24 °c
Banjar Triwangsakeliki
25 ° Jum
25 ° Sab
Kamis, Oktober 29, 2026
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
No Result
View All Result
Bulatan Times
No Result
View All Result
  • Beranda
  • NEWS
  • SPORT
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME
Home TEKNO & SAINS

John Ternus Jelaskan Alasan Apple Akhirnya Hadirkan MacBook Pro Layar Sentuh

John Ternus menjelaskan perubahan pendekatan Apple terhadap layar sentuh pada Mac, yang sebelumnya ditolak karena alasan kenyamanan penggunaan.

Redaksi Bulatan Times by Redaksi Bulatan Times
29 Oktober 2026, 13.06 WIB
in TEKNO & SAINS
Seorang pembicara mengenakan kaus gelap memegang pengendali presentasi di depan latar panggung teknologi

John Ternus. (Foto: MacRumors)

BULATAN TIMES – Apple akhirnya menghadirkan layar sentuh pada MacBook Pro setelah bertahun-tahun mempertahankan penggunaan keyboard dan trackpad sebagai metode utama pengoperasian komputer Mac. Perubahan tersebut diperkenalkan bersama MacBook Pro terbaru pada 28 Oktober 2026.

CEO Apple John Ternus menjelaskan bahwa perusahaan kini dapat menambahkan kemampuan sentuh tanpa mengorbankan ketebalan, bobot, dan pengalaman penggunaan laptop.

Keputusan ini berbeda dari pendekatan yang selama bertahun-tahun dipertahankan Apple, termasuk ketika pendirinya, Steve Jobs, menilai layar sentuh pada komputer dengan posisi layar tegak tidak nyaman digunakan dalam waktu lama.

Mengapa Apple Dulu Menolak Mac Layar Sentuh?

Pada 2010, Steve Jobs mengkritik penggunaan layar sentuh vertikal karena pengguna harus mengangkat tangan dari posisi mengetik untuk menjangkau layar. Menurut pandangannya ketika itu, gerakan tersebut dapat menyebabkan kelelahan.

Apple kemudian mempertahankan pemisahan antara Mac dan iPad. Mac mengandalkan keyboard, mouse, serta trackpad untuk pekerjaan yang membutuhkan ketepatan penunjuk, sedangkan iPad dirancang dengan sentuhan langsung sebagai metode interaksi utama.

Baca Juga: 15 Tahun Steve Jobs Wafat, dari Mendirikan Apple hingga Kembali Memimpin Kebangkitannya

Pendekatan tersebut juga pernah ditegaskan John Ternus pada 2021. Saat itu, ia menyatakan bahwa Mac telah dioptimalkan untuk penggunaan melalui perangkat input tidak langsung dan Apple belum melihat alasan kuat untuk mengubahnya.

Kini, Apple mengambil pendekatan berbeda dengan menambahkan layar sentuh sebagai pilihan interaksi tanpa menghilangkan fungsi keyboard dan trackpad.

John Ternus Jelaskan Perubahan Sikap Apple

Mengutip laman WIRED dalam wawancara yang diterbitkan pada 28 Oktober 2026, Ternus menjelaskan bahwa Mac tetap dirancang sebagai perangkat yang berpusat pada keyboard dan trackpad.

Namun, ia menilai ada situasi ketika menyentuh layar secara langsung lebih nyaman dan praktis dibandingkan menggunakan penunjuk.

Apple juga ingin memastikan kemampuan baru tersebut tidak menjadikan MacBook Pro lebih berat atau lebih tebal. Pengembangan layar OLED menjadi salah satu bagian yang memungkinkan perubahan tersebut dilakukan.

Johny Srouji, pimpinan perangkat keras Apple, menjelaskan bahwa perkembangan teknologi layar, chip khusus Apple, dan perangkat lunak telah memungkinkan perusahaan memenuhi standar yang sebelumnya sulit dicapai.

Greg Joswiak, pimpinan pemasaran Apple, juga menilai pengguna profesional semakin terbiasa menggunakan layar sentuh melalui iPhone dan iPad, termasuk generasi kreator muda yang menggunakan MacBook Pro.

Layar Sentuh MacBook Pro Tetap Bisa Dipakai Bersama Trackpad

MacBook Pro terbaru menggunakan layar PROLED XDR berbasis tandem OLED yang mendukung interaksi sentuh langsung.

Pengguna dapat menggulir halaman dengan jari, memperbesar foto melalui gerakan mencubit layar, memindahkan objek, hingga mengatur posisi jendela. Kemampuan tersebut juga dapat digunakan pada pekerjaan kreatif, termasuk penyuntingan video dan aplikasi musik.

Apple menyesuaikan antarmuka macOS agar beberapa kontrol lebih mudah dipilih dengan jari. Ukuran tombol atau elemen menu tertentu dapat membesar ketika pengguna menyentuhnya, sementara pengoperasian dengan trackpad tetap dipertahankan.

Baca Juga: Apple Resmi Luncurkan iPad Mini OLED dengan A20 Pro, Ini Fitur dan Harganya

Perubahan turut dilakukan pada perangkat keras. Engsel layar dirancang lebih stabil ketika mendapat tekanan sentuhan, sedangkan sistem pendinginan disesuaikan untuk menjaga kenyamanan saat pengguna berinteraksi langsung dengan panel.

MacBook Pro ini tersedia dalam ukuran 14 inci dan 16 inci dengan pilihan chip M5 Pro dan M5 Max. Layar PROLED XDR menawarkan kecerahan puncak hingga 2.000 nit serta refresh rate variabel hingga 120 Hz.

Harga MacBook Pro Layar Sentuh Mulai US$2.899

Di Amerika Serikat, MacBook Pro layar sentuh dibanderol mulai US$2.899 untuk model 14 inci dan US$3.399 untuk model 16 inci.

Apple membuka pemesanan awal pada 28 Oktober 2026, dengan ketersediaan perangkat dijadwalkan mulai 6 November 2026.

Meski teknologi layar sentuh telah diperkenalkan pada MacBook Pro, Apple belum mengumumkan rencana menghadirkannya pada MacBook Air atau iMac.

Source: WIRED, Apple Newsroom
Tags: Apple

Related Posts

Tablet iPad mini berwarna hitam dalam genggaman tangan dengan tampilan grafis biru dan ungu pada layar
GADGET

Apple Resmi Luncurkan iPad Mini OLED dengan A20 Pro, Ini Fitur dan Harganya

Oktober 28, 2026
Ilustrasi chip bertuliskan Google TPU di depan layar berlogo OpenAI dan Google
TEKNO & SAINS

OpenAI Dikabarkan Berencana Beli Chip AI Google, Nilai Transaksi Belum Diketahui

Oktober 28, 2026
Ilustrasi ponsel lipat merah marun dengan bingkai emas dan tiga kamera belakang
GADGET

Samsung W27 Dikabarkan Meluncur 29 Oktober, Diduga Versi Mewah Galaxy Z Fold8 Ultra

Oktober 28, 2026

Highlights

Cara Cek Sertifikat Tanah Lewat HP Pakai Sentuh Tanahku, Ini Langkahnya

100 Sekolah Rakyat Dibangun di 32 Provinsi, Libatkan 97 Ribu Pekerja Lokal

MagangHub Batch 3 2026 Dibuka, Ini Syarat dan Cara Daftar hingga 4 November

IHSG Variatif, Investor Tunggu The Fed dan Kinerja Bank

Hotspot Karhutla Menurun, tetapi Ancaman Kebakaran Berulang dan Kerusakan Hutan Masih Mengintai

Karhutla Way Kambas Masih Sisakan 40 Hektare, BNPB Lakukan Water Bombing dan Modifikasi Cuaca

Terpopuler

Hotspot Karhutla Menurun, tetapi Ancaman Kebakaran Berulang dan Kerusakan Hutan Masih Mengintai

Epoxy Lantai untuk Bangunan Modern, Apa Kelebihan dan Hal yang Perlu Diperhatikan?

Geotermal Lampung Barat, Perluasan Kapital, dan Konflik Agraria BRN

Asal Usul Hanabi di Mobile Legends

Cara Daftar dan Mendapatkan Uang dari Bilibili

Bulatan Times

Situs berita digital yang meliput peristiwa dan menuliskannya secara berimbang. Ikuti kabar nasional, ekonomi, teknologi, olahraga, kesehatan, dan perjalanan dalam satu tempat.

Informasi & Kebijakan

  • Tentang Kami
  • Kontak
  • Penghapusan Data Pengguna
  • Ketentuan Layanan
  • Kebijakan Privasi
  • Indeks
  • Pedoman Media Siber
  • Pasang Iklan

Terhubung dengan Kami

Kirim pertanyaan, saran, koreksi, dan kerja sama ke [email protected]. Akses Bulatan Times juga melalui aplikasi Android.

Bulatan Times Play Store

© 2026 BulatanTimes.com

Kelola Persetujuan

Kami Menggunakan Cookie
Bulatan Times menggunakan cookie dan teknologi serupa untuk membantu menjalankan situs, memahami penggunaan website, meningkatkan pengalaman pembaca, serta mendukung penayangan iklan yang relevan. Anda dapat menerima, menolak, atau mengatur preferensi cookie.

Fungsional Selalu aktif
Penyimpanan atau akses teknis yang diperlukan untuk menjalankan layanan dan fungsi dasar website.
Preferences
The technical storage or access is necessary for the legitimate purpose of storing preferences that are not requested by the subscriber or user.
Statistik
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk memahami penggunaan website dan meningkatkan layanan. The technical storage or access that is used exclusively for anonymous statistical purposes. Without a subpoena, voluntary compliance on the part of your Internet Service Provider, or additional records from a third party, information stored or retrieved for this purpose alone cannot usually be used to identify you.
Pemasaran
Penyimpanan atau akses yang digunakan untuk mendukung penayangan iklan dan mengukur efektivitasnya.
  • Kelola pilihan
  • Kelola layanan
  • Kelola {vendor_count} vendor
  • Baca selengkapnya tentang tujuan ini
Lihat Preferensi
  • {title}
  • {title}
  • {title}
  • Beranda
  • NEWS
    • BISNIS
    • EKONOMI
    • DUNIA
    • NASIONAL
  • SPORT
    • BOLA
      • Liga Indonesia
      • Liga Inggris
      • Liga Italia
      • Liga Spanyol
    • MOTOGP
    • F1
  • TRAVEL
  • TEKNO & SAINS
    • GADGET
  • HEALTH
  • KULINER
  • GAME

© 2026 Bulatan Times