Cilegon, Bulatan Times – Umah Tani Agriculture berkolaborasi dengan Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cilegon untuk meningkatkan kompetensi dan keterampilan Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Kolaborasi ini diwujudkan melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) pada Senin (2/11/2026). Kedua pihak mengembangkan program pelatihan pertanian modern dan kewirausahaan sebagai bagian dari pembinaan kemandirian.
Kerja sama ini membuka ruang bagi Umah Tani Agriculture untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman di bidang pertanian. Melalui program tersebut, Umah Tani Agriculture turut mendukung pengembangan potensi warga binaan agar mampu menguasai keterampilan praktis. Keterampilan ini diharapkan menjadi bekal untuk bekerja maupun mengembangkan usaha setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Transfer Pengetahuan Pertanian Modern bagi Warga Binaan
Umah Tani Agriculture akan menghadirkan berbagai materi pelatihan yang berorientasi pada kebutuhan sektor pertanian modern. Materi tersebut meliputi budidaya tanaman hortikultura dan pangan, hidroponik, pembibitan, penyemaian, hingga perawatan tanaman.
Selain teknik budidaya, peserta juga mempelajari pembuatan pupuk organik dan pengendalian organisme pengganggu tanaman (OPT). Umah Tani Agriculture turut memberikan pengetahuan mengenai pengelolaan hasil pertanian. Dengan materi tersebut, warga binaan dapat memahami proses pertanian secara lebih menyeluruh.
Hadirkan Instruktur dan Pendampingan Teknis
Dalam pelaksanaan program, Umah Tani Agriculture memberikan dukungan berupa tenaga instruktur, materi pembelajaran, arahan teknis, dan pendampingan. Tim instruktur akan membimbing warga binaan dalam menerapkan setiap materi melalui kegiatan praktik langsung.

Pendampingan tersebut membantu warga binaan memahami tahapan budidaya sekaligus mengembangkan kemampuan mengelola kegiatan pertanian. Selain itu, program ini mengenalkan dasar-dasar kewirausahaan dan manajemen usaha tani. Pengetahuan tersebut dapat membantu warga binaan mengembangkan peluang usaha yang memiliki nilai ekonomi.
Bangun Peluang Usaha melalui Keterampilan Pertanian
Kolaborasi ini tidak hanya berfokus pada penguasaan teknik pertanian. Umah Tani Agriculture juga mendorong warga binaan memahami potensi ekonomi dari hasil budidaya. Mereka berkesempatan mempelajari pengelolaan produksi hingga pemanfaatan hasil pertanian.
Melalui pembelajaran tersebut, warga binaan diharapkan mampu mengembangkan kreativitas dan jiwa kewirausahaan. Keterampilan yang mereka peroleh juga dapat membuka peluang kerja maupun usaha mandiri setelah kembali ke masyarakat.
Perkuat Sinergi Pembinaan Kemandirian
Kepala Lapas Kelas IIA Cilegon, Wahyu Trah Utomo, A.Md.Ip., S.Sos., M.Si., bersama Founder Umah Tani Agriculture, Rizki Fatullah, S.Kom., MTI., menandatangani perjanjian kerja sama tersebut.
Wahyu menyampaikan bahwa kolaborasi ini menjadi salah satu upaya menghadirkan pembinaan kemandirian yang produktif, aplikatif, dan berkelanjutan.
“Pembinaan kemandirian harus mampu memberikan keterampilan nyata yang dapat dimanfaatkan warga binaan, tidak hanya selama menjalani masa pembinaan, tetapi juga ketika nantinya kembali ke tengah masyarakat. Melalui kerja sama dengan Umah Tani Agriculture, kami berharap warga binaan memiliki kemampuan, kreativitas, dan semangat berwirausaha sehingga dapat menjadi pribadi yang lebih mandiri dan produktif,” ungkap Wahyu.
Dalam pembagian peran, Lapas Cilegon menyiapkan peserta, tempat, serta sarana dan prasarana sesuai ketersediaan. Petugas juga melakukan pendampingan dan pengawasan untuk memastikan kegiatan berjalan sesuai ketentuan keamanan dan tata tertib pemasyarakatan.
Kedua pihak menyepakati masa kerja sama selama dua tahun sejak penandatanganan PKS. Mereka juga akan melaksanakan monitoring dan evaluasi secara berkala untuk mengukur perkembangan dan keberhasilan program.
Melalui kerja sama ini, Umah Tani Agriculture turut mengambil peran dalam mendukung pemberdayaan warga binaan. Transfer pengetahuan, pelatihan, dan pendampingan menjadi kontribusi nyata dalam membangun keterampilan produktif. Kolaborasi ini diharapkan mampu menciptakan warga binaan yang memiliki kompetensi, jiwa kewirausahaan, dan kesiapan menghadapi kehidupan setelah bebas.





