Bulatan Times – Tingkat kepuasan publik Amerika Serikat terhadap kinerja Presiden Donald Trump turun menjadi 32 persen dalam survei terbaru Reuters/Ipsos. Angka tersebut menjadi titik terendah Trump dalam rangkaian polling Reuters/Ipsos sepanjang masa kepresidenannya.
Survei yang berlangsung pada 17–20 September 2026 itu juga menunjukkan melemahnya penilaian terhadap Trump di kalangan pendukung Partai Republik, terutama terkait ekonomi dan biaya hidup.
Secara keseluruhan, tingkat kepuasan terhadap Trump turun dari 35 persen dalam survei Reuters/Ipsos sepekan sebelumnya menjadi 32 persen.
Baca Juga: Trump Tekan Dominasi Drone China, AS Perketat Impor
Dukungan dari kalangan Republik ikut turun
Perubahan tidak hanya terlihat pada responden secara keseluruhan.
Sebanyak 73 persen responden Republik menyatakan puas terhadap kinerja Trump. Angka itu turun dari 82 persen pada survei Reuters/Ipsos sepekan sebelumnya.
Jika dibandingkan dengan Januari 2026, penurunannya juga terlihat. Ipsos mencatat tingkat kepuasan terhadap kinerja Trump di kalangan Republik ketika itu mencapai 86 persen.
Penilaian kelompok tersebut terhadap kebijakan ekonomi ikut melemah. Tingkat kepuasan terhadap penanganan ekonomi AS turun dari 80 persen pada Januari menjadi 56 persen dalam survei terbaru.
Penurunan lebih besar terlihat pada persoalan biaya hidup. Kepuasan responden Republik terhadap penanganan isu tersebut turun dari 70 persen menjadi 44 persen dalam periode yang sama.
Reuters melaporkan, untuk pertama kalinya dalam polling tersebut, proporsi responden Republik yang tidak puas terhadap cara Trump menangani biaya hidup lebih besar dibandingkan yang menyatakan puas, yakni 51 persen berbanding 44 persen.
Biaya hidup mendapat penilaian rendah
Persoalan biaya hidup menjadi salah satu temuan paling menonjol dalam survei terbaru.
Hanya 17 persen dari seluruh responden yang menyatakan puas terhadap cara Trump menangani biaya hidup.
Isu tersebut penting karena responden menempatkan biaya hidup sebagai persoalan utama yang akan dipertimbangkan ketika menentukan pilihan dalam pemilu paruh waktu AS pada 3 November 2026.
Tekanan biaya juga muncul bersamaan dengan perang Iran yang berlangsung sejak Februari. Konflik tersebut telah mengganggu pasar energi dan ikut mendorong kenaikan harga bensin serta diesel.
Survei Reuters/Ipsos mencatat hanya 34 persen responden menyetujui serangan terhadap Iran.
Sebanyak 82 persen responden juga menilai konflik tersebut kemungkinan akan berlangsung dalam jangka waktu panjang.
Baca Juga: AS Akui Punya Senjata di Orbit, China dan Rusia Peringatkan Risiko Perlombaan Senjata
Imigrasi masih mendapat dukungan lebih kuat di kalangan Republik
Meski penilaian terhadap ekonomi dan biaya hidup melemah, Trump masih memperoleh dukungan lebih tinggi dari basis Republik dalam isu imigrasi.
Reuters/Ipsos mencatat 79 persen responden Republik mendukung pendekatan Trump dalam persoalan tersebut.
Namun, gambaran berbeda muncul ketika seluruh responden diperhitungkan. Sebanyak 36 persen warga AS dalam survei menyatakan mendukung pendekatan Trump mengenai imigrasi, sedangkan 55 persen menyatakan tidak setuju.
Pada isu penanganan kejahatan, 35 persen responden memberikan penilaian positif dan 50 persen memberikan penilaian negatif.
Survei digelar menjelang pemilu paruh waktu
Polling terbaru dilakukan ketika Amerika Serikat semakin dekat dengan pemilu paruh waktu pada November.
Di antara pemilih terdaftar yang disurvei, 43 persen memilih Partai Demokrat dan 35 persen memilih Partai Republik ketika ditanya partai mana yang akan mereka dukung dalam pemilu paruh waktu.
Reuters mencatat selisih delapan poin tersebut merupakan keunggulan terbesar Demokrat dalam polling Reuters/Ipsos sepanjang tahun ini.
Namun, angka nasional itu tidak dapat langsung diterjemahkan menjadi hasil pemilu. Perebutan kursi DPR dan Senat AS ditentukan melalui kontestasi di negara bagian dan distrik masing-masing, sehingga survei nasional tidak menangkap seluruh dinamika setiap daerah pemilihan.
Survei melibatkan 1.277 orang dewasa AS
Reuters/Ipsos melakukan survei secara daring terhadap 1.277 orang dewasa berusia 18 tahun ke atas di seluruh Amerika Serikat pada 17–20 September 2026.
Ipsos menyebut sampel tersebut dirancang mewakili populasi nasional dan menggunakan KnowledgePanel berbasis probabilitas.
Data kemudian diberi pembobotan berdasarkan sejumlah faktor demografis dan politik, termasuk usia, jenis kelamin, ras dan etnis, wilayah, pendidikan, pendapatan rumah tangga, pilihan pada Pemilu 2024, serta identifikasi partai.
Ipsos mencantumkan margin of sampling error sekitar plus-minus 2,8 poin persentase pada tingkat kepercayaan 95 persen untuk hasil berdasarkan seluruh sampel. Margin kesalahan untuk kelompok responden yang lebih kecil dapat berbeda dan lebih besar.
Karena itu, hasil polling tersebut menggambarkan opini responden pada periode survei dan bukan kepastian mengenai hasil pemilu mendatang.











