22 °c
Banjar Triwangsakeliki
25 ° Jum
25 ° Sab
Kamis, Oktober 29, 2026
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
  • SPORT
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
Home HEADLINE

IHSG Jatuh Lagi ke Bawah 5.000, BEI Siapkan Dua Langkah Usai Temui MSCI

IHSG turun 3,64 persen ke 4.996,61. BEI mengumumkan dua langkah reformasi setelah bertemu MSCI untuk membahas kondisi pasar Indonesia.

Tri Antoni by Tri Antoni
20 Oktober 2026, 02.40 WIB
in HEADLINE, NASIONAL
Ilustrasi papan perdagangan IDX menampilkan IHSG 4.996,61, penurunan 3,64 persen atau 188,50 poin, dengan grafik saham merah

Ilustrasi penurunan IHSG ke 4.996,61 pada 19 Oktober 2026. (Ilustrasi AI/Bulatan Times)

JAKARTA, BULATAN TIMES – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali merosot pada perdagangan Senin (19/10/2026) dan ditutup di bawah level 5.000. Tekanan jual berlanjut setelah pasar saham Indonesia terguncang oleh rencana MSCI mengubah klasifikasi Indonesia dari pasar berkembang menjadi Standalone Market.

IHSG mengakhiri perdagangan di posisi 4.996,61, melemah 188,50 poin atau 3,64 persen dibandingkan penutupan Jumat (16/10/2026) di kisaran 5.185,11.

Penurunan tersebut memperpanjang pelemahan pasar saham menjadi tiga hari perdagangan berturut-turut. Pada Jumat sebelumnya, IHSG telah anjlok 11,57 persen hingga Bursa Efek Indonesia (BEI) menghentikan sementara perdagangan selama 30 menit.

Di tengah tekanan pasar, BEI menggelar pertemuan dengan MSCI pada Senin sore dan mengumumkan dua langkah baru untuk memperkuat transparansi serta integritas perdagangan saham.

IHSG Sempat Menyentuh 4.907, Seluruh Sektor Saham Melemah

Tekanan jual sudah terlihat sejak awal perdagangan. IHSG dibuka pada kisaran 4.961 dan terus bergerak di zona negatif.

Indeks sempat turun hingga posisi terendah 4.907,37 sebelum memangkas sebagian kerugiannya pada sesi kedua. Meski sempat bergerak di atas 5.000, IHSG akhirnya ditutup sedikit di bawah level tersebut.

Pelemahan terjadi pada seluruh 11 sektor saham yang tercatat dalam klasifikasi industri BEI.

Sektor barang baku mengalami penurunan terbesar sebesar 4,57 persen, disusul infrastruktur yang melemah 4,45 persen dan barang konsumen nonprimer sebesar 4,09 persen.

Indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan dengan likuiditas tinggi turut melemah 3,95 persen menjadi 488,46.

Aktivitas perdagangan tetap tinggi meskipun mayoritas saham ditutup di zona merah. Nilai transaksi sepanjang hari mencapai sekitar Rp. 25 triliun.

Kekhawatiran terhadap MSCI Masih Menekan Pasar

Salah satu sentimen utama yang membayangi perdagangan berasal dari pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) pada 15 Oktober 2026.

Penyedia indeks saham global tersebut membuka konsultasi untuk mengubah klasifikasi Indonesia dari Emerging Market menjadi Standalone Market.

MSCI menyoroti persoalan transparansi struktur kepemilikan saham, konsentrasi kepemilikan yang tinggi, serta dugaan praktik perdagangan terkoordinasi.

Kekhawatiran investor meningkat karena perubahan klasifikasi tersebut berpotensi membuat saham Indonesia tidak lagi masuk dalam sejumlah indeks global MSCI yang digunakan pengelola dana internasional.

Jika perubahan itu akhirnya diterapkan, pengelola dana yang mengikuti indeks MSCI kemungkinan perlu menyesuaikan portofolionya. Namun, besarnya arus dana keluar masih berupa perkiraan, bukan transaksi yang telah dipastikan terjadi.

Indonesia hingga kini belum resmi dipindahkan ke kategori Standalone Market. MSCI masih membuka konsultasi hingga 30 April 2027, dengan keputusan akhir dijadwalkan paling lambat Juni 2027.

Baca Juga: MSCI Usulkan Pasar Saham Indonesia Jadi Standalone Market, BEI Minta Klarifikasi

BEI Turunkan Batas Penurunan Harga Saham Jadi 7 Persen

Untuk meredam volatilitas pasar, BEI mengubah ketentuan Auto Rejection Bawah (ARB) saham dari sebelumnya 15 persen menjadi 7 persen.

Kebijakan tersebut berlaku mulai Senin, 19 Oktober, hingga 31 Desember 2026, dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

ARB merupakan batas penurunan harga saham dalam satu hari perdagangan. Sistem bursa akan menolak secara otomatis pesanan jual yang berada di bawah batas harga yang ditentukan.

Batas 7 persen tersebut berlaku untuk saham dengan harga di atas Rp. 10, sedangkan saham pada rentang Rp. 1 hingga Rp. 10 mengikuti ketentuan batas bawah tersendiri.

Aturan ini berbeda dari mekanisme trading halt, yaitu penghentian sementara seluruh perdagangan ketika penurunan indeks mencapai batas yang telah ditetapkan.

BEI menyatakan penyesuaian ARB dimaksudkan untuk menjaga perdagangan tetap teratur dan memberi kesempatan kepada investor mempertimbangkan informasi sebelum mengambil keputusan.

BEI Siapkan Dua Perubahan Setelah Bertemu MSCI

Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik mengumumkan dua inisiatif baru setelah pertemuan daring dengan MSCI pada Senin (19/10/2026) sore.

Langkah pertama adalah menambahkan informasi hubungan afiliasi pada publikasi daftar pemegang saham dengan kepemilikan minimal 1 persen.

Melalui kebijakan tersebut, pasar diharapkan memperoleh gambaran lebih jelas mengenai hubungan kepemilikan antarpemegang saham dalam suatu perusahaan.

Langkah kedua adalah mengeluarkan saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi atau High Shareholding Concentration (HSC) dari penghitungan IHSG.

Saat ini, BEI mengidentifikasi sekitar 80 saham dalam kelompok HSC dengan bobot gabungan sekitar 18 persen terhadap IHSG.

Pengeluaran dari penghitungan indeks tidak berarti saham-saham tersebut akan dihapus pencatatannya dari bursa atau delisting.

Saham-saham itu tetap dapat diperdagangkan, tetapi perubahan harganya tidak lagi memengaruhi IHSG setelah ketentuan baru diberlakukan.

BEI menilai penyesuaian tersebut dapat memberikan gambaran pergerakan indeks yang lebih kredibel, terutama ketika sebagian besar kepemilikan saham terkonsentrasi pada pihak tertentu.

Kedua inisiatif itu masih menunggu pengumuman tanggal penerapan. BEI belum menetapkan kapan perubahan komposisi IHSG dan tambahan informasi afiliasi pemegang saham mulai berlaku.

Baca Juga: IHSG Anjlok 11,57 Persen ke 5.185,11, Bursa Sempat Hentikan Perdagangan

Tags: Bursa Efek IndonesiaIHSGMSCIOJK

Related Posts

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memberikan keterangan di Bandung
NASIONAL

Gubernur Jabar ingatkan ancaman bencana buntut alih fungsi kebun teh

Oktober 29, 2026
Direktur Jenderal Imigrasi berbicara di podium pada sebuah acara resmi dengan bendera Indonesia di belakangnya
NASIONAL

254 Lokasi Layanan Imigrasi Kini Bernama Beranda Imigrasi, Begini Cara Mencarinya

Oktober 29, 2026
Kanwil Kemenkum Banten Harmonisasi Tiga Raperwal Kota Tangerang
NASIONAL

Kanwil Kemenkum Banten Harmonisasi Tiga Raperwal Kota Tangerang

Oktober 29, 2026

Highlights

Cara Cek Sertifikat Tanah Lewat HP Pakai Sentuh Tanahku, Ini Langkahnya

100 Sekolah Rakyat Dibangun di 32 Provinsi, Libatkan 97 Ribu Pekerja Lokal

MagangHub Batch 3 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftar hingga 4 November

IHSG Variatif, Investor Tunggu The Fed dan Kinerja Bank

Hotspot Karhutla Menurun, tetapi Ancaman Kebakaran Berulang dan Kerusakan Hutan Masih Mengintai

Karhutla Way Kambas Masih Sisakan 40 Hektare, BNPB Lakukan Water Bombing dan Modifikasi Cuaca

Terpopuler

Hotspot Karhutla Menurun, tetapi Ancaman Kebakaran Berulang dan Kerusakan Hutan Masih Mengintai

Cara Daftar dan Mendapatkan Uang dari Bilibili

Epoxy Lantai untuk Bangunan Modern, Apa Kelebihan dan Hal yang Perlu Diperhatikan?

Geotermal Lampung Barat, Perluasan Kapital, dan Konflik Agraria BRN

Asal Usul Hanabi di Mobile Legends

Bulatan Times

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang. Ikuti kabar nasional, ekonomi, teknologi, olahraga, kesehatan, dan perjalanan dalam satu tempat.

Informasi & Kebijakan

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan

Terhubung dengan Kami

Kirim pertanyaan, saran, koreksi, dan kerja sama ke [email protected]. Akses Bulatan Times juga melalui aplikasi Android.

Bulatan Times Play Store

© 2026 BulatanTimes.com

Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Selalu aktif
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Kelola pilihan
  • Kelola layanan
  • Kelola {vendor_count} vendor
  • Baca selengkapnya tentang tujuan ini
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • NASIONAL
    • DUNIA
    • EKONOMI
    • BISNIS
    • Hukum
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME

© 2026 Bulatan Times