan kekuatan api dari gunung berapi.
Proses tersebut tidak mudah. Panas dan energi dari gunung berapi memberikan tekanan besar pada tubuhnya.
Namun, Valir terus berlatih karena ingin mencapai kekuatan yang lebih besar.
Selama berada di Inferno of Fire, ia juga masih mengingat janji sepuluh tahun dengan Vale. Pertemuan yang dijanjikan itu belum tiba, tetapi hubungan mereka telah berubah jauh dari masa kecil.
Pertarungan Valir, Vale, dan Gord di Gunung Berapi
Ketika Valir masih berada di Inferno of Fire, Vale datang mencarinya.
Pertemuan tersebut berlangsung sebelum masa sepuluh tahun dalam janji mereka terpenuhi. Valir mempertanyakan alasan Vale datang ketika masih ada lima tahun tersisa.
Keduanya kemudian menggunakan kekuatan masing-masing.
Valir menyerang dengan sihir api, sedangkan Vale mengandalkan kendali atas angin. Walaupun saling berhadapan, kisah tersebut menggambarkan bahwa keduanya sebenarnya tidak ingin membunuh satu sama lain.
Benturan kekuatan api dan angin membuat kondisi gunung berapi semakin tidak stabil.
Situasi berubah ketika Gord tiba di lokasi yang sama.
Gord masih menganggap Valir telah menyimpang dari ajaran Magic Academy. Ia berusaha menghentikan mantan muridnya dan menghilangkan kekuatan sihir yang dianggap berbahaya.
Vale justru menghalangi serangan Gord. Ia tidak ingin sahabat masa kecilnya terluka, meskipun hubungan mereka sudah dipenuhi konflik.
Valir tetap berusaha menghadapi keduanya dengan kekuatannya sendiri.
Di tengah pertarungan, ia akhirnya berhasil menyatukan sihir api Arcane dengan energi gunung berapi. Kekuatan tersebut mengubah kondisi tubuhnya dan membuat matanya tampak menyala merah.
Perubahan itu menjadi bagian penting dari kisah Valir sebagai Son of Flames.
Namun, kekuatan Valir, sihir angin Vale, dan serangan Arcane Gord membuat gunung berapi semakin tidak terkendali.
Benturan tersebut berakhir dengan keruntuhan besar di kawasan Inferno of Fire.
Baca Juga: Asal Usul Hayabusa di Mobile Legends
Apa yang Terjadi pada Valir Setelah Pertarungan?
Setelah keruntuhan gunung berapi, Vale dan Gord berusaha mencari Valir.
Keduanya tidak berhasil menemukannya di antara reruntuhan.
Namun, hilangnya Valir tidak dinyatakan sebagai kematian dalam kisah tersebut.
Vale tetap percaya bahwa sahabatnya masih hidup. Ia juga menganggap janji sepuluh tahun mereka belum berakhir.
Peristiwa di Inferno of Fire memperlihatkan perbedaan tujuan ketiga tokoh. Valir ingin menguasai kekuatannya sendiri, Gord berusaha menghentikan sihir yang dinilainya berbahaya, sedangkan Vale masih ingin mempertahankan hubungan dengan sahabat lamanya.
Dalam permainan Mobile Legends, identitas Valir sebagai pengguna sihir api juga terlihat melalui kemampuan seperti Burst Fireball, Searing Torrent, dan Vengeance Flame.
Kisah Valir di Inferno of Fire berakhir tanpa kepastian mengenai keberadaannya setelah keruntuhan. Sementara itu, Vale masih menyimpan harapan untuk bertemu kembali dengan Valir dan menyelesaikan janji yang pernah mereka buat ketika masih bersahabat.





