JAKARTA, BULATAN TIMES – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) menyiapkan pemeriksaan keselamatan terhadap 2.140 kapal dan fasilitas di 223 bandara menjelang angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 (Nataru). Pemeriksaan juga mencakup bus, pesawat udara, serta sarana dan prasarana kereta api.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi telah menginstruksikan penguatan pemeriksaan kelaikan atau ramp check di seluruh moda transportasi. Langkah ini ditujukan untuk memastikan kendaraan dan fasilitas yang digunakan masyarakat memenuhi persyaratan keselamatan sebelum masa perjalanan libur akhir tahun.
Kemenhub meminta operator menindaklanjuti setiap temuan pemeriksaan, termasuk apabila terdapat sarana yang belum memenuhi persyaratan teknis untuk dioperasikan.
Pemeriksaan 2.140 Kapal Berlangsung Sepanjang November
Untuk angkutan laut dan penyeberangan, Kemenhub menargetkan pemeriksaan kelaiklautan 2.140 kapal pada 1-30 November 2026.
Pemeriksaan melibatkan 132 Unit Pelaksana Teknis (UPT) di berbagai wilayah Indonesia.
Berdasarkan rencana operasi per 30 Oktober, kapal yang menjadi sasaran terdiri atas:
- 511 kapal penumpang.
- 63 kapal Ro-Ro penumpang.
- 460 kapal Ro-Ro penyeberangan.
- 123 kapal cepat.
- 162 kapal tradisional.
- 821 kapal wisata.
Pemeriksaan meliputi kondisi keselamatan kapal, pengawakan, kapasitas dan pemuatan, kesehatan penumpang, pencegahan pencemaran, serta sistem keamanan.
Petugas juga memeriksa kesiapan perlengkapan keselamatan, termasuk alat pemadam kebakaran dan sarana evakuasi.
Khusus kapal wisata, pemeriksaan dilakukan sebelum kapal beroperasi sebagai bagian dari persyaratan pengajuan Surat Persetujuan Berlayar (SPB).
Baca Juga: KMP Batumandi Terbakar: 420 Penumpang Selamat, Posko Kehilangan Dibuka
Fasilitas 223 Bandara Masuk Pemeriksaan Keselamatan
Pada sektor penerbangan, Kemenhub menyiapkan inspeksi fasilitas keselamatan di 223 bandar udara.
Dari jumlah tersebut, 12 bandara menjadi tanggung jawab pemeriksaan Direktorat Bandar Udara, sedangkan 211 lainnya diperiksa melalui Kantor Otoritas Bandar Udara.
Pemeriksaan mencakup area pergerakan pesawat, fasilitas panduan visual penerbangan, sistem kelistrikan, serta kesiapan unit Pertolongan Kecelakaan Penerbangan dan Pemadam Kebakaran (PKP-PK).
Pengawasan fasilitas navigasi penerbangan juga disiapkan pada 18 lokasi prioritas.
Selain inspeksi fasilitas bandara, Direktorat Jenderal Perhubungan Udara menjadwalkan pemeriksaan pesawat atau ramp inspection di 20 bandara.
Pemeriksaan pesawat tersebut berlangsung dalam tiga fase mulai 1 Desember 2026 hingga 5 Januari 2027.
Pemeriksaan Bus Diperkuat dengan Sistem MitraDarat
Di sektor angkutan jalan, pemeriksaan kelaikan akan difokuskan pada kendaraan angkutan umum, terutama bus yang melayani perjalanan antarkota dan angkutan wisata selama Nataru.
Kemenhub menggunakan aplikasi MitraDarat untuk mencatat hasil pemeriksaan secara digital. Aplikasi ini digunakan oleh Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) dan dinas perhubungan daerah.
Data hasil pemeriksaan terhubung dengan informasi perizinan angkutan sehingga petugas dapat memantau kondisi kendaraan serta tindak lanjut terhadap temuan yang belum memenuhi persyaratan.
Sebagai pembanding, selama angkutan Nataru 2025/2026 tercatat 112.104 kali pemeriksaan kendaraan, melampaui target awal sebanyak 15.000 kali.
Angka tersebut merupakan realisasi pemeriksaan pada periode sebelumnya, bukan jumlah kendaraan yang sudah diperiksa untuk Nataru 2026/2027.
Baca Juga: ASDP dan Jasa Raharja Data Kerugian Penumpang KMP Batumandi
Kereta Api Diperiksa Mulai Minggu Kedua November
Untuk transportasi kereta api, Kemenhub menjadwalkan pemeriksaan Standar Pelayanan Minimum (SPM) mulai minggu kedua November hingga minggu pertama Desember 2026.
Pemeriksaan mencakup pelayanan penumpang serta keselamatan sarana dan prasarana perkeretaapian.
Direktorat Jenderal Perkeretaapian juga merencanakan penggunaan kereta inspeksi bersama operator pada Desember.
Berdasarkan perkiraan Kemenhub, frekuensi perjalanan selama angkutan Nataru mencapai 376 perjalanan kereta antarkota per hari, 426 perjalanan kereta perkotaan regional per hari, dan 2.107 perjalanan kereta komuter per hari.





