15 °c
Columbus
16 ° Sel
17 ° Rab
Senin, November 2, 2026
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
  • SPORT
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
Home HEALTH

Viral Stevia Diduga Tak Sesuai Klaim, BPOM Turun Tangan dan Penjualan Produk Dihentikan Sementara

Polemik Beeru Stevia mencuat setelah Dokter Detektif mengungkap dugaan kandungan pemanis buatan yang tidak tercantum pada label. BPOM kini melakukan penelusuran, sementara produsen menghentikan sementara penjualan produk.

Raden Vania by Raden Vania
2 November 2026, 20.04 WIB
in HEALTH
Viral Stevia Diduga Tak Sesuai Klaim, BPOM Turun Tangan dan Penjualan Produk Dihentikan Sementara

JAKARTA, BULATAN TIMES – Produk pemanis alternatif stevia tengah menjadi perbincangan hangat di media sosial. Kali ini, perhatian publik tertuju pada produk Beeru Stevia setelah muncul dugaan ketidaksesuaian antara kandungan produk dan informasi yang tercantum pada kemasan.

Polemik tersebut mencuat setelah dokter sekaligus kreator konten kesehatan dan kecantikan, Samira Farahnaz atau yang dikenal sebagai Dokter Detektif (Doktif), membagikan hasil pengujian laboratorium independen melalui media sosial pada 28 Oktober 2026.

Unggahan tersebut langsung menarik perhatian masyarakat. Pasalnya, banyak konsumen memilih stevia sebagai alternatif gula pasir karena ingin mengurangi konsumsi gula dan kalori.

Doktif Soroti Dugaan Kandungan Pemanis Buatan

Dalam unggahannya, Doktif mempertanyakan klaim produk Beeru Stevia yang dipasarkan sebagai pemanis alternatif dengan klaim nol kalori.

Berdasarkan dokumen hasil pengujian laboratorium yang ditampilkan Doktif, sampel produk tersebut menunjukkan kandungan energi sebesar 188,84 kilokalori per 100 gram. Selain itu, hasil pengujian mencatat kandungan karbohidrat sebesar 47,21 persen.

Doktif juga menyoroti dugaan keberadaan dua jenis pemanis buatan, yakni sukralosa dan neotam. Menurutnya, kedua bahan tersebut tidak tercantum dalam daftar komposisi pada kemasan produk.

Temuan tersebut memunculkan pertanyaan mengenai kesesuaian informasi produk dengan kandungan sebenarnya. Namun, hasil pengujian yang dibagikan melalui media sosial tersebut belum menjadi kesimpulan resmi pemerintah.

BPOM Lakukan Penelusuran

Menanggapi polemik tersebut, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) menyatakan sedang melakukan penelusuran terhadap produk Beeru Stevia.

BPOM juga melakukan pengambilan sampel dan pengujian untuk memastikan kandungan produk yang beredar di masyarakat.

Hasil pemeriksaan resmi BPOM menjadi hal penting untuk memastikan kesesuaian kandungan, informasi label, serta kepatuhan produk terhadap ketentuan keamanan pangan.

Dengan demikian, masyarakat perlu menunggu hasil pemeriksaan regulator sebelum menarik kesimpulan mengenai produk tersebut.

Produsen Hentikan Sementara Penjualan

Di tengah ramainya perbincangan publik, Beeru Indonesia menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf kepada konsumen.

Manajemen menjelaskan bahwa proses produksi Beeru Stevia melibatkan mitra manufaktur yang menangani formulasi, pengadaan bahan baku, hingga proses produksi.

Sebagai tindak lanjut, perusahaan berkoordinasi dengan mitra manufaktur untuk melakukan verifikasi dan pengujian laboratorium terhadap sampel produk maupun stok yang tersedia.

Beeru Indonesia juga memutuskan menghentikan sementara seluruh aktivitas penjualan Beeru Stevia sampai proses verifikasi selesai.

Langkah tersebut menjadi respons perusahaan terhadap kekhawatiran konsumen yang muncul akibat informasi di media sosial.

Mengenal Stevia dan Manfaatnya sebagai Pengganti Gula

Di balik polemik tersebut, masyarakat juga perlu memahami apa sebenarnya stevia.

Stevia berasal dari tanaman Stevia rebaudiana. Daunnya mengandung senyawa pemanis alami yang disebut steviol glikosida.

Senyawa ini memiliki tingkat kemanisan jauh lebih tinggi dibandingkan gula pasir. Karena itu, produsen dapat menggunakannya dalam jumlah kecil untuk menghasilkan rasa manis.

Stevia juga dikenal sebagai alternatif pemanis rendah kalori. Namun, konsumen perlu memahami bahwa tidak semua produk berlabel stevia memiliki komposisi yang sama.

Beberapa produk dapat mencampurkan ekstrak stevia dengan bahan lain, termasuk bahan pengisi atau pemanis tambahan. Oleh karena itu, membaca daftar komposisi dan informasi nilai gizi tetap menjadi langkah penting.

Jangan Mudah Tergiur Label Zero Sugar

Polemik Beeru Stevia menjadi pengingat bahwa konsumen tidak boleh hanya mengandalkan klaim pemasaran seperti zero calorie, zero sugar, atau natural sweetener.

Masyarakat perlu memeriksa beberapa hal sebelum membeli produk pemanis, antara lain:

  1. Membaca daftar komposisi pada kemasan.
  2. Memeriksa informasi nilai gizi dan takaran saji.
  3. Memastikan nomor izin edar serta informasi produk melalui kanal resmi BPOM.
  4. Memperhatikan bahan tambahan yang tercantum dalam produk.
  5. Tidak mengonsumsi pemanis secara berlebihan meskipun menggunakan bahan alternatif.

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengonsumsi gula maupun penggantinya secara berlebihan. Ia menegaskan pentingnya memperhatikan asupan pemanis demi menjaga kesehatan.

Pada akhirnya, polemik stevia bukan sekadar persoalan satu merek produk. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya transparansi produsen, pengawasan pemerintah, serta kecermatan konsumen dalam memilih produk pangan.

Masyarakat perlu mengutamakan informasi yang telah terverifikasi agar tidak mudah terpengaruh klaim pemasaran maupun informasi yang belum terbukti kebenarannya.

Tags: Beeru steviapemanis buatanstevia

Related Posts

Ilustrasi tim kesehatan mengamati layar analisis pesan masyarakat dengan grafik dan kelompok informasi terkait wabah
HEALTH

WHO dan Tsinghua Perkenalkan BRIDGE, Alat AI untuk Memahami Warga Saat Wabah

November 2, 2026
Jema Anak Syafira Haddad Jadi Perbincangan, Kenali ADHD pada Anak dan Cara Tepat Menanganinya
HEALTH

Jema Anak Syafira Haddad Jadi Perbincangan, Kenali ADHD pada Anak dan Cara Tepat Menanganinya

November 2, 2026
Seorang wanita duduk dengan lengan ditopang meja dan menggunakan tensimeter digital bermanset lengan atas di rumah
HEALTH

Cara Mengukur Tekanan Darah di Rumah agar Hasilnya Akurat

November 1, 2026

Highlights

Road to FBPI 2026, Kanwil Kemenkum Banten Dorong Komersialisasi Paten

Kimi Antonelli Juara Dunia F1 2026, Jadi Juara Termuda dalam Sejarah

Polisi Gerebek Kampung Bahari, 29 Orang Diamankan dan Mesin Cetak Ekstasi Ditemukan

Kanwil Kemenkum Banten Ikuti PASTI Ada Solusi Episode 23 di Hong Kong, Perkuat Akses Layanan Hukum bagi WNI

MotoGP Qatar Tetap Dijadwalkan 6-8 November Usai Rapat di Sepang

BGN Tangguhkan 6.097 Dapur MBG Mulai 2 November karena Laporan Dana Tidak Tertib

Terpopuler

AKBP Netty Rosdiana Ajukan Mundur dari Polri Lewat Instagram

Cara Daftar dan Mendapatkan Uang dari Bilibili

A2M Rental Mobil Aceh Tawarkan Sewa Mobil Harian dan Bulanan di Banda Aceh

Dari Baby Massage hingga Perawatan Pascapersalinan, Ini Layanan Calendula Mom & Baby Care

BGN Tangguhkan 6.097 Dapur MBG Mulai 2 November karena Laporan Dana Tidak Tertib

Bulatan Times

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang. Ikuti kabar nasional, ekonomi, teknologi, olahraga, kesehatan, dan perjalanan dalam satu tempat.

Informasi & Kebijakan

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan

Terhubung dengan Kami

Kirim pertanyaan, saran, koreksi, dan kerja sama ke [email protected]. Akses Bulatan Times juga melalui aplikasi Android.

Bulatan Times Play Store

© 2026 BulatanTimes.com

Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Selalu aktif
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Kelola pilihan
  • Kelola layanan
  • Kelola {vendor_count} vendor
  • Baca selengkapnya tentang tujuan ini
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME

© 2026 Bulatan Times