Bulatan Times – Pesawat flydubai FZ1073 rute Dubai–Tel Aviv mendarat darurat di Tabuk, Arab Saudi, Rabu (30/9/2026), setelah terjadi insiden keamanan di kokpit dan pesawat mengalami penurunan tajam dari ketinggian jelajah. Seluruh penumpang dan awak tercatat selamat, meski sejumlah awak mengalami luka dan dibawa ke rumah sakit di Arab Saudi.
Penerbangan itu berangkat dari Dubai pada pukul 03.05 UTC dan naik hingga ketinggian jelajah sekitar 34.000 kaki. Sekitar dua jam kemudian, pergerakan pesawat berubah drastis ketika FZ1073 mulai turun tajam, sempat kembali naik, lalu kembali kehilangan ketinggian.
Data penerbangan menunjukkan pesawat sudah berada di sekitar 15.000 kaki pada pukul 05.33 UTC setelah rangkaian perubahan ketinggian tersebut. Kecepatan pesawat juga berubah cukup besar selama fase itu.
Baca Juga: AS Enggan Terlibat Langsung Lawan Houthi, Inggris Bantu Pertahanan Arab Saudi
Pesawat Mengirim Kode Darurat 7700 dan 7500
Pada pukul 05.28 UTC, transponder FZ1073 mulai mengirim kode 7700, kode penerbangan internasional untuk keadaan darurat umum. Beberapa menit kemudian, tepatnya sekitar pukul 05.35 UTC, kode berubah menjadi 7500 yang digunakan untuk menandai unlawful interference atau gangguan melawan hukum terhadap penerbangan.
Pesawat sempat memasuki wilayah udara Yordania sebelum berbalik arah dan terbang menuju Tabuk. Kode transponder kemudian kembali menjadi 7700 menjelang pendaratan di Arab Saudi. Data ADS-B terakhir diterima Flightradar24 pada pukul 06.58 UTC setelah pesawat tiba dengan selamat di Tabuk.
Flydubai mengonfirmasi terjadi pertikaian di dalam kokpit. Awak flydubai lain yang sedang bertugas dan ikut dalam penerbangan tersebut kemudian mengambil alih situasi, mengalihkan rute, dan membawa pesawat mendarat di Tabuk.
Dugaan Serangan terhadap Kapten Masih Diselidiki
Keterangan yang disampaikan pemerintah Israel menyebut kopilot menyerang kapten di dalam kokpit dan diduga berusaha menjatuhkan pesawat. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan penumpang dan awak kemudian masuk ke kokpit serta membantu melumpuhkan kopilot. Reuters juga melaporkan dua pilot flydubai lain yang berada dalam penerbangan tersebut kemudian membantu membawa pesawat ke Tabuk. Klaim mengenai tujuan tindakan kopilot masih menjadi bagian dari penyelidikan.
Baca Juga: Delegasi Walkout Saat Netanyahu Pidato di PBB, Gaza hingga Iran Jadi Sorotan
Kapten pesawat diidentifikasi sebagai Smit Machchhar, warga negara India. Kondisinya dilaporkan stabil setelah mendapatkan perawatan di Arab Saudi. Netanyahu menyebut kopilot merupakan warga Oman dan telah ditahan di Arab Saudi, tetapi identitas serta motifnya belum dijelaskan secara penuh oleh otoritas penerbangan Uni Emirat Arab maupun flydubai.
“Penyebab dan motif di balik kejadian ini belum diketahui dan masih menjadi bagian dari penyelidikan resmi,” dikutip dari pernyataan flydubai.
General Civil Aviation Authority (GCAA) Uni Emirat Arab menyatakan penyelidikan masih berlangsung untuk mengetahui penyebab dan keadaan yang melatarbelakangi insiden tersebut, termasuk aspek operasional dan keamanan penerbangan.
Flydubai Hentikan Sementara Penerbangan ke Israel
Flydubai kemudian menghentikan sementara penerbangan dari dan menuju Israel selama investigasi berlangsung. Maskapai juga mengirim dua pesawat pengganti ke Tabuk untuk membawa penumpang dan awak melanjutkan perjalanan.
Para penumpang FZ1073 akhirnya tiba di Bandara Ben Gurion dengan pesawat pengganti lebih dari 10 jam setelah insiden. Flydubai menyatakan keputusan penghentian sementara rute Israel akan terus ditinjau seiring munculnya informasi baru dari penyelidikan.











