15 °c
Columbus
16 ° Sel
17 ° Rab
Senin, November 2, 2026
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
  • SPORT
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
Home HEALTH

WHO dan Tsinghua Perkenalkan BRIDGE, Alat AI untuk Memahami Warga Saat Wabah

WHO dan Tsinghua University memperkenalkan BRIDGE, rangkaian alat AI yang membantu petugas memahami rumor serta kebutuhan informasi warga saat wabah.

Redaksi Bulatan Times by Redaksi Bulatan Times
2 November 2026, 19.41 WIB
in HEALTH
Ilustrasi tim kesehatan mengamati layar analisis pesan masyarakat dengan grafik dan kelompok informasi terkait wabah

Visualisasi konseptual penggunaan AI untuk komunikasi darurat kesehatan, bukan tampilan asli atau data operasional BRIDGE. (Ilustrasi AI/Bulatan Times)

Bulatan Times – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) bersama Tsinghua University di China memperkenalkan BRIDGE, rangkaian perangkat berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang untuk membantu petugas kesehatan memahami kekhawatiran, rumor, dan kebutuhan informasi masyarakat selama wabah maupun keadaan darurat kesehatan.

Pengumuman tersebut disampaikan WHO pada Senin, 2 November 2026. BRIDGE mulai diperluas penggunaannya di kawasan Pasifik Barat, terutama untuk membantu negara dan wilayah yang memiliki keterbatasan sumber daya dalam menangani informasi kesehatan.

Melalui perangkat ini, petugas dapat mengetahui persoalan yang sedang dibicarakan masyarakat, termasuk informasi yang belum jelas kebenarannya dan pertanyaan yang belum terjawab.

Hasilnya dapat digunakan untuk menyusun komunikasi kesehatan yang lebih sesuai dengan kebutuhan warga.

Baca Juga: Demam DBD Turun Belum Tentu Sembuh, Kenali Fase Kritis dan Tanda Bahayanya

BRIDGE Membantu Petugas Memahami Kekhawatiran Masyarakat

BRIDGE merupakan singkatan dari Behavioural Research and Intelligence for Directed Guidance in Emergencies.

Perangkat tersebut menggabungkan pengumpulan informasi, analisis perilaku masyarakat, dan teknologi AI untuk mendukung komunikasi selama keadaan darurat.

Informasi yang dianalisis dapat berasal dari percakapan di media sosial, survei, layanan telepon pengaduan, hingga masukan yang diterima petugas kesehatan ketika berinteraksi dengan masyarakat.

Dalam situasi wabah, berbagai pertanyaan sering muncul secara bersamaan. Sebagian warga mungkin khawatir terhadap penularan penyakit, sementara kelompok lain membutuhkan penjelasan mengenai vaksinasi atau langkah perlindungan diri.

Banyaknya informasi dari berbagai saluran membuat petugas membutuhkan waktu untuk memilah persoalan yang perlu segera ditangani.

Teknologi AI pada BRIDGE membantu mempercepat pengelompokan informasi tersebut.

Dengan begitu, petugas dapat melihat kekhawatiran yang sering muncul, kebutuhan penjelasan kesehatan, serta rumor yang memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

Membantu Mengenali Informasi Keliru Saat Wabah

Salah satu kegunaan BRIDGE adalah membantu petugas mengenali rumor dan informasi kesehatan yang berpotensi menyesatkan masyarakat.

Informasi keliru dapat menghambat penanganan wabah apabila membuat warga menolak tindakan pencegahan, salah memahami risiko penyakit, atau tidak mengikuti anjuran kesehatan yang sesuai.

Melalui analisis percakapan masyarakat, petugas dapat mengetahui klaim yang banyak beredar dan menentukan informasi mana yang perlu segera diluruskan.

Namun, temuan AI tidak otomatis membuktikan bahwa setiap informasi yang ditandai merupakan berita palsu.

Rumor atau klaim yang teridentifikasi tetap memerlukan pemeriksaan berdasarkan informasi kesehatan yang dapat dipercaya.

Setelah persoalannya diketahui, petugas dapat menyiapkan penjelasan yang lebih mudah dipahami dan memilih saluran komunikasi yang sesuai dengan masyarakat sasaran.

Pendekatan tersebut juga membantu pemerintah dan tenaga kesehatan memahami alasan suatu kelompok masyarakat masih ragu terhadap anjuran tertentu.

BRIDGE Diperkenalkan Melalui Simulasi Wabah Dengue

Perangkat BRIDGE turut digunakan dalam latihan pada kegiatan Data, Behaviour and Decisions Workshop yang berlangsung di Tsinghua University, Beijing, pada 30-31 Oktober 2026.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Forum Komunikasi Pembangunan dan Kesehatan Global kelima yang mempertemukan perwakilan negara, peneliti, pembuat kebijakan, dan mitra media.

Dalam latihan itu, peserta menghadapi skenario peningkatan penyakit menyerupai dengue di sejumlah negara akibat fenomena Super El Nino.

Peserta diminta mempelajari informasi yang berkembang di masyarakat, menemukan sumber kebingungan, dan menentukan langkah komunikasi yang diperlukan.

Skenario tersebut merupakan simulasi, bukan kejadian wabah nyata yang berhasil diprediksi oleh BRIDGE.

Latihan itu bertujuan membantu peserta memahami bagaimana informasi dari masyarakat dapat digunakan untuk merencanakan respons kesehatan.

Baca Juga: Asap Karhutla Ganggu Pernapasan, Kemenkes Catat 333.470 Kasus ISPA

Pendekatan BRIDGE Sudah Digunakan dalam Pemantauan Informasi Influenza

Sebelum pengumuman bersama Tsinghua University pada November 2026, WHO telah mengembangkan penggunaan pendekatan BRIDGE untuk pemantauan informasi kesehatan di sejumlah negara kawasan Pasifik Barat.

Dalam kegiatan kesiapsiagaan influenza, salah satu perangkat BRIDGE digunakan untuk mengidentifikasi pertanyaan masyarakat, kekhawatiran terhadap vaksinasi, dan informasi keliru yang berkembang secara daring.

WHO juga mendukung penyusunan lebih dari 40 laporan pemantauan percakapan masyarakat mengenai influenza musiman dan informasi kesehatan yang menyertainya.

Dukungan teknis diberikan kepada sejumlah kantor WHO di negara seperti Kamboja, Fiji, Laos, Mongolia, dan Filipina.

Informasi yang diperoleh membantu petugas menentukan materi komunikasi dan menyesuaikan pesan kesehatan dengan persoalan yang sedang dihadapi masyarakat.

Penggunaan pendekatan tersebut menunjukkan bahwa BRIDGE tidak hanya berkaitan dengan pengembangan teknologi, tetapi juga pelatihan tenaga kesehatan dan kerja sama dengan berbagai pihak.

AI Tidak Menggantikan Pemeriksaan Medis dan Keputusan Petugas

BRIDGE memiliki fungsi yang berbeda dari perangkat pemeriksaan atau diagnosis penyakit.

Sistem ini tidak dirancang untuk memastikan apakah seseorang terinfeksi virus, menentukan pengobatan pasien, ataupun menjamin prediksi terjadinya wabah.

Peran utamanya adalah membantu petugas memahami kondisi informasi dan kebutuhan komunikasi masyarakat selama keadaan darurat kesehatan.

Hasil analisis tetap memerlukan penilaian tenaga kesehatan, ahli komunikasi, dan pihak yang bertanggung jawab dalam penanganan keadaan darurat.

Penggunaan informasi masyarakat juga perlu memperhatikan perlindungan data, privasi, dan hak individu.

WHO menempatkan pemantauan percakapan masyarakat sebagai bagian dari komunikasi risiko yang harus dilakukan secara etis dan bertanggung jawab.

Melalui kerja sama dengan Tsinghua University, WHO melanjutkan pelatihan dan pengembangan penggunaan BRIDGE agar petugas kesehatan dapat merespons kebutuhan informasi masyarakat dengan lebih cepat dan tepat selama keadaan darurat.

Source: WHO

Related Posts

Viral Stevia Diduga Tak Sesuai Klaim, BPOM Turun Tangan dan Penjualan Produk Dihentikan Sementara
HEALTH

Viral Stevia Diduga Tak Sesuai Klaim, BPOM Turun Tangan dan Penjualan Produk Dihentikan Sementara

November 2, 2026
Jema Anak Syafira Haddad Jadi Perbincangan, Kenali ADHD pada Anak dan Cara Tepat Menanganinya
HEALTH

Jema Anak Syafira Haddad Jadi Perbincangan, Kenali ADHD pada Anak dan Cara Tepat Menanganinya

November 2, 2026
Seorang wanita duduk dengan lengan ditopang meja dan menggunakan tensimeter digital bermanset lengan atas di rumah
HEALTH

Cara Mengukur Tekanan Darah di Rumah agar Hasilnya Akurat

November 1, 2026

Highlights

Road to FBPI 2026, Kanwil Kemenkum Banten Dorong Komersialisasi Paten

Kimi Antonelli Juara Dunia F1 2026, Jadi Juara Termuda dalam Sejarah

Polisi Gerebek Kampung Bahari, 29 Orang Diamankan dan Mesin Cetak Ekstasi Ditemukan

Kanwil Kemenkum Banten Ikuti PASTI Ada Solusi Episode 23 di Hong Kong, Perkuat Akses Layanan Hukum bagi WNI

MotoGP Qatar Tetap Dijadwalkan 6-8 November Usai Rapat di Sepang

BGN Tangguhkan 6.097 Dapur MBG Mulai 2 November karena Laporan Dana Tidak Tertib

Terpopuler

AKBP Netty Rosdiana Ajukan Mundur dari Polri Lewat Instagram

Cara Daftar dan Mendapatkan Uang dari Bilibili

A2M Rental Mobil Aceh Tawarkan Sewa Mobil Harian dan Bulanan di Banda Aceh

Dari Baby Massage hingga Perawatan Pascapersalinan, Ini Layanan Calendula Mom & Baby Care

BGN Tangguhkan 6.097 Dapur MBG Mulai 2 November karena Laporan Dana Tidak Tertib

Bulatan Times

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang. Ikuti kabar nasional, ekonomi, teknologi, olahraga, kesehatan, dan perjalanan dalam satu tempat.

Informasi & Kebijakan

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan

Terhubung dengan Kami

Kirim pertanyaan, saran, koreksi, dan kerja sama ke [email protected]. Akses Bulatan Times juga melalui aplikasi Android.

Bulatan Times Play Store

© 2026 BulatanTimes.com

Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Selalu aktif
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Kelola pilihan
  • Kelola layanan
  • Kelola {vendor_count} vendor
  • Baca selengkapnya tentang tujuan ini
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME

© 2026 Bulatan Times