Bulatan Times – Perbedaan pendekatan Amerika Serikat dan Inggris mulai terlihat ketika konflik Arab Saudi dengan kelompok Houthi di Yaman kembali meningkat.
Pemerintahan Presiden AS Donald Trump sejauh ini tidak memberikan komitmen untuk terlibat langsung dalam operasi militer melawan Houthi. Sebaliknya, Inggris menyetujui dukungan terbatas kepada Arab Saudi berupa pengisian bahan bakar di udara untuk pesawat militer Saudi yang menjalankan misi defensif.
Keputusan London muncul ketika serangan Houthi terhadap Saudi meningkat dan pertempuran di Yaman kembali memanas, terutama di kawasan strategis dekat Laut Merah dan Selat Bab el-Mandeb.
Situasi tersebut bukan hanya menjadi persoalan keamanan Saudi. Jalur perairan di kawasan itu mempunyai peran penting bagi perdagangan internasional dan pengiriman energi.
Baca Juga: Kuasai Pulau Perim, Houthi Justru Hadapi Risiko Jadi Sasaran Empuk Serangan Udara
Inggris kirim dukungan pengisian bahan bakar
Pemerintah Inggris menyetujui permintaan bantuan Arab Saudi dengan memberikan dukungan pengisian bahan bakar dari udara.
Pesawat tanker Voyager milik Royal Air Force (RAF) akan digunakan untuk membantu pesawat Saudi yang menjalankan operasi pertahanan menghadapi serangan Houthi.
Perdana Menteri Inggris Andy Burnham menyebut dukungan tersebut bersifat sementara dan akan terus dievaluasi. Operasinya diperkirakan berlangsung selama beberapa pekan.
Bantuan tersebut tidak sama dengan keputusan mengirim pasukan Inggris untuk bertempur langsung di darat.
London membingkai misi itu sebagai dukungan defensif, termasuk membantu kemampuan pesawat Saudi bertahan dan beroperasi menghadapi serangan Houthi.
Arab Saudi sendiri menggunakan sejumlah pesawat tempur Typhoon buatan Inggris.
Dukungan Inggris terkait keamanan jalur energi
Keputusan Inggris tidak hanya didasarkan pada hubungan pertahanan dengan Riyadh.
Konflik di sekitar Yaman berpotensi mengganggu salah satu jalur pelayaran terpenting dunia.
Houthi dalam beberapa pekan terakhir memperluas penguasaan wilayah di pesisir barat Yaman, termasuk kawasan yang memberikan akses lebih besar terhadap Selat Bab el-Mandeb.
Selat tersebut menghubungkan Laut Merah dengan Teluk Aden dan menjadi jalur strategis bagi perdagangan serta transportasi energi internasional.
Perdana Menteri Burnham mengatakan kepentingan Inggris juga berkaitan dengan menjaga jalur tersebut tetap terbuka. Pemerintah Inggris menyebut dukungannya terhadap Saudi berkaitan dengan kepentingan keamanan nasionalnya sendiri.
AS memilih tidak memberikan komitmen serangan langsung
Pendekatan Washington berbeda.
Arab Saudi dilaporkan telah meminta dukungan militer Amerika Serikat setelah Houthi memperluas serangan dan penguasaan wilayah di Yaman.
Namun, Trump sejauh ini tidak memberikan komitmen untuk melancarkan operasi militer langsung seperti yang diinginkan Riyadh.
Keengganan Washington memberikan dukungan militer langsung mulai menimbulkan pertanyaan di Saudi mengenai seberapa jauh AS bersedia terlibat ketika keamanan kerajaan menghadapi ancaman.
Sikap tersebut tidak berarti hubungan pertahanan AS dan Arab Saudi terputus.
Washington tetap memiliki hubungan keamanan yang luas dengan Riyadh, termasuk kerja sama persenjataan dan intelijen. Perbedaannya terletak pada kesediaan AS untuk kembali terjun langsung dalam operasi melawan Houthi pada fase konflik saat ini.
Baca Juga: CIA Buka Dokumen Rahasia, India Pernah Masuk Daftar Potensi Target Al-Qaeda Sebelum 9/11
Washington juga berkomunikasi dengan Houthi
Salah satu perkembangan yang membuat situasi kali ini berbeda adalah adanya komunikasi antara Amerika Serikat dan Houthi.
Trump mengatakan Washington terus berkomunikasi dengan kelompok tersebut dan menyebut Houthi telah sepakat untuk tidak menyerang kepentingan AS.
Ada pula pembicaraan yang dimediasi Oman terkait kesepakatan penghentian serangan antara AS dan Houthi. Dalam pengaturan tersebut, Houthi tidak menyerang kapal Amerika sebagai imbalan atas penghentian serangan udara AS.
Namun, kesepakatan itu tidak menghentikan konflik antara Houthi dan Arab Saudi.
Houthi tetap melancarkan serangan drone dan rudal terhadap Saudi setelah pertempuran kembali meningkat.
Dengan demikian, Washington berada dalam posisi berbeda: menjaga kepentingan AS dari serangan Houthi tanpa otomatis ikut dalam setiap operasi Saudi melawan kelompok tersebut.
Houthi memperluas penguasaan di pesisir Yaman
Perubahan situasi militer di Yaman menjadi salah satu pemicu meningkatnya kekhawatiran regional.
Houthi melancarkan ofensif di sepanjang pesisir Laut Merah dan berhasil merebut sejumlah wilayah strategis.
Pada 10 September, kelompok tersebut merebut Pelabuhan Mokha dari pasukan yang berafiliasi dengan pemerintah Yaman. Penguasaan wilayah tersebut memperkuat posisi Houthi di dekat Bab el-Mandeb.
Pertempuran kemudian berlanjut di kawasan pegunungan Kahboub yang berada dekat jalur strategis tersebut.
Pertempuran terbaru menyebabkan korban besar serta mendorong puluhan ribu warga meninggalkan tempat tinggal mereka.
Perubahan penguasaan wilayah ini menjadi signifikan karena Houthi memperoleh kemampuan lebih besar untuk memengaruhi keamanan jalur pelayaran Laut Merah.
Saudi kembali melancarkan serangan udara
Arab Saudi merespons peningkatan serangan Houthi dengan operasi udara di Yaman.
Pada 14 September, Houthi mengatakan Saudi melancarkan puluhan serangan udara di wilayah barat Yaman setelah kelompok tersebut sebelumnya mengumumkan serangan terhadap pangkalan militer di Arab Saudi.
Houthi kembali menyerang Saudi ketika ketegangan regional meningkat, menambah kekhawatiran bahwa konflik dapat mengganggu pasokan energi global.
Situasi tersebut membuat konflik Yaman kembali memiliki dimensi regional yang lebih luas setelah beberapa tahun relatif mereda.
G7 mengecam serangan Houthi
Negara-negara G7 kemudian mengeluarkan sikap bersama.
Menteri luar negeri Inggris, Kanada, Prancis, Jerman, Italia, Jepang, dan Amerika Serikat mengecam operasi militer Houthi, termasuk serangan terhadap Arab Saudi dan kapal sipil.
G7 juga meminta Iran menghentikan persenjataan dan dukungannya kepada Houthi serta mendorong kelompok tersebut kembali ke proses politik.
Pernyataan bersama itu menunjukkan AS tetap memberikan dukungan diplomatik kepada Saudi meskipun Washington belum bersedia memberikan komitmen untuk keterlibatan militer langsung.
Perbedaan antara dukungan diplomatik dan operasi militer inilah yang penting dalam membaca posisi AS saat ini.
Inggris dan AS mengambil jalur berbeda
Perkembangan terbaru memperlihatkan Inggris dan Amerika Serikat menghadapi persoalan yang sama dengan pendekatan berbeda.
London bersedia memberikan dukungan operasional terbatas berupa pengisian bahan bakar di udara kepada pesawat Saudi.
Washington memilih menjaga hubungan keamanan dengan Saudi sekaligus menghindari komitmen untuk kembali melakukan operasi langsung terhadap Houthi.
Keputusan AS juga berlangsung ketika pemerintahan Trump menghadapi konflik lebih luas dengan Iran serta tekanan terkait harga energi. Pertimbangan domestik dan kelelahan terhadap perang menjadi bagian dari konteks sikap Washington.
Karena itu, perkembangan ini belum menunjukkan AS meninggalkan Arab Saudi sebagai mitra keamanan.
Yang terlihat sejauh ini adalah Washington membatasi bentuk keterlibatannya, sementara Inggris bersedia mengambil peran defensif yang lebih langsung.
Bab el-Mandeb membuat konflik berdampak global
Perkembangan di Yaman memiliki konsekuensi yang lebih luas dibandingkan konflik antara Saudi dan Houthi.
Bab el-Mandeb merupakan pintu masuk menuju Laut Merah dan Terusan Suez dari arah Samudra Hindia.
Penguasaan Houthi atas wilayah pesisir dan kemampuan kelompok tersebut mengancam kapal yang melintas membuat keamanan kawasan berkaitan langsung dengan perdagangan internasional.
G7 secara khusus memperingatkan bahwa eskalasi dapat mengganggu perdagangan dan stabilitas internasional.
Inilah yang menjelaskan mengapa Inggris membingkai bantuan kepada Saudi bukan hanya sebagai dukungan terhadap sekutu, tetapi juga sebagai langkah melindungi kepentingan keamanan dan jalur perdagangan.
Untuk saat ini, konflik masih berkembang. Inggris telah mengambil langkah dukungan defensif, sedangkan Amerika Serikat mempertahankan jarak dari keterlibatan militer langsung.
Perubahan posisi Houthi di Yaman dan kemampuan kelompok tersebut mempertahankan tekanan terhadap Arab Saudi akan menentukan apakah pembagian peran tersebut bertahan atau kembali berubah.











