Jakarta, Bulatan Times – Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengatakan keputusan The Fed menahan suku bunga memengaruhi pergerakan rupiah terhadap dolar AS pada Kamis.
Rupiah menguat 43 poin atau 0,24 persen ke Rp18.141 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Kamis, dari penutupan sebelumnya Rp18.184 per dolar AS.
The Fed mempertahankan suku bunga kebijakan
Josua mengatakan The Fed mempertahankan suku bunga di level 3,75–4,00 persen pada FOMC Oktober 2026, sesuai ekspektasi pasar.
The Fed kembali menegaskan komitmennya menjaga stabilitas harga.
Dua anggota FOMC, Lisa Cook dan Beth Hammack, berbeda pendapat dengan mengusulkan kenaikan suku bunga 25 bps.
The Fed menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas harga
The Fed juga mengurangi jumlah pertemuan kebijakan tahun depan untuk menentukan suku bunga.
Baca juga: Harga Emas Hari Ini 29 Oktober 2026 Naik, Antam Rp. 2.609.000 per Gram
Josua mengatakan The Fed belum memberikan sinyal jelas mengenai kemungkinan kenaikan suku bunga pada Desember 2026. Menurutnya, The Fed akan menentukan kebijakan selanjutnya berdasarkan perkembangan data untuk mengembalikan inflasi ke target 2 persen.
Berdasarkan faktor tersebut, rupiah diprediksi bergerak pada kisaran Rp18.100–Rp18.225 per dolar AS.




