Bulatan Times – Marc Marquez menegaskan tidak akan menggunakan pengaruhnya di media untuk menyerang pembalap lain. Meski mengakui pernah memanfaatkan perhatian publik demi kepentingan pribadi, pembalap Ducati Lenovo Team itu menolak menjadikannya sarana untuk merugikan rival.
Marquez menyampaikan pandangannya dalam wawancara dengan Motorsport.com yang dipublikasikan pada 22 Oktober 2026, menjelang Grand Prix Australia di Phillip Island.
“Saya tidak akan pernah menggunakan kekuatan media yang saya miliki untuk melawan seseorang,” kata Marquez, dikutip dari wawancara Motorsport.com.
Menurut Marquez, pengaruh besar seorang pembalap terbentuk dari pencapaian yang diraih selama bertahun-tahun. Namun, keberhasilan masa lalu tidak berarti seseorang selalu berada dalam posisi yang benar.
Ia mengakui pernah menggunakan media untuk kepentingannya sendiri, terutama demi menjaga ketenangan dalam menghadapi berbagai situasi. Baginya, hal tersebut berbeda dengan menggunakan popularitas untuk menyerang orang lain.
Baca Juga: Marc Marquez Puji Gaya Balap Jorge Martin setelah Melihat Data Ducati
Perselisihan Valentino Rossi pada 2015
Pembahasan mengenai pengaruh media tidak lepas dari perselisihan Marquez dan Valentino Rossi dalam perebutan gelar MotoGP 2015.
Saat itu, Rossi menuduh Marquez sengaja membantu Jorge Lorenzo dalam persaingan kejuaraan dunia. Tuduhan tersebut memicu ketegangan antara kedua pembalap menjelang Grand Prix Malaysia di Sepang.
Persaingan mereka kemudian berujung insiden pada 25 Oktober 2015. Rossi dan Marquez terlibat kontak di Tikungan 14 yang menyebabkan pembalap Spanyol itu terjatuh dan gagal menyelesaikan balapan.
Race Direction menjatuhkan tiga poin penalti kepada Rossi setelah menilai manuvernya membahayakan pembalap lain.
Karena sebelumnya sudah memiliki satu poin penalti, Rossi harus memulai balapan terakhir musim itu di Valencia dari posisi paling belakang. Keputusan tersebut kemudian dikukuhkan oleh FIM Stewards.
Setelah perselisihan itu, Marquez pernah menyampaikan pandangan bahwa memiliki pengaruh besar terhadap media tidak sama dengan menggunakan pengaruh tersebut untuk menyudutkan seseorang.
Marquez Pernah Minta Fans Tidak Menyerang Bezzecchi
Salah satu contoh yang disampaikan Marquez berkaitan dengan Marco Bezzecchi, pembalap Aprilia Racing yang pernah terlibat kecelakaan dengannya pada MotoGP Indonesia 2025.
Dalam balapan di Sirkuit Mandalika tersebut, Bezzecchi menabrak Marquez pada lap pertama. Keduanya terjatuh, sementara Marquez mengalami cedera bahu yang memengaruhi kelanjutan musim balapnya.
Marquez kemudian meminta para penggemarnya tidak melampiaskan kemarahan kepada Bezzecchi melalui media sosial. Ia mengingatkan bahwa kecelakaan merupakan salah satu risiko dalam persaingan MotoGP dan tidak selalu terjadi karena kesengajaan.
Baca Juga: Marc Marquez Tanggapi Aero Ducati Mirip Aprilia: Tak Boleh Arogan
Sikap serupa kembali terlihat pada Juli 2026 ketika Bezzecchi mengalami patah tulang selangka akibat kecelakaan dalam sesi kualifikasi GP Jerman di Sachsenring.
Cedera tersebut memunculkan komentar negatif dari sejumlah penggemar yang mengaitkan kecelakaan Bezzecchi dengan insidennya bersama Marquez pada musim sebelumnya.
Marquez menolak anggapan bahwa cedera Bezzecchi merupakan balasan atas kejadian di Mandalika. Ia justru mendoakan pemulihan rivalnya dan menyoroti perlunya peningkatan keselamatan lintasan bagi seluruh pembalap.





