Jakarta, Bulatan Times – Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) akan menjalani renovasi hingga April 2027. Proyek ini membuat Timnas Indonesia dan Persija Jakarta harus mencari stadion alternatif untuk menggelar pertandingan kandang.
Kabar renovasi GBK langsung menarik perhatian pencinta sepak bola Tanah Air. Pasalnya, stadion kebanggaan Indonesia ini menjadi salah satu lokasi utama pertandingan Timnas dan Persija.
Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno (PPKGBK) memulai pekerjaan penguatan struktur lapangan atau Field of Play (FOP) pada akhir Oktober 2026. Proyek tersebut bertujuan meningkatkan kualitas dan ketahanan lapangan dalam jangka panjang.
Renovasi GBK Fokus pada Penguatan Lapangan
PPKGBK akan memperkuat struktur bagian bawah lapangan. Pengelola juga akan menata ulang area permainan dan menanam rumput baru.
Selama proses renovasi, pengelola menghentikan sementara aktivitas pertandingan sepak bola di SUGBK. Pekerja perlu mengupas rumput lama dan melakukan pemancangan untuk memperkuat struktur lapangan.
PPKGBK menargetkan seluruh pekerjaan selesai pada April 2027. Sementara itu, pengelola merencanakan penanaman rumput baru pada akhir Januari 2027.
Setelah proses penanaman, rumput membutuhkan waktu untuk tumbuh dan mencapai kondisi optimal. Karena itu, pengelola akan mengevaluasi kualitas lapangan sebelum kembali menggelar pertandingan sepak bola.
Timnas Indonesia dan Persija Siapkan Stadion Alternatif
Renovasi GBK membawa dampak langsung bagi agenda sepak bola nasional. Timnas Indonesia memiliki agenda FIFA Matchday pada Maret 2027.
Namun, Timnas belum tentu dapat menggunakan SUGBK untuk pertandingan tersebut. Pengelola masih perlu mengevaluasi kondisi lapangan pada Januari atau Februari 2027.
Persija Jakarta juga menghadapi situasi serupa. Macan Kemayoran harus menyiapkan stadion alternatif selama GBK menjalani renovasi.
Sebelumnya, Persija memasukkan SUGBK sebagai salah satu pilihan markas untuk kompetisi BRI Super League 2026/2027.
Kini, manajemen Persija perlu menyesuaikan agenda pertandingan kandang. Klub juga harus berkoordinasi dengan pengelola stadion untuk menentukan lokasi alternatif.
Meski begitu, PPKGBK tetap memprioritaskan kebutuhan Timnas Indonesia setelah lapangan kembali siap menggelar pertandingan.
Konser BTS Tetap Meriahkan GBK
Menariknya, renovasi lapangan tidak menghentikan seluruh aktivitas di kawasan GBK. Pengelola tetap membuka kesempatan bagi penyelenggara untuk menggelar sejumlah acara nonolahraga.
Salah satu agenda yang menarik perhatian publik adalah konser BTS. Grup musik asal Korea Selatan tersebut akan menggelar konser pada 26, 27, dan 29 Desember 2026.
Selain BTS, Westlife juga akan menyapa penggemarnya melalui konser pada 23 Januari 2027.
Untuk mendukung kegiatan tersebut, penyelenggara dapat menggunakan pelindung permukaan lapangan atau grass cover. Perangkat ini membantu melindungi area rumput dari aktivitas pengunjung dan kebutuhan panggung.
Dengan demikian, pengelola tetap dapat mengakomodasi konser tanpa mengganggu pekerjaan renovasi lapangan secara keseluruhan.
GBK Perkuat Fasilitas untuk Agenda Internasional
Penguatan struktur lapangan menjadi langkah penting bagi PPKGBK dalam menjaga kualitas fasilitas stadion. GBK tidak hanya menjadi rumah bagi sepak bola Indonesia, tetapi juga menjadi pusat berbagai kegiatan berskala internasional.
Karena itu, pengelola perlu memastikan lapangan mampu menghadapi berbagai kebutuhan kegiatan. Kualitas rumput dan kekuatan struktur juga harus memenuhi standar pertandingan sepak bola.
Renovasi GBK hingga April 2027 tentu membawa tantangan bagi Timnas Indonesia dan Persija Jakarta. Namun, pembenahan ini diharapkan mampu menghadirkan fasilitas stadion yang lebih berkualitas.
Publik kini menantikan hasil renovasi tersebut. Sebab, GBK memiliki peran penting dalam perjalanan sepak bola nasional sekaligus menjadi kebanggaan Indonesia di mata dunia.





