JAKARTA, Bulatan Times – Wamendiktisaintek Stella Christie menilai riset dan inovasi menjadi kunci daya saing industri kendaraan listrik nasional.
“Jika setiap tahun kita melakukan penelitian yang sama, tentu kita tidak akan mampu membangun industri dan ekonomi berbasis kendaraan listrik,” kata Stella Christie di Jakarta, Rabu.
Dia menegaskan, perguruan tinggi perlu mengarahkan riset pada inovasi yang mendukung hilirisasi ilmu pengetahuan dan teknologi, bukan sekadar mengulang penelitian.
Perguruan Tinggi Berperan Memenuhi Kebutuhan Pasar
Dia menyebut perguruan tinggi berperan memenuhi kebutuhan pasar sekaligus menciptakan teknologi baru untuk memimpin pasar.
Stella melanjutkan, peran kedua menjadi penting karena industri tidak cukup hanya mengikuti kebutuhan yang sudah ada.
Baca juga: Demo Mahasiswa 28 Oktober di Bundaran HI, Ini 5 Tuntutan dan Lokasi Aksinya
Riset juga harus mampu mengantisipasi kebutuhan masa depan dan menciptakan solusi yang sebelumnya belum tersedia.
Ia mencontohkan perkembangan kendaraan listrik di China, yang menurutnya menunjukkan bagaimana penelitian dapat menjadi fondasi bagi pertumbuhan industri.
Inovasi berkelanjutan dapat memperluas penggunaan teknologi yang sebelumnya belum berkembang luas sekaligus mendorong perubahan pasar.
Dalam industri kendaraan listrik, Stella menilai efisiensi menjadi faktor utama untuk menekan biaya produksi dan menciptakan produk yang dapat dijangkau lebih banyak konsumen.
Harga kendaraan listrik yang lebih mahal dari kendaraan konvensional berpotensi menghambat perluasan pasar.
Karena itu, penelitian perlu diarahkan untuk menghasilkan teknologi yang lebih efisien sekaligus mendukung peningkatan skala produksi agar kendaraan listrik semakin terjangkau.
Soroti Peningkatan Dukungan Pendanaan Penelitian
Stella juga menyoroti peningkatan dukungan pendanaan penelitian selama pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Ia menyebut alokasi Dana Abadi Penelitian (Riset) meningkat dari Rp1,47 triliun pada 2024 menjadi Rp2,57 triliun pada 2025, atau naik 118 persen.
Pada 2026, anggaran tersebut kembali meningkat menjadi Rp3,09 triliun. Stella juga menyampaikan, adanya investasi sebesar Rp20 triliun untuk periode 2027.
Dia berharap peningkatan pendanaan memperkuat inovasi perguruan tinggi untuk mendorong industri berbasis teknologi, termasuk kendaraan listrik.





