JAKARTA, BULATAN TIMES – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyatakan pembangunan 100 Sekolah Rakyat Tahap II di 32 provinsi telah melibatkan sekitar 97.000 tenaga kerja lokal. Program pembangunan fasilitas pendidikan tersebut ditargetkan menyediakan daya tampung hingga 122.000 siswa dari keluarga prasejahtera.
Menteri PU Dody Hanggodo menyampaikan bahwa sebagian besar pekerja direkrut dari desa dan kecamatan di sekitar lokasi pembangunan. Keterlibatan mereka mencakup pekerjaan konstruksi dan berbagai kebutuhan pendukung proyek.
Pembangunan sekolah juga membuka permintaan terhadap bahan bangunan, layanan konsumsi pekerja, dan jasa transportasi di daerah sekitar proyek.
Kementerian PU melibatkan Batalyon Teritorial Pembangunan TNI Angkatan Darat untuk membantu percepatan pembangunan di sejumlah wilayah, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar.
Pembangunan Dibagi Menjadi Dua Kelompok
Kementerian PU membagi pembangunan 100 Sekolah Rakyat Tahap II menjadi dua kelompok, yakni Tahap IIa dan Tahap IIb.
Tahap IIa mencakup 93 lokasi. Dalam pembaruan 21 Oktober 2026, Kementerian PU menyebut sebagian besar pekerjaan konstruksi pada kelompok tersebut telah mencapai 100 persen. Sejumlah fasilitas telah digunakan untuk kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), sementara beberapa lokasi lainnya masih menyelesaikan pekerjaan akhir.
Tujuh lokasi Tahap IIb tersebar di Papua, Kepulauan Riau, dan Sulawesi Tengah.
Di Papua, lokasi pembangunan berada di Kabupaten Sarmi, Kabupaten Biak Numfor, dan Kota Jayapura. Tiga lokasi lainnya berada di Kabupaten Kepulauan Anambas, Kabupaten Natuna, dan Kota Tanjungpinang, Kepulauan Riau. Satu lokasi berada di Kota Palu, Sulawesi Tengah.
Kementerian PU bersama Kementerian Sosial juga melakukan pemeriksaan kondisi bangunan, kesiapan fasilitas, dan kelengkapan administrasi sebelum sekolah diserahterimakan untuk digunakan.
Baca Juga: Warga Binaan Lapas Cilegon Ikuti Ujian PKBM, Tak Ada Kata Terlambat untuk Belajar
Sekolah Dilengkapi Asrama dan Fasilitas Belajar
Sekolah Rakyat Tahap II dirancang sebagai kawasan pendidikan terpadu untuk jenjang sekolah dasar (SD), sekolah menengah pertama (SMP), dan sekolah menengah atas (SMA).
Selain ruang kelas, kawasan sekolah dilengkapi laboratorium, asrama siswa putra dan putri, tempat tinggal guru, kantin, dapur, serta gedung serbaguna.
Fasilitas pendukung lainnya meliputi tempat ibadah, lapangan olahraga, area upacara, dan sistem kamera pengawas.
Pemerintah juga meningkatkan rencana kapasitas beberapa fasilitas pendidikan dengan menambah ruang belajar dan asrama agar lebih banyak anak dari keluarga prasejahtera dapat mengikuti program.
Baca Juga: Prabowo Subianto Akan Manfaatkan Uang Sitaan Korupsi untuk Pendidikan Nasional
Pemerintah Rencanakan 100 Lokasi Tambahan
Setelah pembangunan Tahap II, Kementerian PU menyiapkan pembangunan Sekolah Rakyat Tahap III di 100 lokasi baru.
Untuk tahap berikutnya, pemerintah merencanakan kapasitas lebih dari 2.000 siswa per sekolah. Desain bangunan akan disesuaikan dengan kondisi lahan dan kebutuhan fasilitas di setiap daerah.
Pengembangan tahap selanjutnya masih dalam perencanaan dan terpisah dari 100 lokasi Tahap II yang telah dilaporkan Kementerian PU.





