Jakarta, Bulatan Times – Atlet berkuda Indonesia Nusrtdinov Zayan Fatih turut membawa Tim Asia meraih medali emas dalam kompetisi Continental Team pada rangkaian Youth Olympic Games (YOG) Dakar 2026 yang diselenggarakan Federasi Equestrian Internasional (FEI).
Dinov, sapaan akrab Nusrtdinov, mengaku bersyukur atas pencapaian tersebut. Namun, ia tetap fokus mempersiapkan diri menghadapi final Individual Jumping yang dijadwalkan berlangsung pada Jumat.
“Senang sekali dan cuma bisa bersyukur. Namun, masih ada satu pertandingan lagi, jadi saya akan tetap berusaha fokus. Saya hanya ingin menjaga kondisi fisik untuk final dan bertanding semaksimal mungkin. Karena kemenangan itu datang dari Tuhan,” ujar Dinov dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Jumat.
Dinov Lolos ke Final Individual Jumping
Dinov mengumpulkan 12 poin penalti dari dua babak kualifikasi individu dan menempati peringkat ke-11 klasemen gabungan. Hasil tersebut sekaligus memastikan langkah atlet Indonesia itu menuju final Individual Jumping.
Saat bertanding di Equestrian Centre, Diamniadio, Senegal, pada 3 November, Dinov mencatatkan waktu 87,12 detik dengan delapan poin penalti pada kualifikasi pertama.
Baca juga: Raphinha Resmi Perpanjang Kontrak di Barcelona hingga Juni 2030
Pada kualifikasi kedua, ia membukukan waktu 72,60 detik dengan empat poin penalti.
Penampilan Dinov dalam kedua babak kualifikasi individu tersebut juga berkontribusi terhadap klasifikasi beregu FEI. Hasil gabungannya dengan tiga atlet Asia lainnya menempatkan Tim Asia di posisi teratas dan mengantarkan mereka meraih emas Continental Team.
Dinov memperkuat Tim Asia bersama Sresht Raju Mantena dari India, Alya Adnan Awadh Almheiri dari Uni Emirat Arab, dan Ruirui Sun dari China. Keempat atlet tersebut berhasil mengungguli lima tim regional lainnya.
Dinov Beradaptasi dengan Kuda Pinjaman
Kompetisi Continental Team FEI melibatkan 24 atlet yang terbagi dalam enam tim regional, yakni Afrika, Eropa, Inter-Amerika, Amerika Selatan, Asia, dan Intercontinental. Setiap tim terdiri atas empat atlet yang juga mengikuti pertandingan nomor individu.
Dalam kompetisi ini, panitia menyediakan kuda bagi setiap atlet melalui sistem undian atau borrowed horse. Sistem tersebut menuntut para peserta beradaptasi dengan kuda yang baru mereka kenal.
Dinov mengaku tidak mengalami kesulitan berarti saat membangun chemistry dengan Ucaral de Beaujour, kuda yang menemaninya selama pertandingan.
“Kami harus beradaptasi dengan cepat. Setelah beberapa kali latihan, saya sudah cukup mengenal kuda yang saya gunakan, meskipun belum 100 persen. Namun, saya sudah bisa mengandalkannya,” kata Dinov.
Ia juga mengaku tidak mengalami kendala berarti dalam menghadapi cuaca panas di Dakar. Pengalamannya berlatih di luar ruangan membantu dirinya beradaptasi dengan kondisi tersebut.
“Karena saya sudah sering berolahraga di luar ruangan, menurut saya cuacanya tidak terlalu berbeda. Saya juga sangat senang bisa berada di Afrika,” tambahnya.
CdM Tim Indonesia Apresiasi Prestasi Dinov
Chef de Mission (CdM) Tim Indonesia untuk YOG Dakar 2026, Ita Yuliati, mengapresiasi kontribusi Dinov dalam keberhasilan Tim Asia meraih emas Continental Team FEI.
Menurut Ita, pencapaian tersebut memberikan pengalaman berharga sekaligus meningkatkan kepercayaan diri Dinov menjelang final nomor individu.
“Alhamdulillah, kami bangga dengan kontribusi Dinov untuk Tim Asia. Ini menjadi pengalaman yang berharga sekaligus menambah kepercayaan dirinya menjelang final individu. Kami berharap Dinov bisa menjaga fokus, tampil maksimal, dan menjadikan pengalaman di Dakar sebagai bekal untuk terus berkembang hingga ke panggung Olimpiade senior,” ujar Ita.
Meski demikian, medali emas Continental Team tersebut merupakan penghargaan dari FEI dan tidak masuk dalam penghitungan medali resmi Youth Olympic Games Dakar 2026.
Indonesia Koleksi Satu Perak dan Satu Perunggu
Hingga pukul 17.00 waktu Dakar atau Jumat pukul 00.00 WIB, kontingen Indonesia menempati peringkat ke-37 klasemen sementara perolehan medali dengan koleksi satu perak dan satu perunggu.
Atlet wushu Asael Christo Jacob Rondonuwu menyumbangkan medali perak dari nomor Men’s Changquan Combined. Sementara itu, pejudo Sashenka Cahaya Fatimah meraih medali perunggu pada kelas -63 kilogram putri.
Kontingen Indonesia masih berpeluang menambah perolehan medali melalui empat atlet dari tiga cabang olahraga yang akan bertanding pada Jumat.
Selain Dinov yang mengikuti final Individual Jumping, perenang Michelle Surjadi Fang akan tampil pada nomor 200 meter gaya kupu-kupu putri. Reynard Delian Purwanto juga akan berlaga pada nomor 200 meter gaya bebas putra.
Sementara itu, atlet triatlon putri Aira Martha Adistri akan memulai perjuangannya dalam perlombaan yang berlangsung di Sally, Senegal.





