CILEGON, BULATAN TIMES – Lapas Kelas IIA Cilegon mengusulkan penambahan 40 unit Wartel untuk memenuhi kebutuhan komunikasi warga binaan sekaligus memperkuat pengawasan.
Penambahan fasilitas ini diharapkan dapat mengakomodasi kebutuhan komunikasi sekitar 1.800 Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP). Fasilitas ini membantu warga binaan menjaga komunikasi dengan keluarga dan memperoleh dukungan emosional selama menjalani pembinaan.
Kepala KPLP Lapas Cilegon, Eko Agus Santoso, menilai penambahan 40 unit Wartel dapat memenuhi kebutuhan komunikasi sekitar 1.800 warga binaan.
Sarana Komunikasi yang Memadai Menjadi Bagian Penting
Menurutnya, ketersediaan sarana komunikasi yang memadai menjadi bagian penting dalam mendukung terciptanya lingkungan lapas yang tertib, aman, dan kondusif.
Kepala Lapas Cilegon, Wahyu Trah Utomo, menegaskan bahwa fasilitas komunikasi harus sejalan dengan keamanan dan ketertiban lapas.
“Penambahan fasilitas wartel ini kami usulkan untuk memenuhi kebutuhan komunikasi warga binaan agar mereka tetap dapat menjalin hubungan dengan keluarga.
Di sisi lain, kami juga terus memperkuat pengawasan dan mendorong penggunaan sarana komunikasi resmi sesuai ketentuan yang berlaku,” ujar Wahyu Trah Utomo.
Baca juga: Warga Binaan Lapas Cilegon Ikuti Ujian PKBM, Tak Ada Kata Terlambat untuk Belajar
Menurutnya, komunikasi dengan keluarga memiliki peran penting dalam mendukung proses pembinaan.
Wargabinaan Dapat Motivasi Dukungan dari Keluarga
Dukungan keluarga dapat memotivasi warga binaan menjalani pembinaan dan mempersiapkan diri kembali ke masyarakat.
Penambahan Wartel juga membantu petugas menekan penggunaan ponsel ilegal melalui fasilitas komunikasi resmi yang terkontrol.
Langkah ini mencerminkan komitmen Lapas Kelas IIA Cilegon dalam menyeimbangkan pemenuhan kebutuhan komunikasi warga binaan dengan penguatan keamanan dan ketertiban. Pelayanan optimal mendukung pembinaan dan menjaga hubungan sosial warga binaan dengan keluarga di luar lapas.
Lapas Cilegon mengusulkan 40 unit Wartel untuk meningkatkan layanan komunikasi dan menjaga keamanan lapas.





