Cilegon, Bulatan Times – Kepala Lapas Kelas IIA Cilegon, Wahyu Trah Utomo, menggagas inovasi Pemasyarakatan Agro Smart Farm Model (PAS FM). Inovasi ini menjadi langkah strategis untuk mengembangkan pola pembinaan kemandirian warga binaan yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan.
Wahyu merancang PAS FM sebagai bentuk transformasi pembinaan yang tidak hanya berorientasi pada pemberian keterampilan. Selain itu, PAS FM juga mendorong warga binaan untuk menghasilkan produk yang memiliki nilai ekonomi dan manfaat bagi masyarakat. Melalui inovasi ini, ia ingin mengoptimalkan potensi sektor pertanian, peternakan, dan perikanan sebagai sarana pembinaan. Tujuannya untuk memberikan bekal keterampilan nyata bagi warga binaan.
Gagasan tersebut kemudian berkembang menjadi proyek perubahan. Wahyu usung proyek tersebut dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II di Lembaga Administrasi Negara (LAN) Jatinangor.
Integrasikan Pertanian, Peternakan, dan Perikanan melalui Teknologi Modern
Dalam mengembangkan PAS FM, Wahyu mengintegrasikan tiga sektor potensial, yakni pertanian, peternakan, dan perikanan. Ia melakukannya melalui pendekatan modern berbasis smart farming, circular economy, dan zero waste.
Baca juga: Pemasyarakatan Agro Smart Farm Model (PAS FM), Dukung Pembinaan dan Ketahanan Pangan Nasional
Ia mengembangkan konsep tersebut untuk menciptakan ekosistem pembinaan yang saling terhubung. Ekosistem ini efisien dalam pemanfaatan sumber daya serta mampu menghasilkan nilai tambah secara berkelanjutan.
Melalui pendekatan ini, Wahyu mendorong setiap UPT Pemasyarakatan untuk memanfaatkan potensi lahan dan sumber daya yang tersedia sebagai sarana pembinaan produktif. Dengan demikian, kegiatan pembinaan tidak hanya memberikan pengalaman praktik. Namun juga membangun keterampilan, kedisiplinan, tanggung jawab, dan jiwa kewirausahaan warga binaan.
Susun Modul PAS FM sebagai Pedoman Implementasi
Untuk memastikan penerapan inovasi berjalan secara terarah, Wahyu bersama Tim Efektif Proyek Perubahan menyusun Modul PAS FM. Proses penyusunan modul ini melibatkan akademisi dan praktisi agribisnis sebagai narasumber.
Tim menyusun modul tersebut sebagai pedoman teknis yang sistematis dan aplikatif. Pedoman ini membantu seluruh UPT Pemasyarakatan memahami konsep, tahapan, dan mekanisme pengembangan program PAS FM berdasarkan potensi masing-masing satuan kerja.
Wahyu menilai keberadaan modul ini menjadi bagian penting dalam memperluas jangkauan inovasi. Ia ingin PAS FM tidak hanya berkembang di Lapas Kelas IIA Cilegon. Tetapi juga dapat diterapkan dan dikembangkan oleh UPT Pemasyarakatan lainnya di wilayah Banten.
Launching PAS FM, Perkuat Sinergi Seluruh UPT Pemasyarakatan
Sebagai bentuk komitmen dalam mengimplementasikan inovasi tersebut, Wahyu menyelenggarakan launching Modul PAS FM di Aula Lapas Kelas IIA Cilegon, Jumat (6/11/2026). Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Banten, Lili, S.H., M.H., secara resmi meluncurkan modul tersebut. Seluruh Kepala UPT Pemasyarakatan se-Banten menyaksikan proses peluncuran tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Wahyu bersama tim juga menyosialisasikan Modul PAS FM kepada seluruh Kepala UPT. Melalui kegiatan ini, ia mendorong kesamaan pemahaman sekaligus membangun komitmen bersama untuk mengimplementasikan inovasi PAS FM di masing-masing satuan kerja.
Wahyu menyambut baik dukungan dan apresiasi Kepala Kantor Wilayah Ditjenpas Banten terhadap inovasi yang ia gagas. Dukungan tersebut menjadi dorongan untuk terus mengembangkan PAS FM. Ia berharap inovasi ini memberikan manfaat yang lebih luas bagi penyelenggaraan pembinaan di lingkungan Pemasyarakatan.
Siapkan Warga Binaan Menjadi Pribadi Produktif dan Mandiri
Bagi Wahyu, keberhasilan pembinaan tidak hanya terlihat dari pelaksanaan kegiatan selama warga binaan menjalani masa pidana. Selain itu, ia melihat keberhasilan dari kemampuan mereka untuk menerapkan keterampilan setelah kembali ke tengah masyarakat.
Karena itu, melalui PAS FM, ia berupaya membekali warga binaan dengan kemampuan praktis di bidang pertanian, peternakan, dan perikanan. Keterampilan tersebut diharapkan dapat menjadi modal bagi mereka untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri, produktif, dan berdaya saing setelah menyelesaikan masa pembinaan.
Wahyu berharap PAS FM dapat menjadi model pembinaan kemandirian yang dapat direplikasi oleh seluruh UPT Pemasyarakatan. Lebih dari sekadar inovasi, ia ingin PAS FM menjadi kontribusi nyata Pemasyarakatan dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Ia juga ingin mempersiapkan warga binaan agar mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
PAS FM: Dari Pembinaan Menuju Kemandirian, Dari Pemasyarakatan untuk Ketahanan Pangan Nasional.





