Bulatan Times – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi di sejumlah perairan Indonesia yang berlaku mulai Selasa (22/9/2026) pukul 07.00 WIB hingga Jumat (25/9/2026) pukul 07.00 WIB.
Dalam peringatan tersebut, gelombang kategori tinggi dengan kisaran 2,5–4 meter berpotensi terjadi di delapan wilayah perairan. Sementara gelombang kategori sedang dengan ketinggian 1,25–2,5 meter berpeluang terjadi di 20 wilayah lainnya.
Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian masyarakat yang beraktivitas di laut, terutama nelayan dan operator pelayaran yang melintasi kawasan terdampak.
Baca Juga: BMKG Waspadai Gelombang hingga 4 Meter, Lampung Masuk Daftar
Delapan perairan berpotensi mengalami gelombang 2,5–4 meter
Berdasarkan peringatan nasional BMKG, gelombang kategori tinggi berpeluang terjadi di:
- Samudra Hindia barat Lampung
- Samudra Hindia barat Kepulauan Mentawai
- Samudra Hindia barat Bengkulu
- Samudra Hindia selatan Banten
- Samudra Hindia selatan Jawa Tengah
- Samudra Hindia selatan DI Yogyakarta
- Samudra Hindia selatan Jawa Timur
- Samudra Hindia selatan NTB
Delapan wilayah tersebut diprakirakan mengalami gelombang dengan ketinggian sekitar 2,5–4 meter selama periode peringatan.
Peringatan di tingkat wilayah dapat memberikan rincian yang lebih spesifik. Di Lampung, misalnya, BMKG memasukkan Perairan Barat Lampung dan Selat Sunda Selatan Lampung dalam kategori gelombang tinggi 2,5–4 meter.
Prakiraan BMKG untuk Selat Sunda Selatan Lampung pada Selasa pagi juga menunjukkan gelombang sekitar 2,5–2,6 meter dengan kecepatan angin mencapai sekitar 20 knot pada beberapa jam pengamatan.
Gelombang sedang berpotensi terjadi di 20 wilayah
BMKG juga menetapkan kategori sedang dengan tinggi gelombang 1,25–2,5 meter di 20 wilayah perairan.
Wilayah tersebut meliputi Selat Malaka bagian utara, Samudra Hindia barat Aceh, Samudra Hindia barat Kepulauan Nias, Samudra Hindia selatan Jawa Barat, Samudra Hindia selatan Bali, dan Samudra Hindia selatan NTT.
Potensi serupa terdapat di Laut Jawa bagian tengah dan timur, Selat Makassar bagian tengah dan selatan, Teluk Bone, Laut Maluku, Laut Seram, serta Samudra Pasifik utara Maluku.
BMKG turut mencantumkan Samudra Pasifik utara Papua, Papua Barat dan Papua Barat Daya, serta Laut Arafuru bagian barat, tengah, dan timur.
Baca Juga: BMKG Prediksi Hujan di Sejumlah Daerah Terdampak Erupsi Anak Krakatau 9-12 September
Angin hingga 25 knot ikut memengaruhi kondisi perairan
Kondisi gelombang tersebut berkaitan dengan pola angin yang berlangsung di wilayah Indonesia.
BMKG mencatat pola angin di utara ekuator umumnya bergerak dari tenggara hingga barat daya dengan kecepatan 4–25 knot. Di wilayah selatan ekuator, angin umumnya bertiup dari timur hingga tenggara dengan rentang kecepatan yang sama.
Potensi angin tertinggi terpantau di Samudra Hindia barat Mentawai hingga Lampung dan Samudra Hindia selatan Banten.
Kondisi lokal dapat berbeda. Di wilayah perairan Lampung, misalnya, pola angin umumnya bergerak dari timur hingga selatan dengan kecepatan sekitar 2–20 knot. Kecepatan tertinggi terpantau di Perairan Barat Lampung, Selat Sunda Selatan Lampung, dan bagian selatan Teluk Lampung.
Nelayan dan operator pelayaran perlu memperhatikan prakiraan terbaru
Peringatan gelombang tinggi penting diperhatikan sebelum melakukan aktivitas di laut karena kondisi setiap perairan tidak sama dan dapat berubah selama periode prakiraan.
Nelayan maupun operator kapal sebaiknya memeriksa informasi cuaca maritim untuk lokasi dan waktu pelayaran masing-masing, bukan hanya mengandalkan peringatan nasional.
BMKG menyediakan prakiraan yang lebih terperinci untuk sejumlah perairan dan pelabuhan, termasuk informasi tinggi gelombang, arah dan kecepatan angin, arus, serta kondisi cuaca. Sebagai contoh, data Selat Sunda Selatan Lampung diperbarui secara berkala dengan prakiraan per jam.
Masyarakat yang beraktivitas di wilayah pesisir dan perairan terdampak juga perlu mengikuti pembaruan peringatan resmi selama periode 22–25 September 2026, mengingat kondisi aktual dapat berkembang dari prakiraan sebelumnya.











