Bulatan Times – Lando Norris harus meninggalkan GP Azerbaijan 2026 tanpa poin setelah terseret insiden antara dua mobil Alpine di Tikungan 1 Sirkuit Kota Baku.
Kecelakaan terjadi saat balapan kembali dimulai setelah periode Safety Car. Franco Colapinto terlambat mengerem, menyentuh mobil Pierre Gasly, lalu mobil Gasly terdorong ke arah Norris yang berada di sisi luar.
Ketiganya keluar lintasan dan tidak dapat melanjutkan balapan.
Bagi Norris, hasil tersebut terasa semakin pahit karena ia sebenarnya masih berada dalam perebutan poin sebelum insiden.
Pembalap McLaren itu start dari posisi kelima. Ia sempat naik satu tempat pada awal lomba, tetapi tidak mampu mempertahankan posisi di kelompok depan.
Masalah utama Norris sepanjang akhir pekan memang bukan hanya kecelakaan. McLaren kesulitan di lintasan lurus Baku, dan Norris beberapa kali kehilangan posisi ketika rival mendapat kecepatan lebih tinggi di zona akselerasi panjang.
Norris Sudah Kesulitan Sebelum Insiden
Akhir pekan Baku sejak awal tidak berjalan mulus untuk McLaren.
Pada sesi latihan, Norris dan Oscar Piastri sempat kehilangan waktu karena masalah pada bagian lantai mobil. McLaren harus mencari solusi sementara agar keduanya bisa kembali ke lintasan.
Kondisi membaik saat kualifikasi, meski belum sepenuhnya memuaskan. Norris menempatkan mobilnya di posisi kelima setelah melakukan kesalahan pengereman pada putaran terakhir Q3.
Pada balapan, Norris kembali kesulitan menjaga ritme. Ia sempat berada di depan Isack Hadjar, tetapi posisi itu tidak bertahan lama.
Max Verstappen dan Lewis Hamilton kemudian mampu melewatinya. Kesalahan lain saat pengereman membuat Norris turun lebih jauh dan berada di belakang Gasly serta Kimi Antonelli.
Meski begitu, peluang membawa pulang poin belum benar-benar hilang.
Baca Juga: George Russell Menangi F1 GP Azerbaijan 2026, Verstappen Hanya Terpaut 0,196 Detik
Colapinto Terlambat Mengerem di Tikungan 1
Situasi berubah total setelah Alex Albon mengalami kecelakaan dan memicu Safety Car.
Balapan mulai kacau ketika Safety Car masuk ke pit dan para pembalap kembali dilepas.
Colapinto datang terlalu cepat ke zona pengereman Tikungan 1. Ban mengunci dan mobil Alpine miliknya bergerak ke sisi dalam.
Di sana ada Gasly.
Kontak antarkeduanya membuat mobil Gasly terdorong keluar dan mengenai Norris. Tiga mobil akhirnya berhenti dengan kerusakan yang cukup berat.
Steward kemudian menilai Colapinto paling bertanggung jawab terhadap kecelakaan tersebut. Karena ia juga gagal finis, hukuman waktu 10 detik diubah menjadi penalti turun lima posisi grid untuk balapan berikutnya.
Colapinto setelah lomba meminta maaf kepada Gasly, Alpine, dan Norris.
Delapan Balapan Beruntun Norris di Zona Poin Terhenti
DNF di Azerbaijan menghentikan catatan positif Norris yang sebelumnya selalu mencetak poin dalam delapan balapan beruntun.
Ia datang ke Baku setelah periode performa yang jauh lebih baik, termasuk kemenangan di Hungaria dan Belanda.
Di Azerbaijan, peluang mempertahankan catatan tersebut sebenarnya masih terbuka sampai insiden Alpine terjadi.
Norris memang mengakui kecepatannya sendiri tidak cukup baik sepanjang balapan. Kelemahan di lintasan lurus membuatnya sulit melawan mobil lain, tetapi kecelakaan di Tikungan 1 tetap menjadi penyebab langsung ia gagal finis.
McLaren pun meninggalkan Baku tanpa poin.
Oscar Piastri sempat berada dalam persaingan podium sebelum juga melakukan kesalahan di Tikungan 1. Ia kehilangan banyak posisi dan akhirnya finis ke-14.
George Russell keluar sebagai pemenang setelah menahan tekanan Max Verstappen hingga garis finis. Isack Hadjar melengkapi podium di posisi ketiga.
Baku Jadi Akhir Pekan Terburuk McLaren dalam Beberapa Seri
McLaren datang ke Azerbaijan dengan ekspektasi yang tidak terlalu tinggi karena karakter tikungan lambat dan lintasan lurus panjang Baku kurang cocok dengan kekuatan mobil mereka.
Namun hasil akhirnya tetap lebih buruk daripada perkiraan.
Piastri kehilangan peluang podium karena kesalahannya sendiri. Norris harus berhenti setelah menjadi korban rangkaian tabrakan Alpine.
Azerbaijan akhirnya menjadi akhir pekan tanpa poin bagi McLaren ketika Mercedes dan Red Bull justru membawa pulang hasil besar.
Bagi Norris, pekerjaan berikutnya adalah mencari performa lebih baik di lintasan lurus sekaligus memulai kembali rentetan poin yang terhenti di Baku.









