Bulatan Times – Formula 1 mulai menyusun arah regulasi mesin berikutnya meski power unit generasi 2026 baru digunakan musim ini.
Pembahasan antara FIA dan para pabrikan mengarah pada mesin V8 turbo berkapasitas 3,0 liter. Sistem hybrid tetap digunakan, tetapi porsinya akan jauh lebih kecil dibanding power unit saat ini.
Regulasi baru tersebut bisa mulai digunakan pada 2030. Namun, waktu penerapannya belum diputuskan karena FIA dan pabrikan masih membahas sejumlah detail teknis.
Baca Juga: F1 Kembali ke Sepang, GP Bahrain 2026 Digelar di Malaysia Awal Oktober
Motor Listrik Akan Diperkecil
Salah satu perubahan besar berada pada sistem kelistrikan.
Rancangan awal menyebut motor listrik akan memiliki tenaga sekitar 100 kW. Angka itu jauh lebih kecil dibanding MGU-K pada regulasi 2026 yang memiliki daya maksimum 350 kW.
Dengan porsi listrik yang lebih kecil, mesin pembakaran internal akan kembali memiliki peran lebih besar dalam menghasilkan tenaga mobil.
FIA dan pabrikan juga ingin membuat power unit generasi berikutnya lebih sederhana. Target awalnya adalah mengurangi bobot keseluruhan unit tenaga setidaknya sekitar 50 kilogram dibanding generasi sekarang.
Mesin Tetap Menggunakan Turbo
Formula 1 sempat membahas kemungkinan menggunakan mesin V8 tanpa turbo atau naturally aspirated.
Pilihan tersebut akhirnya tidak menjadi arah utama. Salah satu pertimbangannya adalah tingkat kebisingan di sejumlah sirkuit jalan raya seperti Miami, Madrid, Singapura, Baku, dan Las Vegas.
Karena itu, rancangan saat ini tetap mempertahankan turbocharger dengan ukuran yang lebih kecil.
Formula 1 berharap konfigurasi tersebut dapat menghasilkan suara yang lebih kuat dibanding mesin sekarang tanpa menimbulkan masalah dengan batas kebisingan di beberapa lokasi balapan.
Baca Juga: George Russell Menangi F1 GP Azerbaijan 2026, Verstappen Hanya Terpaut 0,196 Detik
Bahan bakar berkelanjutan juga tetap menjadi bagian dari pembahasan mesin generasi berikutnya. FIA sebelumnya menyebut konsep V8 berbahan bakar berkelanjutan sebagai salah satu arah yang sedang dikaji bersama para pemangku kepentingan.
Push-to-Pass Masih Dibahas
Perubahan tidak hanya menyentuh mesin.
FIA dan pabrikan juga membahas sistem tambahan tenaga untuk membantu pembalap saat menyalip. Konsep yang sedang dipertimbangkan menyerupai sistem push-to-pass, yakni pembalap mendapat tambahan tenaga untuk digunakan dalam kondisi tertentu.
Detail penggunaannya belum ditetapkan. FIA dan pabrikan masih harus menentukan besar tenaga tambahan, durasi penggunaan, serta bagaimana sistem tersebut diterapkan dalam balapan.
Pembicaraan mengenai mesin V8 sendiri sudah berlangsung sejak awal musim. Presiden FIA Mohammed Ben Sulayem sebelumnya mengatakan Formula 1 ingin beralih ke mesin V8 paling lambat pada 2031. Pembahasan terbaru membuka kemungkinan perubahan tersebut dipercepat satu tahun menjadi 2030.











