21 °c
Banjar Triwangsakeliki
25 ° Sab
25 ° Ming
Sabtu, Oktober 31, 2026
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
  • SPORT
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
Home HEALTH

Demam DBD Turun Belum Tentu Sembuh, Kenali Fase Kritis dan Tanda Bahayanya

Demam yang mulai turun pada penderita DBD belum tentu menandakan sembuh. Kenali fase kritis, risiko kebocoran plasma, dan tanda bahayanya.

Eldrada by Eldrada
31 Oktober 2026, 01.34 WIB
in HEALTH
Seorang perempuan berbaring di tempat tidur dengan kompres di dahi, didampingi anggota keluarga; termometer dan segelas air berada di meja samping

Ilustrasi pasien demam yang sedang didampingi anggota keluarga di rumah. (Ilustrasi AI/Bulatan Times)

Bulatan Times – Demam yang mulai turun pada penderita demam berdarah dengue (DBD) belum tentu menjadi tanda kesembuhan. Pada sebagian pasien, penurunan suhu tubuh justru terjadi bersamaan dengan fase kritis, ketika risiko gangguan sirkulasi darah, perdarahan, dan syok perlu diwaspadai.

Fase kritis umumnya muncul sekitar hari ketiga hingga ketujuh sejak demam dimulai. Periode ini sering membuat keluarga terkecoh karena suhu tubuh pasien sudah mendekati normal, padahal kondisinya masih membutuhkan pemantauan.

Meski demikian, tidak semua pasien DBD yang demamnya turun akan mengalami komplikasi berat. Sebagian besar penderita dapat melewati fase tersebut dan berangsur pulih.

Hal yang perlu diperhatikan adalah perubahan kondisi tubuh, tanda bahaya, serta hasil pemeriksaan medis selama perjalanan penyakit.

Baca Juga: Cara Meredakan Gatal dan Bentol akibat Gigitan Nyamuk di Rumah

Mengapa Demam Turun Justru Bisa Berbahaya?

Pada infeksi dengue, tubuh mengalami perubahan selama melawan virus yang ditularkan melalui gigitan nyamuk Aedes yang terinfeksi.

Salah satu perubahan yang dapat terjadi adalah meningkatnya permeabilitas pembuluh darah kecil. Kondisi ini membuat bagian cair dari darah, yang disebut plasma, lebih mudah keluar dari pembuluh darah menuju jaringan di sekitarnya.

Peristiwa tersebut dikenal sebagai kebocoran plasma.

Jika kebocoran berlangsung cukup berat, jumlah cairan yang beredar di dalam pembuluh darah dapat berkurang. Akibatnya, aliran darah menuju organ penting menjadi terganggu.

Dalam kondisi berat, pasien dapat mengalami syok, yaitu keadaan ketika sirkulasi darah tidak mampu memenuhi kebutuhan organ tubuh secara memadai.

Kebocoran plasma sering terjadi ketika demam mulai mereda. Namun, penurunan suhu bukan penyebab langsung kebocoran tersebut. Keduanya merupakan bagian dari perubahan yang dapat berlangsung selama infeksi dengue.

Karena itu, suhu yang sudah normal tidak cukup untuk memastikan bahwa pasien telah melewati masa berbahaya.

Kenali Tiga Fase Perjalanan Penyakit DBD

Perjalanan infeksi dengue umumnya dibagi menjadi tiga fase, yaitu fase demam, fase kritis, dan fase pemulihan.

Fase demam biasanya berlangsung selama dua hingga tujuh hari. Pada tahap ini, pasien dapat mengalami demam tinggi mendadak, sakit kepala, nyeri otot dan sendi, mual, muntah, serta ruam pada kulit.

Fase kritis sering dimulai ketika demam mereda, biasanya sekitar hari ketiga hingga ketujuh sejak gejala muncul. Periode kebocoran plasma yang bermakna umumnya berlangsung sekitar 24-48 jam.

Pada sebagian pasien, kondisi tubuh membaik selama periode ini. Namun, pasien dengan kebocoran plasma berat dapat mengalami penurunan sirkulasi darah dalam waktu relatif singkat.

Fase pemulihan terjadi ketika kebocoran plasma berhenti dan kondisi sirkulasi mulai stabil. Nafsu makan, aktivitas, dan pengeluaran urine biasanya berangsur membaik.

Waktu setiap fase dapat berbeda antar pasien. Karena itu, menghitung hari demam perlu disertai pemantauan gejala dan pemeriksaan tenaga kesehatan.

Tanda Bahaya DBD Saat Demam Mulai Turun

Ketika demam mereda, keluarga perlu memperhatikan apakah keadaan pasien benar-benar membaik atau justru menunjukkan gejala yang mengkhawatirkan.

Beberapa tanda bahaya yang harus dikenali antara lain:

1. Nyeri perut hebat

Pasien mengalami sakit perut yang kuat atau nyeri ketika bagian perut disentuh. Keluhan dapat muncul bersamaan dengan perubahan kondisi sirkulasi.

2. Muntah terus-menerus

Muntah berulang hingga pasien kesulitan mempertahankan asupan cairan perlu mendapat perhatian segera.

3. Perdarahan

Tanda yang dapat terlihat meliputi mimisan, gusi berdarah, muntah darah, atau buang air besar berwarna hitam akibat perdarahan saluran cerna.

4. Tubuh sangat lemas atau gelisah

Pasien yang terlihat sangat lemah, sulit dibangunkan, gelisah tidak seperti biasanya, atau mengalami perubahan kesadaran membutuhkan pemeriksaan segera.

5. Tangan dan kaki terasa dingin

Kulit yang pucat, dingin, atau lembap, terutama jika disertai nadi cepat dan lemah, dapat menandakan gangguan sirkulasi darah.

6. Jumlah urine berkurang

Pasien yang buang air kecil jauh lebih sedikit dari biasanya dapat mengalami kekurangan cairan atau gangguan sirkulasi yang memerlukan penilaian medis.

7. Sesak napas

Kesulitan bernapas dapat berkaitan dengan penumpukan cairan atau komplikasi lain pada dengue berat.

Tanda bahaya tidak harus muncul bersamaan. Satu tanda yang jelas sudah cukup menjadi alasan untuk segera mencari pertolongan medis.

Pasien juga dapat mengalami gangguan sirkulasi serius tanpa perdarahan yang terlihat dari luar.

Apakah Trombosit Turun Berarti Pasien Pasti Mengalami DBD Berat?

Jumlah trombosit sering menjadi perhatian keluarga ketika seseorang dirawat karena DBD.

Trombosit merupakan komponen darah yang membantu proses pembekuan ketika terjadi luka atau perdarahan.

Pada infeksi dengue, jumlah trombosit dapat menurun selama perjalanan penyakit. Namun, angka trombosit saja tidak cukup untuk menentukan apakah pasien sedang mengalami fase kritis atau memerlukan perawatan intensif.

Dokter juga memperhatikan hematokrit, yaitu persentase volume sel darah merah dalam darah.

Peningkatan hematokrit dapat menjadi salah satu petunjuk berkurangnya plasma di dalam pembuluh darah, terutama apabila terjadi bersamaan dengan perubahan kondisi pasien.

Selain hasil laboratorium, tekanan darah, denyut nadi, tingkat kesadaran, kemampuan minum, dan jumlah urine turut menjadi bagian dari penilaian.

Karena itu, keluarga tidak sebaiknya hanya menunggu angka trombosit mencapai batas tertentu sebelum mencari pertolongan.

Apa yang Harus Dilakukan Ketika Demam DBD Mulai Turun?

Pasien yang diduga atau telah didiagnosis mengalami infeksi dengue perlu mengikuti jadwal pemeriksaan dan pemantauan dari tenaga kesehatan, termasuk ketika suhu tubuh mulai membaik.

Jika dokter mengizinkan perawatan di rumah, pastikan pasien cukup beristirahat dan memperoleh cairan yang memadai sesuai kemampuan minum serta anjuran medis.

Air putih dan cairan yang mengandung elektrolit dapat membantu menjaga asupan cairan. Namun, pasien yang muntah terus-menerus atau tidak mampu minum perlu segera diperiksa.

Perhatikan frekuensi buang air kecil, tingkat kesadaran, keluhan perut, dan tanda perdarahan.

Catat pula hari pertama demam serta perubahan gejala yang terjadi. Informasi tersebut dapat membantu dokter menilai perjalanan penyakit.

Untuk mengurangi nyeri atau demam, parasetamol dapat digunakan sesuai dosis yang dianjurkan tenaga kesehatan.

Hindari aspirin dan ibuprofen pada pasien yang dicurigai mengalami dengue karena obat tersebut dapat meningkatkan risiko perdarahan.

Jangan memberikan infus sendiri atau menganggap semua penderita DBD membutuhkan cairan infus. Pemberian cairan melalui pembuluh darah harus disesuaikan dengan hasil pemeriksaan agar tidak terjadi kekurangan maupun kelebihan cairan.

Baca Juga: Penyebab Radang Tenggorokan dan Ciri-cirinya, Kapan Perlu ke Dokter?

Kapan Pasien DBD Harus Segera Dibawa ke Rumah Sakit?

Pasien harus segera dibawa ke instalasi gawat darurat apabila mengalami nyeri perut hebat, muntah terus-menerus, perdarahan, sesak napas, penurunan kesadaran, atau tanda gangguan sirkulasi seperti kulit dingin dan nadi lemah.

Jangan menunggu demam kembali tinggi sebelum mencari pertolongan.

Bayi, ibu hamil, lansia, serta pasien dengan penyakit penyerta seperti gangguan ginjal atau penyakit jantung juga dapat membutuhkan pemantauan lebih ketat.

Dokter akan menentukan apakah pasien dapat melanjutkan perawatan di rumah atau perlu dirawat berdasarkan kondisi klinis dan pemeriksaan yang diperlukan.

Penanganan sejak awal ketika muncul tanda bahaya sangat penting untuk mencegah gangguan sirkulasi berkembang menjadi kondisi yang mengancam jiwa.

Source: Kementerian Kesehatan, CDC
Tags: Demam Berdarah

Related Posts

Calendula Mom & Baby Care
HEALTH

Dari Baby Massage hingga Perawatan Pascapersalinan, Ini Layanan Calendula Mom & Baby Care

Oktober 29, 2026
Semangkuk bubur bayi dengan suwiran ayam, wortel dan brokoli di atas meja makan
HEALTH

Naik Tekstur MPASI Terlalu Cepat atau Terlambat, Apa Dampaknya bagi Anak?

Oktober 29, 2026
Dokter memeriksa bagian dalam mulut dan tenggorokan seorang perempuan menggunakan spatula lidah di ruang pemeriksaan
HEALTH

Penyebab Radang Tenggorokan dan Ciri-cirinya, Kapan Perlu ke Dokter?

Oktober 26, 2026

Highlights

Kanwil Kemenkum Banten Dampingi Kemenko Hukum Jajaki Kolaborasi Strategis dengan Untirta

Cara Mengurus Akta Kelahiran yang Hilang, Ini Syarat dan Biayanya

Cara Cek Sertifikat Tanah Lewat HP Pakai Sentuh Tanahku, Ini Langkahnya

100 Sekolah Rakyat Dibangun di 32 Provinsi, Libatkan 97 Ribu Pekerja Lokal

MagangHub Batch 3 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftar hingga 4 November

IHSG Variatif, Investor Tunggu The Fed dan Kinerja Bank

Terpopuler

Hotspot Karhutla Menurun, tetapi Ancaman Kebakaran Berulang dan Kerusakan Hutan Masih Mengintai

Cara Daftar dan Mendapatkan Uang dari Bilibili

A2M Rental Mobil Aceh Tawarkan Sewa Mobil Harian dan Bulanan di Banda Aceh

Asal Usul Hanabi di Mobile Legends

Menkeu Ancam Potong Anggaran MBG jika Tak Terserap Hingga Akhir Oktober

Bulatan Times

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang. Ikuti kabar nasional, ekonomi, teknologi, olahraga, kesehatan, dan perjalanan dalam satu tempat.

Informasi & Kebijakan

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan

Terhubung dengan Kami

Kirim pertanyaan, saran, koreksi, dan kerja sama ke [email protected]. Akses Bulatan Times juga melalui aplikasi Android.

Bulatan Times Play Store

© 2026 BulatanTimes.com

Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Selalu aktif
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Kelola pilihan
  • Kelola layanan
  • Kelola {vendor_count} vendor
  • Baca selengkapnya tentang tujuan ini
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME

© 2026 Bulatan Times