Cilegon, Bulatan Times – Pemasyarakatan Agro Smart Farm Model (PAS FM) merupakan inovasi model pembinaan kemandirian warga binaan yang mengintegrasikan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan dalam satu sistem pengelolaan terpadu berbasis teknologi modern. Program ini mengusung konsep smart farming, circular economy, dan zero waste untuk menciptakan kegiatan pembinaan yang produktif, bernilai ekonomi, serta berkelanjutan.
Kepala Lapas Kelas IIA Cilegon, Wahyu Trah Utomo, menggagas PAS FM sebagai upaya mengembangkan pola pembinaan kemandirian yang tidak hanya berfokus pada pemberian keterampilan, tetapi juga mendorong warga binaan menghasilkan produk yang memiliki nilai tambah. Melalui program ini, warga binaan terlibat langsung dalam berbagai kegiatan produksi dan pengelolaan usaha berbasis agro.
Integrasikan Pertanian, Peternakan, dan Perikanan
PAS FM menghubungkan tiga sektor utama, yaitu pertanian, peternakan, dan perikanan, dalam satu ekosistem produksi yang saling mendukung. Setiap sektor memiliki peran dalam menghasilkan komoditas pangan sekaligus memanfaatkan sumber daya secara optimal.
Baca juga: Kalapas Cilegon Hadirkan Model Pembinaan Kemandirian Berbasis Agro Smart Farm
Pada sektor pertanian, warga binaan mengembangkan budidaya berbagai komoditas hortikultura dan tanaman pangan. Sementara itu, sektor peternakan mengembangkan pemeliharaan hewan ternak sebagai sumber pangan dan komoditas ekonomi. Adapun sektor perikanan berfokus pada kegiatan budidaya ikan untuk mendukung produktivitas dan ketahanan pangan.

Selain ketiga sektor tersebut, PAS FM juga mengembangkan pengolahan limbah organik melalui budidaya maggot. Pengelolaan ini menjadi bagian dari upaya memanfaatkan sisa kegiatan produksi sebagai sumber nutrisi alternatif untuk mendukung sektor peternakan dan perikanan.
Terapkan Teknologi dan Ekonomi Sirkular
Dalam pelaksanaannya, PAS FM menerapkan pendekatan smart farming untuk meningkatkan efektivitas pengelolaan kegiatan budidaya. Program ini juga menggunakan konsep circular economy dengan mengoptimalkan pemanfaatan hasil produksi dan limbah agar dapat kembali menjadi sumber daya yang bermanfaat.
Selain itu, konsep zero waste mendorong setiap sektor untuk mengurangi limbah melalui pengolahan dan pemanfaatan kembali sisa kegiatan produksi. Dengan demikian, pertanian, peternakan, dan perikanan tidak berjalan secara terpisah, melainkan membentuk sistem yang saling terintegrasi dan berkelanjutan.
Tingkatkan Keterampilan dan Produktivitas Warga Binaan
Melalui PAS FM, warga binaan memperoleh kesempatan untuk terlibat langsung dalam proses budidaya, pemeliharaan, pengelolaan hasil panen, hingga pengembangan produk. Kegiatan tersebut memberikan pengalaman praktik sekaligus meningkatkan kompetensi di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan.
Selain keterampilan teknis, program ini juga membentuk kedisiplinan, tanggung jawab, kemampuan bekerja sama, serta jiwa kewirausahaan. Bekal tersebut diharapkan dapat membantu warga binaan membangun kehidupan yang lebih mandiri dan produktif setelah kembali ke tengah masyarakat.
Dukung Ketahanan Pangan dan Pemberdayaan Ekonomi
PAS FM tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan pembinaan di dalam Lapas, tetapi juga mendukung upaya pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional. Melalui kegiatan produksi berbasis agro, program ini berpotensi menghasilkan berbagai komoditas pangan yang memiliki manfaat ekonomi dan sosial.

Hasil budidaya dapat dimanfaatkan untuk mendukung kebutuhan pangan sekaligus dikembangkan menjadi produk bernilai jual. Dengan demikian, kegiatan pembinaan juga membuka peluang pemberdayaan ekonomi bagi warga binaan.
Kembangkan Model Pembinaan Berkelanjutan
Sebagai inovasi pembinaan kemandirian, PAS FM diharapkan dapat menjadi model yang diterapkan oleh Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pemasyarakatan lainnya. Setiap satuan kerja dapat mengembangkan program tersebut dengan menyesuaikan potensi lahan, sumber daya manusia, dan kondisi lingkungan masing-masing.
Melalui PAS FM, Lapas Kelas IIA Cilegon berupaya menghadirkan pembinaan yang menghubungkan keterampilan, produktivitas, teknologi, dan kepedulian terhadap lingkungan. Lebih dari sekadar kegiatan budidaya, inovasi ini menjadi sarana mempersiapkan warga binaan agar memiliki keterampilan, mampu menghasilkan produk, dan siap menjalani kehidupan yang mandiri setelah menyelesaikan masa pidana.
Dengan demikian, Pemasyarakatan Agro Smart Farm Model (PAS FM) menjadi wujud transformasi pembinaan kemandirian yang tidak hanya memberikan manfaat bagi warga binaan, tetapi juga berkontribusi terhadap pengembangan ekonomi produktif dan ketahanan pangan nasional.





